Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Makhluk usil


__ADS_3

Subhan terus memejamkan matanya tanpa berani membuka matanya. Hingga Sutikno berkata


"Subhan, bukalah matamu, makhluk aneh itu telah pergi" Tapi tampaknya ada satu makhluk yang akan menumpang perahu kita sampai ke tepian" ucap Sutikno pada Subhan


"Oh ya, Sutikno, tapi aku takut melihat makhluk aneh itu" Aku ingin muntah jika melihat wajah mereka" ucap Subhan pada Sutikno


"Subhan, kali ini, bertahanlah sebentar" Dia gak kan mengganggu kita" ucap Sutikno sambil menggoyang-goyangkan tubuh Subhan


"Oh ya, aku akan mencobanya" jawab Subhan


Perlahan-lahan Sutikno mulai membuka matanya. Terlihat wajah aneh makhluk itu tepat berada di depannya


"Ah, Sutikno, tolong aku" teriak Subhan sambil berlari mundur kebelakang. Sutikno mulai memegang tubuh Subhan dan menenangkan sahabatnya itu.


Makhluk aneh itu tampaknya tak berbicara sepatah katapun pada Subhan. Hanya memegang tangan dan kepala Subhan layaknya sebuah mainan yang baru baginya

__ADS_1


"Sutikno, siapa makhluk ini?" tanya Subhan penasaran


"Subhan, makhluk ini yang akan mengantarkan kita keluar dari lorong" ucap Sutikno pada Subhan.


"Oh, emangnya apa kita memerlukan makhluk ini untuk sampai ke tepian?" tanya Subhan penasaran


"Ya, Subhan" Lentera yang dimiliki nya sangat membantu kita untuk melihat arah mana yang akan kita lalui" Bukankah sebelum nya suasana lorong ini sangat gelap?" tapi setelah ada makhluk ini, suasana lorong bisa kita lihat dengan jelas" ucap Sutikno pada Subhan


"Oh ya ya, jawab Subhan singkat"


"Ya, aku merasakan nya" Tapi, tenang saja" Ini hanya berlaku sementara saja"Kau akan terbebas dari makhluk ini jika telah sampai ke tepi sungai" ucap Sutikno pada Subhan


"Oh ya, satu lagi" Jika kau sudah sampai ke tepian, jangan pernah membalikkan badanmu lagi dan teruslah berlari menjauh dari sungai" pinta Sutikno pada Subhan.


"Oh ya Sutikno, aku akan menjalankan semua nasehatmu" Trus kita berdua jika sudah sampai ke tepi mau kemana?" Apakah kita akan melihat pertunjukan di desa sebelah?" Aku pernah mendengar jika di desa sebelah lebih maju dari desa kita dan di sana banyak pertunjukan yang pastinya menarik untuk kita lihat" ucap Subhan pada Sutikno

__ADS_1


"Oh ya Subhan, kita harus menikmati suasana di desa sebelah" Dan pastinya kita akan kembali ke desa kita lagi nantinya dengan membawa segudang pengetahuan di sana" ucap Sutikno pada Subhan.


"Ya, kau benar Sutikno" jawab Subhan sedikit lega.


Bau anyir yang ada pada tubuh makhluk itu berangsur-angsur telah terbiasa di hidung Subhan. Dan akhirnya Subhan bisa bertahan dengan keberadaan makhluk itu.


Makhluk aneh itu berputar-putar mengelilingi Subhan saja tanpa berinteraksi dengan Sutikno. Hal itu membuat Subhan makin risih namun ditahannya.


Karena geram, Subhan memberanikan diri menggenggam tangan makhluk itu hingga membuat makhluk itu menghentikan kegiatannya.


"Kiek..." sssssst" Suara makhluk itu berbunyi dan berdesir. Suaranya mirip suara ular yang sedang ingin menggigit


"Diam kau, jangan berputar terus mengelilingi tubuhku" ucap Subhan pada makhluk aneh itu.


Tak ada jawaban dari makhluk itu. Hanya suara desiran yang terus menerus terlontar di mulut makhluk itu.

__ADS_1


Sutikno yang sejak tadi mendayung rakit mencoba menghalangi Subhan agar tak menyiksa makhluk itu.


__ADS_2