Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Di rumah Sarto


__ADS_3

Sesampai di rumah Sartoz istri Sarto yang bernama Rukmini telah siap menunggu suami dan anaknya pulang ke rumahnya.


"Pak, anak siapa itu?" tanya Rukmini pada Sarto.


Sarto tak menjawab pertanyaan Rukmini dan langsung masuk ke rumahnya untuk meletakkan Subhan di kasur ruang tamu. Sementara itu Hasan anak Rukmini mencoba menjawab pertanyaan Rukmini yang belum sempat di jawab oleh Sarto.


"Oh, aku juga gak tau bu, dia anak siapa" Bapak dan aku menemukannya di pinggir sungai dengan rakit usang yang dipakainya" Untung dia sampai di desa kita dengan selamat" Tampak nya rumah nya jauh dari sini" ucap Hasan pada Rukmini


Rukmini mengangguk tanda mengerti ucapan yang dilontarkan oleh Hasan. Hingga akhirnya Rukmini menyusul Sarto yang saat itu berada di dalam kamar ruang tamu milik mereka.


Rumah Sarto dan Rukmini tergolong rumah paling sederhana namun bisa dibilanh bersih dan luas. Cukup menampung orang semacam Subhan karena Subhan masih tergolong anak anak yang berusia 10 tahunan dan sebaya dengan anaknya yang bernama hasan itu.


"Hasan, temani anak ini ya?" kalau udah siuman kabari bapak dan ibu ya?" ucap Sarto mengingatkan Hasan.

__ADS_1


"Oh ya pak, aku akan menemani anak ini di sini" Bapak dan ibu bisa keluar dulu" ucap Hasan pada ibu dan bapaknya.


Sarto dan Rukmini akhirnya keluar dari kamar tamu. Mereka berdua sepertinya menyiapkan makanan untuk Subhan dan hasan.


"Pak, kasihan ya" Anak siap dia ya?" Tubuhnya tampak kurus kering seperti tak terawat" Kok dia bisa hidup sampai sekarang" Wajahnya seperti kekurangan gizi" ucap Rukmini pada Sarto.


"Iya bu, entahlah" Dia belum memperkenalkan namanya padaku" Dia juga berkata padaku, dia berasal dari desa teluk meriang" Aku saja yang sudah lama disini tak pernah mendengar nama desa itu" Apakah kau pernah mendengar bu?" tanya Sarto pada Rukmini.


"Oh ya dah bu" Aku akan mengintip hasan dan anak itu, apakah anak itu sudah sadar apa belum" ucap Sarto pada Rukmini.


Sarto akhirnya pergi lagi menuju ke kamar tamu miliknya. Tampak Subhan dan hasan berada di sana bersama - sama. Subhan tertidur dan hasan berada di samping nya sambil bermain-main dengan mainan yang dimilikinya.


Sarto tampak merenung memikirkan perkataan Subhan yang sangat aneh. Jubah putih milik Subhan terlipat rapi di sebelah anak malang itu.

__ADS_1


"Dia akan memakai jubah putih itu karena ada janji dengan pak tua" Siapa pak tua yang dimaksud?" gumam Sarto dan hati.


Tak lama kemudian, Subhan berteriak memanggil nama kakek dan nenek nya. Hasan yang ada di samping nya langsung berusaha menenangkan teriakan anak itu.


Sarto yang ada di balik pintu langsung masuk ke dalam kamar dan melihat kondisi Subhan yang tampak nya sudah sadar dari pingsan nya.


"Nak, siapa kakek dan nenek mu?" Apakah mereka masih ada di desa?" tanya Sarto pada Subhan.


Subhan pun menatap ke arah Sarto matanya terlihat cowong dan wajahnya tampak pucat.


Saat subhan hendak berkata-kata, muncullah rukmini yang membawakan segelas teh hangat untuk Subhan.


"Nak, minumlah dulu, nanti kita bicara lagi" ujar Rukmini pada Subhan

__ADS_1


__ADS_2