
"Loh, kok bisa?" Kau dapat dari mana daun kuning itu?" tanya Subhan penasaran
"Apa kau mengambil nya di ladang?" tanya Subhan penasaran
"Subhan, dedaunan ini menunjukkan identitas desa yang kita tinggali" Emangnya nenek mu gak pernah cerita padamu?" Tiap hendak menyeberang ke sungai ini, memang harus membawa daun ini" ucap Sutikno pada Subhan
"Loh, kenapa kau baru memberi tahu aku sekarang Sutikno?" Jangan-jangan kau dulu pernah menyeberang ke sungai ini tanpa sepengetahuanku?" tanya Subhan penasaran
"Tapi, tak mungkin juga, karena setiap hari, kau selalu bersamaku" ucap Subhan lagi
Melihat Subhan dan sejuta pertanyaan nya, Sutikno pun menjawab
__ADS_1
"Subhan, aku belum pernah menyeberangi sungai ini, namun ibuku pernah menyampaikan info penting kepadaku"
"Seminggu sebelum aku menyeberangi sungai ini bersamamu, ibu berpesan kepadaku bahwa aku harus menyimpan kedua daun ini" Sewaktu-waktu bisa aku gunakan untuk menyeberangi sungai ini"
"Sebelum kau berencana akan menyeberangi sungai ini, ibuku terlebih dahulu mempunyai ide untuk pergi menyeberang bersamaku" Hanya saja ayahku tak memperbolehkannya karena kita sekeluarga hanya mempunyai dua daun pengenal sedangkan keluarga kami berjumlah tiga orang" ujar Sutikno pada Subhan.
"Jadi, kau menggunakan satu daun untukku?" Sedangkan orang tuamu tak kau ajak?" tanya Subhan makin penasaran
"Ketahuilah Subhan, ketika aku menyetujui untuk menemanimu menyeberang, aku sudah siap dengan konsekuensi yang ada" Yang pertama, kita tak mungkin bisa kembali ke desa kita lagi seperti pengalaman ayah dan ibumu ataupun warga desa lain, atau kita bisa kembali ke desa kita lagi dan membawa mereka untuk keluar dari desa kita" ucap Sutikno panjang lebar.
"Hem, ya ya" aku mengerti sekarang" Kita jangan menyerah Sutikno, Kita pasti akan bisa kembali ke desa kita lagi dan membawa semua pengetahuan yang kita dapat dari desa sebelah" ujar Subhan dengan sangat yakin.
__ADS_1
Sutikno hanya tersenyum hambar. Banyak rahasia yang ada di kepala Sutikno namun Dirinya seakan tak akan memberi tahu Subhan tentang semua ini.
"Subhan, nanti ketika telah sampai di tujuan, kau akan mengerti semuanya" ucap Sutikno dengan nada serius.
"Ya, Sutikno, percuma aku memaksa mu untuk memberitahuku segala hal yang belum kutemui jawabannya jika kamu saja sebagai sahabatku sendiri tak terbuka denganku" Tapi, aku memaklumi nya karena aku menyangka kau menyembunyikan sesuatu kepadaku karena ada sebab" ujar Subhan dengan penuh keyakinan
Hingga tiba saat nya giliran Subhan dan Sutikno sampai di tempat antrian itu. Tampak penjaga sungai memandang mereka dengan tatapan mata sangat tajam. Penjaga sungai terlihat lebih familiar melihat Sutikno dibanding Subhan. Saat penjaga sungai mencoba untuk mendekati Subhan dan melihat wajahnya lebih dekat lagi, Sutikno berusaha menghalangi nya dengan berkata
"Ini, milik kami" ucap Sutikno sambil menyerahkan dua daun kuning yang ada di tangannya. Kedua penjaga sungai tampak mengamati dua daun itu dan mencocokkannya dengan benda yang ada di genggaman mereka dan ternyata cocok. Setelah mengetahui bahwa dedaunan kuning yang dibawa Sutikno asli, Subhan dan Sutikmo diperbolehkan melanjutkan perjalanan mereka.
Terlihat beberapa orang yang ada di belakang mereka tak seberuntung Subhan dan Sutikno. Mereka tak bisa menunjukkan dedaunan yang sama seperti yang mereka punya. Akhirnya perjalanan mereka di hentikan dan beberapa penjaga sungai membawa mereka ke arah yang berbeda.
__ADS_1