
Maaf teman teman regulasi noveltoon berubah menjadi lebih baik jadi aku nulis lagi..cerita ini mau aku tamatin ya? Ntar aku buat cerita yang seru lagi..dan semoga pembaca gak bosan nunggu ceritaku karena aku usaha gak lama update nya..maaf hiatus lama karena aku sibuk kerja.cari cuan lain...nah sekarang aku libur dua hari...jadi menulis lagi
Nenek tua mulai mengejar mereka dan ternyata pengejaran itu berhasil mengejar mereka berlima.
"Hei, kalian mau pergi ke mana?" tak ada jalan lain untuk kalian selain menjadi pengikut ku untuk selamanya"
"Ini alamku, jadi kalian semua tak kan mungkin bisa keluar dari alam ini sebelum aku buka tabir pembatas alam ku dan alam kalian" ucap sang nenek tua sambil memandang sinis ke arah Subhan, ayah ibu Subhan dan Sarto.
Jin zaenal yang saat itu juga berada di sana berusaha menghalangi nenek nya agar tidak menyerang Subhan dan keluarganya
"Nek, sudahlah" Lepaskan mereka" Sasaran nenek sudah banyak, untuk apa mengejar mereka lagi?" ucap jin Zaenal sambil menarik tangan nenek nya.
Nenek tua itu melirik ke arah jin zaenal dan berkata
"Kau tak perlu ikut campur"
"Pergilah nak" aku akan mengurung mu untuk sementara waktu" ucap nenek tua kesal.
__ADS_1
Nenek tua mata satu segera melempar tubuh jin zaenal dan pergi menjauh dari Subhan dan keluarganya. Sementara itu Subhan dan Sarto berusaha pergi dengan menggandeng kedua orang tua Subhan yang sedikit lemah.
"Hei, mau lari kemana kau manusia?"
"Ha ha ha" tawa nenek tua mata satu makin keras hingga membuat Subhan merinding.
Tampak perahu yang sudah usang ada di pinggir sungai dimana Subhan pertama kalinya terdampar di pulau itu.
"Subhan....., ayo kita menuju ke perahu itu" panggil Sarto sambil membopong ayah Subhan. Keringat Sarto mulai menetes hingga membasahi tubuhnya.
"Iya paman", jawab Subhan berusaha menggandeng tangan ibunya.
Terlihat tenaga nenek tua mata satu mulai melemah ketika telah sampai di pinggir sungai.
"Hah, nenek tua itu kenapa diam?" tak bisa mengejar kita setelah kita ada di atas perahu?" tanya Suhan keheranan.
"Entahlah nak, ayo kita pergi dari tempat ini" anak istriku sudah menunggu di rumah" ucap Sarto pada Subhan.
__ADS_1
Nafas Sarto semakin berat saja karena tenaga nya mulai melemah semenjak terdampar di desa hantu yang ditinggali nenek tua mata satu.
Mereka hanya minum air selama terdampar di desa itu, termasuk Subhan dan orang tua Subhan.
Walau begitu, mereka berempat percaya alan keajaiban, dan hal itulah yang membuat mereka semangat untuk pulang.
Dari kejauhan, mereka berempat melihat nenek tua mata satu berusaha turun ke sungai namun akhirnya pergi lagi dari sungai itu. Terlihat kaki nya seperti yang terbakar.
"Subhan, lihatlah nenek tua mata satu" Ada banyak hal rahasia di dalam sungai ini" Makluk lelembut seperti nenek tua itu tak bisa melewati sungai ini" Ada apa ya?" tanya Sarto pada Subhan.
"Entahlah pak" Sepertinya ada hal aneh dari air yang ada di dalam sungai ini" Sebentar ya?" Aku ingin mengambil air dari sungai ini" ucap Subhan sambil memasukkan tangannya ke dalam sungai angker itu
Tangan Subhan mulai masuk dan terasa hawa sangat dingin merasuk ke tulang Subhan
"Paman, air sungai disini terasa seperti es saja" ucap Subhan pada Sarto
"Mana?" coba aku ingin merasakan air nya" ucap Sarto sambil meletakkan tangannya di sungai.
__ADS_1
"Hem, dingin sekali" jawab Sarto pada Subhan.
Sementara itu, di tempat sang nenek tua mata satu, terlihat sang nenek tua dengan wajah penuh lesu kembali ke tempat tinggal nya dengan keadaan tubuh terluka. Wajahnya yang keriput mulai terlihat makin keriput. Tenaga nya terkuras oleh dinginnya air sungai.