
"Baiklah tuan" jawab Zaenal.
Zaenal segera terbang dan berputar di sekitar ruangan yang sangat gelap itu. Cincin mata biru tempat Zaenal tinggal tetap terpancar karena Subhan tetap memakai nya. Ayah Subhan dan Sarto sangat senang karena sebentar lagi, mereka akan bebas dan bisa kembali ke desa mereka lagi.
Saat Zaenal terbang mengitari ruangan gelap itu, terlihat nenek mata satu sedang duduk dan memegang tongkat nya. Tanpa meminta ijin terlebih dahulu, Zaenal segera menghampiri nenek tua itu.
Mata sang nenek tua langsung melotot melihat kedatangan sosok makhluk yang sejenis dengan dirinya.
"Siapa kau?" bau aroma tubuh mu tidak asing bagiku" ujar sang nenek tua sambil melihat ke arah zaenal.
Zaenal segera turun dan berdiri tepat di hadapan sang nenek tua. Terlihat sang nenek tua mata satu sedang memegang sebuah cawan berwarna hijau. Cawan itu mengeluarkan asap dan terlihat baru saja nenek tua itu menghisap asap yang ada di dalam cawan milik nya itu.
"Aku ingin, kau mengeluarkan aku dan majikanku dari sini" ucap Zaenal
__ADS_1
"Ha ha ha" kau sangat bodoh sekali" Bukankah dia berbeda dengan mu?" Mereka semua adalah manusia dan kau bukanlah manusia seperti mereka" bisa bisanya kau sangat tunduk dan patuh pada mereka" Apakah mereka telah memberikan mu sesuatu perjanjian hingga kau terbelenggu akan perintah mereka?" jika memang benar, aku bisa melepaskannya dan kau bisa pergi bebas tanpa harus bersama mereka lagi" ujar sang nenek tua mata satu pada zaenal.
Untungnya, semua ucapan yang dilontarkan oleh nenek tua mata satu tak begitu digubris oleh Zaenal dan dirinya tetap bersikukuh ingin pergi dari tempat itu.
"Diamlah nenek tua bangka" Aku ingin pergi bersama majikanku dan akan terus bersama mereka" Kau tak perlu ikut campur" ujar zaenal geram.
Zaenal mulai mengamuk hingga sebuah cawan milik sang nenek tua yang diletakkan di meja miliknya terjatuh.
"Pyar" cawan milik sang nenek pecah dan pecahan itu mengeluarkan asap yang mengepul.
Dengan wajah yang menunjukkan kemarahannya, sang nenek tua mulai menyerang zaenal dengan menggunakan tongkat miliknya.
"Jika kau tak mengidahkan nasehatku, aku akan melenyapkan kau dari sini" ucap sang nenek geram.
__ADS_1
Nenek tua itu bertubi tubi memukul kan tongkat miliknya ke arah zaenal, namun usaha sang nenek sia sia karena setiap tongkat itu diarahkan ke tubuh Zaenal, tongkat itu melakukan penolakan yang tidak diketahui penyebab nya.
"Hah, kenapa ini bisa terjadi?" gumam sang nenek tua penasaran.
Karena tongkat sakti miliknya menjadi tak berfungsi, nenek tua itu segera mengambil kaca di belakang punggungnya yang bungkuk.
"Nenek tua, apa yang sedang kau lakukan?" kau akan mengambil senjatamu yang lain?" Ha ha ha, aku tak takut akan hal itu" Kemarilah, dan seranglah aku" Tubuh mu yang tua renta sudah tak bisa diandalkan lagi" ujar Zaenal dengan senyum sinis.
Nenek tua mata satu tak menghiraukan Zaenal dan terus membaca sebuah mantra dan mengarahkan nya ke kaca miliknya itu.
Setelah pembacaan mantra selesai, terlihat jelas dalam kaca itu sosok yang tak pernah dia duga.
"Hah?" apa aku tidak salah lihat?" Zaenal cucuku sendiri?" gumam nenek tua itu dengan wajah penuh penyesalan
__ADS_1
Di dalam kaca itu terlihat jelas sosok Zaenal yang sebenarnya.