Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
lorong gelap


__ADS_3

Di lorong itu, Subhan dan Sutikno tak banyak bicara. Selain suasana di lorong itu dingin, Subhan seperti berada di dunia berbeda.


"Sutikno, suasananya sangat dingin" Aku kedinginan sekali" ucap Subhan sambil duduk di atas rakit.


"Apakah kau tak merasa kedinginan?" tanya Subhan pada Sutikno


"Aku tak merasakan dingin sekali karena aku telah terbiasa Subhan" jawab Sutikno santai. Dia tetap mendayung rakit miliknya.


"Oh ya ya" jawab Subhan tanpa banyak bertanya lagi


Saat kedinginan melanda, Subhan teringat akan jubah putih yang diberikan sang kakek. Namun Subhan tak berani memakai nya karena sang kakek berpesan boleh memakai jubah putih itu ketika Subhan telah sampai di tepi sungai.


"Oh, aku punya jubah pemberian sang kakek" Aku ingin memakai nya karena dingin sekali" gumam Subhan dalam hati

__ADS_1


Rasa ingin memakai jubah itu tetap di tahan oleh Subhan sehingga tubuh Subhan benar-benar dingin bagai es.


Sutikno yang melihat hal itu langsung mendekati Subhan dan memeluk sahabatnya itu


"Subhan, biar kita saling berpelukan" Sebentar lagi kita akan sampai, kau pasti senang melihat desa sebelah" ucap Sutikno


Subhan dan Sutikno saling berpelukan dan hal itu membuat tubuh Subhan sedikit demi sedikit terasa hangat.


Di pertengahan lorong, muncul beberapa orang yang berwajah aneh. Subhan bisa melihat mereka dengan jelas karena orang itu memakai lilin dan diletakkan di atas kepala mereka. Kebanyakan mereka mempunyai kepala yang gundul dan sebagian besar mereka adalah laki laki dan perkiraan usianya sama dengan Subhan dan Sutikno.


Sutikno, siapa mereka?" tampaknya mereka semua ingin menghalangi perjalanan kita ya?" tanya Subhan sedikit takut.


"Ehm, sepertinya tidak, mereka hanya penunggu lorong ini" Kau diam saja dan jangan bergerak" ucap Sutikno memperingatkan Subhan.

__ADS_1


"Oh, sepertinya kau banyak tahu Sutikno, Ah yasudahlah" Aku tak mau bertanya lagi karena percuma aku bertanya karena jawabannya akan tetap sama" ucap Subhan sambil duduk diam sesuai dengan arahan Sutikno


Saat Subhan melewati beberapa orang itu, terlihat beberapa orang dengan wajah aneh itu memegang tubuh Subhan. Namun anehnya mereka tidak memegang tubuh Sutikno.


Subhan terlihat sedikit geli dengan apa yang dilakukan oleh makhluk aneh itu. Wajah mereka semakin terlihat jelas di mata Subhan dan Subhan tak berani berteriak karena takut.


Subhan ingat benar dan melihat wajah mereka dengan sangat jelas. Wajah makhluk itu tak mempunyai rambut dan muncul lentera di atas kepala mereka. Mulut mereka lebar dan mata mereka sipit. Hampir mirip seperti alien jika di dunia modern.


Subhan memenjamkan matanya karena tak kuat menghadapi makhluk itu lama-lama. Makhluk itu terlihat memegang tangan dan tubuh Subhan.


Rasanya Subhan ingin muntah karena saat makhluk itu mendekati Subhan, bau menyengat muncul di tubuh mereka. Seperti bau busuk. Sutikno yang ada di samping Subhan tampak nya terus mendayung rakit nya menjauh dari makhluk aneh itu.


Sayangnya, ada satu makhluk aneh yang tetap bertahan di atas rakit milik Subhan dan Sutikno. Air liur makhluk itu menetes dan menbasahi baju Subhan.

__ADS_1


__ADS_2