
Subhan pun mulai meminum teh hangat buatan rukmini istri Sarto. Tampak wajah Subhan sedikit segar setelah meminum teh manis.
"Wah, minuman ini terasa enak" Selama aku hidup aku tak pernah merasakan minuman enak ini" ucap Subhan pada rukmini.
"Loh, emangnya kau belum pernah minum teh ya?" tanya rukmini penasaran
"Aku belum pernah meminum minuman macam ini" Minuman yang sering aku minum terasa asin" ucap Subhan jujur.
"Oh ya ya" jawab rukmini pendek.
Rukmini mengamati wajah Subhan yang tampak pucat. Sementara itu Sarto mulai bertanya beberapa hal pada Subhan
"Nak, namamu siapa?" tanya Sarto pada Subhan
"Namaku Subhan pak" Aku hidup di desa sebelah bersama kakek dan nenek saya" ucap Subhan jujur
__ADS_1
"Desa sebelah yang mana?" Nama desamu apa?" Saat kau datang ke sini kau mengatakan kau tinggal di desa teluk meriang" Setahu ku, tak ada nama desa itu nak" ucap pak Sarto pada Subhan.
Subhan yang mendengar ucapan pak Sarto mulai berpikir tentang kehidupannya bersama kakek dan nenek nya.
Memang, selama Subhan tinggal bersama kakek dan nenek nya, kehidupannya bisa dibilang monoton dan terarah. Namun, Subhan menjalani nya dengan senang karena kakek dan nenek nya sangat sayang kepadanya.
Yang ada di pikiran Subhan adalah rasa kehilangan atas teman setianya bersama Sutikno.
"Pak, apakah bapak tidak bertanya pada penduduk disini?" mungkin bapak tak tahu desa tempat tinggal ku" ucap Subhan berusaha mempertahankan pendapatnya
"Oh, kau mempunyai teman bersama Sutikno, apa mungkin dia hanyut di sungai?" Saat kau datang ke sini, kau tak bersama siapa-siapa" ucap Sarto dengan nada serius
"Ya pak, aku benar-benar kehilangan Sutikno" Aku menyesal telah pergi menyeberang ke desa ini dan tidak menuruti nasehat nenek" ucap Subhan sambil menitikkan air mata.
Sarto yang ada di sebelah Subhan berusaha menenangkan hati Subhan yang terlihat sangat sedih.
__ADS_1
"Tenanglah nak, kau istirahatlah dulu" Besok, aku akan mengantarkan mu ke rumah sesepuh di desa ini" Mungkin dia tahu desa yang kau tempati" ucap Sarto pada Subhan
"Iya pak, aku ingin pulang dan kembali ke rumah kakek dan nenek" Aku ingin meminta maaf pada mereka berdua" Karena aku menyeberang sungai, aku berpisah dengan mereka" Bahkan, aku juga kehilangan Sutikno sahabatku sendiri" ucap Subhan tak kuat menahan tangis.
Subhan mengingat Sutikno yang selalu setia menemaninya sampai ke tepian. Tapi Sutikno tak bisa menikmati indahnya desa sebelah. Makanan di tempat itu yang menurut Subahn sangat enak dan berbeda dengan makanan yang dia rasakan di desanya, dan orang-orang di desa itu ajuga sangat antusias atas kehadirannya.
Sambil menghibur Subhan yang terlihat sedih, pak Sarto memanggil Hasan agar dia mau menemani Subhan dan menggantikam Sutikno.
"Hasan, kemarilah" Temani Subhan bermain ya?" Kau pasti tahu keinginan Subhan dibanding bapak karena usia kalian tak jauh beda" ucap Sarto pada hasan.
"Iya pak" jawab hasan pendek.
"Subhan, ayo kita bermain di depan rumahku?" tanya hasan memberi semangat pada Subhan.
"Ya ya ya" baiklah" jawab Subhan.
__ADS_1
Sejenak Subhan merasa tenang karena dia telah mendapatkan pengganti Sutikno sebagai teman dekat. Namun kebaikan Sutikno sangat melekat di dalam hatinya. Tak ada yang bisa menggantikan Sutikno di dalam hatinya.