Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Ternyata benar


__ADS_3

Hingga akhirnya tak menunggu waktu lama, jin zaenal kembali menemui Subhan dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Subhan, aku tahu keberadaan kakek tua itu" ucap Jin zaenal pada Subhan.


"Dimana?" dan mengapa dia selalu mencul dihadapan ku secara tiba-tiba?" tanya Subhan penasaran


"Kakek tua itu ternyata jin penunggu sungai ini" Dia sudah hidup ribuan tahun lalu dan tak kan mengganggumu lagi" ucap jin Zaenal pada Subhan.


"Loh, kenapa kok tidak menggangguku lagi?" tanya Subhan penasaran


"Karena jubahnya sudah kamu cuci di sini" aura gaib nya telah hilang dan dia akan pergi dari jubah ini untuk selamanya" ujar jin zaenal pada Subhan.


"Oh, berati dia sekarang telah pergi?" Apakah dia tetap berada di sungai itu?" tanya Subhan penasaran

__ADS_1


"Ya tuan, dia akan tetap menjadi penjaga sungai di sana" Namun dia hanya sebagai penunggu dan tak kan menampakkan wajahnya lagi pada manusia" ujar jin zaenal


"Oh ya sudah" Kalau begitu, bagaimana dengan kamu?" apakah kamu akan ikut aku selamanya sampai aku mati?" tanya Subhan pada jin Zaenal


"Iya tuan, aku akan menjadi pengikut mu sampai mati karena aku sudah tak punya keluarga lagi" Simpanlah aku di dalam cincin biru milik mu, dan aku minta tiap malam satu suro, sediakan kemenyan dan kopi dan ayam cemani untukku" Aku akan dengan senang hati memakannya" ucap jin zaenal pada Subhan.


Subhan terus berpikir dan sangat was was dengan penawaran jin zaenal. Subhan teringat ucapan ustad Saleh jika dirinya tak boleh bekerja sama dengan jin karena akan membuat hidup nya tak bisa wajar seperti orang kebanyakan.


Disisi lain, Subhan juga kasihan pada jin zaenal yang sudah sangat setia mau menemaninya sampai akhir perjalanan. Bahkan Subhan pernah dibantu terlepas dari sang nenek mata satu yang merupakan nenek dari jin zaenal sendiri.


"Ya, Sudahlah, untuk sementara waktu kau ikut aku saja, nanti aku pikirkan mau aku bawa kemana kamu" ucap Subhan sambil memasukkan kembali tubuh jin zaenal ke dalam cincin permata biru itu.


Sementara itu selesai mencuci jubah usang miliknya, Subhan kembali ke ruang tamu dimana kedua orang tuanya dan Sarto berada di sana.

__ADS_1


"Gimana Subhan?" Apakah kau sudah selesai mencuci jubahnya?" tanya Sarto pada Subhan


"Ya, sudah pak" jawab Subhan pendek.


Mereka berempat akhirnya berbincang tentang pengalaman mereka dan menyampaikan nya pada Rukmini. Sementara itu Rukmini mendengarkan nya dengan seksama. Wajah serius Rukmini membuatt Sarto semangat untuk menceritakan pengalamannya.


Sementara itu, nenek tua mata satu berteriak sangat kencang hingga rumahnya sedikit retak. Dirinya sangat marah karena mempunyai cucu yang durhaka seperti zaenal.


Terlihat sosok lelaki, tetap berada di pintu pertama rumah sang nenek. Lelaki itu adalah lelaki yang pertama kali ditemui Subhan saat dirinya terjebak di rumah sang nenek.


Jiwanya makin kurus dan tetap terperangkap di rumah itu. Nasibnya berbeda dengan Subhan yang bisa lepas dari cengkeraman sang nenek.


Tubuh nya semakin lama semakin kurus dan jiwa nya mulai rusak. Energi jiwa lelaki itu lambat laun merasuk ke dalam tubuh sang nenek yang terluka dan mulai memperbaiki sel kulit nenek yang rapuh.

__ADS_1


"Aku harus mencari korban lagi karena persediaan jiwa ku telah menipis" gumam nenek tua mata satu sambil memandang ke arah desa Sarto yang tampak ramai


Tamat.....


__ADS_2