Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Botol misteri


__ADS_3

Pelan-pelan Subhan membuka botol pemberian Sutikno itu dan ketika tutup mulai terbuka, Subhan terkejut melihat isi botol itu.


Sebuah botol yang awal dia meminum nya terlihat bersih dan berisikan air putih jernih, kini terlihat berwarna merah seperti darah nya ketika dia terluka waktu itu.


"Loh, ini botol berisi darah?" ucap Subhan. Wajah Subhan terlihat pucat waktu itu karena melihat fenomena yang tak pernah diharapkannya.


Namun, Subhan masih berusaha berpikiran positif dengan mengedipkan matanya lagi seperti saat dirinya masih bersama Sutikno.


Saat itu, di tengah sungai, Awal dia melihat makanan yang dibawakan nenek untuk nya terlihat seperti tulang belulang yang pernah di lihat nya di kamar, setelah dia mengedipkan mata dan berbincang dengan Sutikno sejenak, makanan yang dimakannya berubah menjadi makanan yang biasa dia makan yaitu daging ayam biasa.


Namun usaha Subhan untuk mengubah minuman itu menjadi minuman biasa tak berhasil lagi. Minuman itu tetap berwana merah dan berbau amis.


Untuk membuktikan nya, Subhan akhirnya memberanikan diri untuk meminum air itu karena dalam hati kecil nya masih penasaran dengan rasa dari air itu.

__ADS_1


Dan ketika Subhan memasukkan air itu ke dalam mulut nya, hati Subhan bergetar hebat. Subhan merasa, rasa minuman itu sama dengan rasa ketika dirinya meminum air itu bersama Sutikno


"Hah, air ini terasa asin sama persis dengan saat aku meminum nya beberapa hari yang lalu" Hanya saja, bau amis baru terdengar sekarang di hidungku" ucap Subhan lirih.


Mengetahui fenomena yang aneh ini, Subhan tak kuat menahan rasa penasaran dan dengan tangan masih gemetar, Subhan mulai membawa bungkusan sisa makanannya beserta air botol miliknya ke tepi sungai.


"Ustad, aku sudah membawa bekal ku saat aku menuju ke mari" ucap Subhan pada ustad Soleh.


"Pak, aku sangat takut sekali" Mengapa makanan ku dan minuman milik ku menjadi seperti ini?" Apa aku salah lihat?" tanya Subhan berusaha bertanya pada ustad Saleh maupun Sarto.


Ustad Saleh diam sejenak dan meminta Subhan untuk kembali ke rumah Sarto agar hatinya sedikit tenang.


"Nak, kamu pulang aja duluan ke rumah pak Sarto, nanti bapak jelaskan semuanya" Sepertinya wajahmu sangat pucat sekali" ucap ustad Saleh pada Subhan

__ADS_1


Subhan pun mengangguk dan berjalan lebih dulu di depan ustad Saleh dan Sarto. Sementara itu ustad Saleh dan Sarto ikut berjalan di belakang Subhan


Sesampai di rumah pak Sarto, Subhan mengurung diri di kamarnya dan selalu memikirkan hal aneh yang baru saja dialaminya. Sementara itu jubah putih masih terlipat rapi tepat didepannya. Jubah itu belum dipakai Subhan sama sekali karena takut jika bertemu dengan pak tua itu. Subhaj merasa tak punya nyali lagi setelah pengalaman aneh yang baru saja di laluinya itu.


Ustad Saleh yang baru sampai di rumah Sarto akhirnya langsung menuju ke kamar Subhan karena tak melihat Subhan di ruang tamu.


Sambil mengetuk pintu kamar Subhan, Ustad Saleh memanggil Subhan dengan suara pelan.


"Nak, tolong buka pintunya, aku akan menjelaskan semuanya kepadamu" Sejak kamu mulai menyeberang sampai kamu sampai ke desa ini" ucap ustad Soleh pada Subhan.


Mendengar panggilan dari ustad Soleh, Subhan langsung membuka pintu kamarnya. Subhan pun berkata


"Ustad, tolong ceritakan apa yang terjadi dengan ku" pinta Subhan pada ustad Saleh

__ADS_1


__ADS_2