Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Kembali seperti semula


__ADS_3

Akhirnya Subhan sedikit lega dengan fenomena yang dialaminya. Dia benar benar bisa keluar dari dunia yang sama sekali tak pernah dipikirkan sebelumnya.


"Yah, aku akan mengambil jubah ini kembali" Siapa tahu makhluk yang mirip ustad Saleh datang menghampiriku dan aku akan bertanya kepadanya mengenai keberadaan ustad Saleh" gumam Subhan sambil melipat jubah putih milik nya yang saat ini terlihat sangat lusuh dan kotor.


Suasana yang gelap mulai terang benderang. Situasi sungai yang tadi nya sangat sepi kini terlihat ramai oleh para warga yang mencari ikan di sana.


"Pak, kita sudah sampai di desa pak Sarto" Lihatlah pak" ucap Subhan sambil melihat suasana sungai yang ramai. Perahu mereka juga mulai banyak tak seperti biasanya.


"Sarto keheranan melihat suasana sungai yang ada di depan matanya. Biasanya sungai itu walaupun pagi hari tak seramai ini. Perahu mereka juga terlihat sangat bagus dibanding perahu yang pernah di sewa Sarto saat pergi ke desa Subhan.


"Pak Sarto, situasi desa ini sangat berbeda dengan saat kita meninggalkan desa ini dulu" Kenapa kok jadi ramai?" padahal dulu hanya kau dan anak mu saja yang mencari ikan disini" ucap Subhan pada Sarto


"Oh, iya nak" Aku kok jadi bingung juga sama sepertimu" jawab Sarto pendek.


Subhan mulai memgarahkan perahu ke tepian, dan lambat laun matahari bersinar dengan terang dan suasana yang tadi nya gelap menjadi terang benderang.


Beberapa warga yang mencari ikan disana menatap Subhan, Sarto dan kedua orang tua Subhan dengam wajah keheranan. Mereka penasaran karena pakaian yang dipakai Subhan, Sarto dan ayah ibu Subhan terkesan sangat kumuh dan kotor.


Wajah mereka juga kurus kering seperti orang yang sedang kelaparan.


"Hei, lihatlah" Siapa yang datang dari desa sebelah?" mereka berempat menaiki rakit usang?" Apakah mereka orang yang tersesat?" begitulah beberapa celotehan warga yang sedang mencari ikan.


Walau mendengar kata-kata itu, Subhan dan Sarto tak menghiraukan nya. Mereka tetap pergi ke tepian dan penasaran dengan apa yang telah terjadi pada mereka.


Saat matahari sudah menyinari tubuh mereka, terlihat wajah Sarto yang semakin menua begitu juga dengan ayah dan ibu Subhan. Tanpa disadari, Subhan mulai terlihat berkumis dan kekar layak nya pemuda berusia 25 tahun.


"Loh, Subhan, mengapa kau jadi dewasa?" bukankah kamu masih berusia 8 tahun?" Apakah ada yang salah?" tanya Sarto keheranan.


Sarto akhirnya mengamati ayah dan ibu Subhan yang terduduk lesu. Wajah mereka terlihat semakin tua saja dan rambut mereka yang semula hitam berubah jadi putih.


Sama putih seperti rambut ustad Saleh yang menemani mereka saat hendak berangkat ke desa Subhan.

__ADS_1


Terlihat sosok nenek berusia 60 tahun duduk di pinggir sungai sambil mengamati perahu yang datang. Sosok itu seperti Rukmini istri Sarto. Anehnya tak ada sosok Hasan disana.


Saat Sarto datang, Rukmini terlihat duduk merenung, dia duduk dengan dagangannya yaitu berupa ubi goreng yang siap makan.


Sarto melihat Rukmini yang duduk diam sambil melihat ke arah sungai. Setelah memastikan jika itu adalah Rukmini istrinya, Sarto segera memanggil dengan suara parau


"Rukmini, istriku" panggil Sarto


Rukmini yang mendengar namanya dipanggil segera menoleh, dia melihat sosok suaminya yang kini bertambah tua


"Pak?" kamu sudah datang?" setiap hari setiap waktu aku selalu menunggu mu disini" jawab Rukmini


Rukmini terlihat sangat senang dengan kedatangan Sarto yang dia tunggu selama berpuluh-puluh tahun.


