Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Terbebas


__ADS_3

Subhan merasa senang ketika melihat jin peliharaannya sudah datang.


" Zaenal, gimana?" apakah kamu tahu jalan keluar dari tempat ini?" tanya Subhan penasaran


Zaenal langsung menjawab


" Tuan, lihatlah ke arah kanan di ruangan ini, ada sebuah lubang kecil yang hanya bisa dilewati oleh bangsa jin seperti aku" Tubuh mu tak bisa keluar dari tempat ini, kecuali aku bisa mencuri kunci pintu yang sekarang masih berada di tangan nenekku" ucap Zaenal pada Subhan.


Subhan segera mengamati setiap lubang kecil yang ada di sisi kanan ruangan itu. Memang terlihat ada lubang kecil disana dan jumlah lubang nya pun sangat banyak. Hanya saja tubuh Subhan tak mungkin bisa melewatinya. Hingga beberapa saat kemudian, Subhan mulai bertanya tentang sebuah cawan yang berjumlah empat dan cawan itu dipegang erat oleh zaenal.


" Zaenal. Darimana kau mendapatkan cawan itu?" Apakah nenek mu memberikan cawan itu kepadamu?" tanya Subhan penasaran


"Iya, nenek ku memberikan empat cawan ini kepadaku" Ucap Zaenal pada Subhan.


"Nenek ku berpesan agar aku menangkap tuan Subhan bersama ayah, ibu dan pak Sarto" jawab Zaenal jujur.

__ADS_1


Mendengar ucapan dari Zaenal yang langsung menuju ke arah yang sedikit membuat Subhan cemas, Subhan, ayah ibu Subhan, dan Sarto mulai mundur beberapa langkah menjauh dari Zaenal.


Melihat tingkah keempat manusia itu, Zaenal sedikit bingung dan mulai bertanya pada Subhan


"Tuan, mengapa kau menjauh dariku?" tanya Zaenal penasaran


Subhan segera memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan Zaenal, agar dirinya tak menunjukkan kelemahannya di hadapan Zaenal, jin bodoh yang rela mengikutinya kemana dia pergi.


"Ehm, aku menjauh darimu karena pastinya, nenek mu menginginkan kematian kami semua" Apakah sekarang kau akan bekerja sama dengan nenekmu, ataukah kau akan ikut aku seperti awal kita bertemu?" tanya Subhan memberanikan diri untuk bertanya balik pada Zaenal.


"Tuan, aku tak mungkin menangkap mu" Tapi menurut ku, jika aku tak menangkap mu dan menyembunyikan mu di dalam.cawan ini, pasti nenek ku mencari kalian semua, aku tak yakin kalian semua bisa selamat" jawab Zaenal


Hingga akhirnya setelah berdiskusi, mereka berempat menyerah akan keadaan dan memasrahkan semua keputusan kepada jin Zaenal.


Tak ada pilihan lain kecuali percaya pada jin Zaenal dan bersembunyi di dalam cawan, agar jin Zaenal bisa membawa mereka keluar dari dalam rumah tua milik sang nenek tua mata satu.

__ADS_1


Zaenal mulai melakukan nya. Perlahan Zaenal membuka tutup cawan pemberian sang nenek dan ketika tutup keempat cawan itu mulai terbuka, tiba tiba keempat cawan itu mulai mengeluarkan asap yang sangat gelap dan pekat.


"Hah, kenapa menjadi gelap sekali?" Aku tak bisa melihat apapun" teriak Subhan, begitu juga dengan Sarto, ayah dan ibu Subhan.


Mereka berempat mulai kebingungan dan terbatuk batuk. Jin Zaenal juga ikut bingung karena baru pertama kalinya dia membuka tutup cawan aneh pemberian sang nenek.


"Tuan tenanglah, jangan bergerak sama sekali" Aku akan memasukkan kalian ke salah satu cawan agar kalian bisa tetap bersama" ucap jin Zaenal dan perkataan jin zaenal itu tedengar di telinga Subhan, Sarto serta ayah dan ibu Subhan.


Seketika, asap mengepul dan menuju ke arah mereka berempat. Tubuh mereka berempat menjadi mengecil dan masuk ke dalam cawan itu.


Hingga akhirnya


"Brukkk" tubuh mereka berempat terperangkap ke dalam cawan yang saat itu dipegang oleh jin Zaenal.


Sambil mengetuk cawan itu jin Zaenal mencoba memastikan bahwa tuan nya Subhan baiik-baik saja di dalam cawan.

__ADS_1


"Tok tok tok" jin Zaenal mengetuk cawan itu dan mendekatkan telinganya di cawan milik nya.


"Tuan, apakah kau mendengar suaraku?"


__ADS_2