Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Tamu tak diundang


__ADS_3

Tak terasa, pagi telah tiba. Mata Subhan terasa sulit membuka karena masih mengantuk. Sementara itu Sarto berusaha bangun pagi sekali karena hari ini mau pergi ke sawah melihat padi milik nya.


"Bu, ayo bangun" panggil Sarto berusaha membangunkan Rukmini yang asyik tidur. Rukmini pun bangun dengan masih menguap berkali-kali. Malam itu adalah malam yang sangat melelahkan bagi keluarga Sarto


"Oh ya pak" jawab Rukmini pendek. Rukmini segera bangun dan pergi menuju ke kamar mandi karena mau melaksanakan sholat subuh di musolla.


Saat menuju ke kamar mandi, terlihat jubah putih milik Subhan terendam air sabun dan rukmini pun segera mencuci jubah itu dan menjemur nya di halaman depan rumahnya.


Selesai mencuci, Rukmini kembali ke dalam rumah dan bertanya pada Sarto mengenai jubah itu.


"Pak, Jubah putih milik Subhan emang kotor ya" tanya rukmini pada Sarto


"Oh ya bu, tadi malam, Subhan terlihat tidur sambil berjalan memakai jubah itu. "Anehnya lagi, Subhan pergi ke sungai dimana aku pernah menemukannya di tepi sungai itu"


"Oh ya, Subhan apakah sudah bangun bu?" tanya Sarto pada Rukmini

__ADS_1


"Ya pak, dia sudah bangun" Tuh masih ada di dalam kamarnya" Tampak nya dia sedang melamun" jawab Rukmini pada Sarto


"Oh ya, kalau begitu aku mau ke kamar Subhan" jawab Sarto sambil pergi meninggalkan rukmini.


Sarto pun menuju ke tempat dimana Subhan berada. Sambil mendekat ke arah Subhan, Sarto bertanya tentang apa saja yang dialami oleh Subhan.


"Subhan, selama kau tidur, apa yang kau rasakan?" Apakah kamu bermimpi?" tanya Sarto penasaran


Subhan memandang Sarto dengan tatapan seperti biasanya. Beberapa detik kemudian, Subhan menjawab pertanyaan Sarto itu


"Lalu, apa yang kau lakukan selanjutnya?" apakah kau bertemu dengan kakek tua yang dulu pernah berjanji akan menemui mu ketika kau memakai jubah putih pemberiannya?" tanya Sarto pada Subhan.


"Oh ya benar pak" Aku bertemu dengan pak tua itu" Dia dan beberapa orang di sampingnya mengajakku untuk menikmati makanan dan berpesta di rumahnya" ujar Subhan pada Sarto


"Wah, kalau begitu, pak tua itu jahat nak" Dia berani memanggil mu dan membawamu ke sungai" Jika tak ada aku, tubuhmu akan tenggelam dan kau akan mati" ujar Sarto pada Subhan.

__ADS_1


"Aku juga tak mengerti, apa maksud pak tua itu mengajakku ke sungai?" Apakah dia kakek tua penunggu sungai angker itu ya?" tanya Subhan penasaran


"Entahlah Subhan" Kalau di pinggir sungai tempat aku menemukanmu, tak pernah terjadi hal aneh" Hanya saja, di pertengahan sungai ada semacam pembatas yang menurut sesepuh desa sini, kita tak boleh mencari ikan di tengah sungai" Oleh kakek dan nenek bapak dahulu, di tengah sungai itu diberi tancapan berupa kayu, untuk pembatas sejauh mana kita boleh mencari ikan disini" ucap Sarto pada Subhan.


"Oh, emang ada pak?" Berati saat bapak menemukanku?" rakit ku sebelumnya ada di luar pembatas kayu itu?" tanya Subhan penasaran


"Ya benar nak, hanya saja, aku menemukanmu saat kau sudah melewati pembatas kayu itu" Jadinya bapak berani mendekati kamu waktu itu" jawab Sarto.


Perbincangan antara Sarto dan Subhan rupanya sudah sampai titik puncak. Hingga tak dirasa, ada sepasang tamu datang dari jauh.


Rukmini mulai memanggil Sarto yang saat itu ada di dalam kamar Subhan


"Pak, ada tamu tak dikenal" Mereka diantar ke rumah kita oleh pak kepala desa" ujar Rukmini singkat


Sarto pun segera beranjak dari tempat Subhan dan langsung menemui kedua tamu tersebut.

__ADS_1


__ADS_2