"Bu, apakah aku meninggalkan mu sangat lama?" Aku merasa hanya sebentar saja aku pergi ke desa Subhan" ucap Sarto pada Rukmini.


"Pak, sebentar bagaimana?" aku menunggumu sudah 20 tahun lamanya,"


"Kau berjanji akan segera pulang jadi aku menunggu mu disini" jawab Rukmini


Sambil berkaca kaca, rukmini berkata


"Pak, Hasan anak kita sekarang sedang merantau ke kota" Setiap hari raya dia pulang ke sini" Ucap Rukmini pada suaminya.


"Oh, aku senang mendengar nya" kalau begitu ayo kita pulang, aku sudah kangen suasana rumah.


"Ayo Subhan, mampir ke rumahku dulu" ucap Sarto pada Subhan


"Ya pak, " jawab Subhan


Subhan akhirnya membopong tubuh ayah dan ibunya pergi ke rumah Sarto dibantu Rukmini. Kondisi mereka sangat memprihatinkan karena terlihat kurus kering.

__ADS_1


Sesampai di rumah Rukmini, terlihat banyak perubahan yang terjadi di rumah itu. Rumah yang dulunya tampak sederhana kini menjadi rumah yang lumayan modern. Berbeda dengan dahulu kala..Rupanya Hasan anak Rukmini lumayan sukses bekerja di kota dan sering pulang kampung untuk memperbaiki rumah mereka.


"Duduk lah di sini, aku akan membuatkan kalian minum dan menyiapkan makanan" Setelah itu aku akan bercerita tentang semuanya" ucap Rukmini pada Sarto.


Sarto mengangguk kan kepalanya. Dia pergi ke sebuah kaca besar yang ada di ruang tamunya. Terlihat wajah nya benar benar telah tua. Masa mudanya hilang begitu saja hanya karena pergi menemani Subhan mencari alamat desa nya yang ternyata desa Hantu.


Penyesalan tak ada gunanya. Tapi walaupun begitu Sarto sedikit lega karena anak nya Hasan sudah sukses di kota.


Terlihat Rukmini berjalan sambil membawa teh hangat untuk mereka berempat. Sementara itu Subhan melihat lihat keadaan rumah sambil meminta ijin pada Sarto untuk mencuci jubahnya.


"Bu, aku ijin mencuci jubah ku dulu" ujar Subhan pada Rukmini


"Iya nak, kamu cuci aja dulu" Itu ada sabun cucinya" ucap Rukmini pada Subhan.


Subhan menganggukkan kepalanya dan pergi ke tempat cuci belakang rumah Sarto.


Sambil mencuci jubahh putih milik nya, terlihat sosok kakek tua mirip ustad Saleh berjalan dihadapannya namun hilang lagi. Subhan berusaha mengejar namun tak ada siapa siapa.


"Hem, apa ustad Saleh ada di sekitar sini?" gumam Subhan dalam hati


"Yaudah biar saja" mungkin hanya halusinasiku saja" ujar Subhan


Sambil melihat ke arah cincin biru, Subhan memanggil jin zaenal yang sudah setia bersamanya.


"Jin zaenal, ayo keluar" Aku uda berada di alam manusia" ujar Subhan setengah berbisik.


Tampak asap putih keluar dari cincin permata biru itu. Terlihat sosok lelaki dengan tubuh yang kekar dan wajah tampan muncul di hadapan Subhan.


"Ya tuan, aku datang" Apakah kau butuh bantuan ku?" tanya jin zaenal pada Subhan


"Aku ingin kau mencari orang yang mirip dengan ustad Saleh" Aku belum selesai berurusan dengannya" Sepertinya dia berasal dari bangsa jin sama sepertimu" ucap Subhan pada jin Zaenal

__ADS_1


"Oh ya tuan, aku akan pergi sebentar, tunggulah di sini ya?" nanti aku akan kembali" jawab jin zaenal.


Jin zaenal segera terbang mencari keberadaan kakek tua itu.


__ADS_2