Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Orang tua Subhan


__ADS_3

"Oh ya pak, bu silahkan duduk" ucap Sarto sambil berbisik ke telinga Rukmini, meminta Rukmini membuatkan teh hangat untuk kedua tamu tersebut


"Bu, buatkan teh hangat ya" ujar Sarto


Rukmini pun menganggukkan kepala dan langsung menuju ke dapur.


Sarto dan kedua tamu itu akhirnya berbincang hingga terdengar dari sang tamu bahwa mereka bertanya tentang keberadaan Subhan.


"Subhan?" apakah itu anak bapak?" tanya Sarto sedikit terkejut saat laki-laki itu memanggil nama Subhan dan bertanya tentang keberadaannya.


"Oh, ya" Subhan kebetulan ada di rumah saya" Sekarang dia ada di kamar" jawab Pak Sarto


"Benarkah?" berati Subhan benar-benar masih hidup?" Saya meninggalkan anak saya sekitar 10 tahun yang lalu dan saya tidak kembali lagi ke desa karena di desa itu sudah ditutup akses nya semenjak terkena lutusan gunung berapi" ujar ayah Subhan

__ADS_1


Sarto yang mendengar penuturan ayah Subhan hanya manggut-manggut saja. Dengan semangat, Sarto segera pergi ke kamar Subhan untuk memberitahukan kabar bahwa sekarang ayah ibunya telah datang menemuinya.


Sesampai di kamar Subhan, Sarto segera mengabarkan berita gembira itu.


"Nak, orang tuamu datang menemui mu" ujar Sarto pada Subhan


"Ha"? Orang tua saya?" apa bapak ibuku pak?" Kata nenek mereka uda meninggalkan desa dan tak pernah pulang" Dari mana dia tau keberadaan ku?" tanya Subhan penasaran


"Ya, lebih baik kamu temui saja mereka, mungkin bisa bertanya lebih jelas" ucap Sarto pada Subhan


Subhan akhirnya keluar dari kamar dan pergi menemui ayah dan ibunya yang sudah menunggu di ruang tamu.


Setelah Subhan berada di hadapan mereka, ayah Subhan seakan terkejut karena dirinya meninggalkan Subhan sudah lama dan ternyata sekarang dirinya bisa berjumpa lagi dengan anaknya itu.

__ADS_1


"Apakah kau yang bernama Subhan?" tanya ayah Subhan pada Subhan. Mata ayah Subhan mulai menetes karena terharu bertemu dengan anak yang sudah dia anggap tiada sejak dahulu.


"Iya benar" Saya Subhan" Apakah kau ayahku?" tanya Subhan masih dengan wajah setengah tak percaya


"Iya benar" Aku ayahmu" Kau tau nak, entah siapa yang datang padaku" mimpi itu benar-benar nyata" Aku tak menyangka jika mimpi itu benar" kamu masih hidup" ucap ayah Subhan pada Subhan


"Iya pak" aku masih hidup" Nenek dan kakek juga masih hidup sekarang ada di desa" Pak, gimana kalau kita ke desa nenek?" Nenek uda menunggu kita di sana" ucap Subhan pada ayahnya


Ayah Subhan hanya manggut-manggut mendengar ajakan Subhan. Dirinya masih tak percaya jika desa itu masih beroperasi karena menurut kabar yang beredar, desa itu telah ditutup oleh pemerintah dan sudah tak berpenghuni lagi


Namun, Ayah Subhan juga kebingungan karena jika desa itu benar-benar tak berpenghuni, mana mungkin Subhan masih bisa bersama kakek dan nenek nya?


"Subhan, secepatnya ayah dan ibu akan menjemput kakek dan nenek mu" Dua hari lagi, ayo kita berangkat menuju ke desa dimana kakek dan nenek tinggal" Apakah kamu mau?" Ayah mau menyewa perahu yang bagus dan kokoh" ucap ayah Subhan

__ADS_1


"Oh ya ayah" Kalau begitu gimana kalau aku panggil kyai Saleh?" Dia pernah berkata padaku bahwa dia akan ikut mengantarku pergi ke desa teluk meriang" ucap Subhan pada ayahnya


"Ya, boleh" untuk sementara waktu, aku akan menitipkan kamu di rumah pak Sarto, sementara itu, aku dan ibumu akan pergi menuju ke tempat penyewaan perahu" ucap ayah Subhan


__ADS_2