Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Keterangan sang dedemit


__ADS_3

Sambil berpikir tentang orang tua Subhan, Ustad Soleh merebahkan tubuh nya di atas kasur nya yang mulai usang.


"Lebih baik, aku mencari orang tuanya melalui kekuatan batin yang aku miliki" gumam Ustad Saleh dalam hati.


Ustad Saleh akhirnya mulai duduk bersila di kamar tidur nya. Kedua matanya mulai terpejam dan dirinya mulai bermeditasi.


Ustad Saleh melakukan rogoh Sukmo,(jiwa terlepas dari jasad) untuk mengetahui kondisi orang tua Subhan yang tak diketahui keberadaannya.


Hingga suatu saat, jiwa ustad Soleh mulai terlepas dari tubuh nya.


Ustad Saleh mulai melihat ke seluruh ruangan yang ada di dalam kamarnya. Tak ada penampakan makhluk apapun di depannya.

__ADS_1


Setelah ustad Saleh mulai bisa mengontrol jiwa nya, akhirnya jiwa ustad Saleh terbang menuju ke arah rumah Sarto, dimana Subhan berada di sana.


"Aku harus melihat kondisi Subhan terlebih dahulu" gumam jiwa Ustad Saleh. Jiwa ustad Saleh terbang berputar mengembara hingga sampailah dirinya di rumah Sarto.


Pintu kamar Subhan tertutup seperti biasanya. Tanpa membuka pintu kamar Subhan, jiwa ustad Saleh mampu menembus kamar itu hingga membuat penunggu rumah Sarto terkejut.


"Hah, siapa dia?" dedemit seperti kita kah?" tanya salah satu dedemit yang selalu mengikuti Subhan ketika berada di lorong sungai.


Rupanya, dedemit gundul yang terus mengikuti Subhan itu adalah dedemit yang mempunyai lentera penerang dan dedemit itu sempat di lihat oleh Subhan. Namun karena Subhan sudah melewati lorong perbatasan antara dunia dedemit dan dunia manusia, maka Subhan tak dapat melihatnya lagi karena ada tabir penghalang jika seseorang telah keluar dari negeri gaib.


Ustad Saleh sedikit menahan nafas nya karena bau busuk muncul dari mulut dedemit itu. Dedemit itu selalu membuka mulut nya dan berusaha mendekati ustad Saleh.

__ADS_1


Ustad Saleh berusaha berkomunikasi dengan dedemit itu tentang apa yang telah terjadi pada Subhan.


"Hei, Dedemit" Mengapa kau selalu mengikuti Subhan?" Apakah anak ini mempunyai hutang kepadamu?" tanya ustad Saleh penasaran


"Ya, dia mempunyai hutang kepadaku" Temannya yang bernama Sutikno telah memintaku menerangi jalan di lorong perbatasan negeri ku dan negeri manusia"


"Lihatlah sekarang, Subhan selamat berkat pertolongan ku" Dia belum memberi imbalan apapun kepadaku, makanya aku akan selalu mengikuti nya kemanapun dia pergi" ucap salah satu dedemit yang saat itu berada di punggung Subhan.


"Oh ya, kalau saja aku tak memberi lentera itu, Subhan pasti kedinginan dan situasi lorong akan semakin gelap dan manusia biasa, tak kan mungkin bisa melewati lorong itu" ucap dedemit itu


Saat berbicara dengan ustad Saleh, dedemit itu sambil menjilat punggung Subhan yang hitam legam. Jika Subhan sampai bisa melihat dedemit itu, pastinya Subhan sudah pingsan berhari-hari, dan tak kan kuat melakukan aktivitas nya di dunia manusia.

__ADS_1


Ustad Saleh menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah dedemit nakal itu. Karena Ustad Saleh ingin melindungi Subhan, akhirnya ustad Saleh bertanya pada dedemit itu, bayaran apa yang pantas diterima mereka, agar mereka mau pergi meninggalkan Subhan dan tak mengganggunya lagi.


"Ya, kalau begitu, apa yang kau mau dari anak kecil ini?"tanya ustad Saleh kesal


__ADS_2