Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Titik Temu


__ADS_3

"Nak, bapak minta ceritakan semuanya pada bapak, apa yang kau alami selama berangkat dari desa teluk meriang sampai kau terdampar di sini" ucap ustad Saleh


"Pak, sebelum aku sampai di sini, aku sangat bahagia bersama kakek dan nenek ku" ucap Subhan. Mata Subhan mulai menerawang ke dinding rumah milik Sarto. Saat bercerita tampak Subhan sangat menghayati sekali.


"Kalau boleh tahu, siapa nenek mu?" tanya ustad Saleh pada Suban.


"Nenek ku bernama Supatmi, dan kakek ku bernama mujadi" ucap Subhan dengan sangat yakin.


Mendengar nama yang tak asing di telinganya, ustad Saleh berkata


"Apa kau tinggal di lereng gunung merapi?" tanya ustad saleh tiba-tiba


"Loh, kok ustad Saleh tahu?" Ya benar sekali" Aku tinggal di bawah lereng merapi dan desaku bernama desa teluk meriang" ucap Subhan dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Desa teluk meriang?" gumam Ustad Saleh sambil mengingat sekitar 10 tahun yang lalu, dia menerima tamu sepasang suami istri yang berhasil selamat dari letusan gunung merapi yang menyerang desa itu.


"Oh, siapa nama ayah dan ibumu" ucap Ustad Saleh mulai bertanya tentang nama ayah ibu Subhan.


"Ayah ku bernama Suparman dan ibuku bernama Sumiati" Itu kata nenek sih" Nenek ku mengatakan ayah dan ibuku tak pernah kembali ke desa setelah pergi merantau menyeberangi sungai dekat desa" Makanya aku juga gak boleh menyeberangi sungai ini" Sayangnya, aku sangat bandel dan dengan sembunyi-sembunyi menyeberangi sungai ini ustad" Sekarang, aku menyesal, aku ingin kembali ke desaku" Nenek ku pasti mencariku" ucap Subhan dengan mata masih berkaca-kaca.


"Ustad Soleh menggelengkan kepalanya dan berusaha menghalangi rencana Subhan itu dengan berkata


"Kalau bisa, kamu jangan kembali ke desa itu nak" Kalaupun kau ingin kembali, aku akan menemanimu kembali ke sana" Dengan begitu kau akan melihat secara nyata apa yang sebenarnya telah terjadi" ucap ustad Soleh pada Subhan


Ustad Saleh mulai menghela nafas panjang dan bercerita tentang kisah desa yang dihuni Subhan itu.


"Ketahuilah nak, desa yang kamu tinggali sekarang itu tidak ada" jawab ustad Saleh singkat

__ADS_1


"Loh, tidak ada?" apa kakek dan nenek ku dalam bahaya?" tanya Subhan semakin tak mengerti


"Tidak Subhan" Bukan begitu maksud ku" Tapi, sebenarnya, kau tinggal sendirian di desa itu" jawab ustad Saleh singkat.


"Desa itu telah hilang setelah letusan gunung merapi yang menyerang sekitar 10 tahun yang lalu" kata ustad Saleh nemperjelas jawabannya.


"Loh, kalau memang hilang, mengapa aku masih ada di sana ustad?" ustad pasti bohong" ucap Subhan setengah tak percaya.


"Nak, kalau tidak percaya, aku akan mengantarkan kamu menuju desa itu" Tapi aku harus ikut bersamamu, karena kau tak mungkin aku biarkan sendiri" ucap ustad Soleh pada Subhan


"Ya ustad, aku ingin kembali dan melihat nenek ku" Aku masih tak percaya atas apa yang kau ucapkan" jawab Subhan.


"Yasudah nak, tidurlah dulu" Besok kita berbincang lagi" Sekarang aku akan pulang dulu" jawab ustad Saleh

__ADS_1


Ustad Saleh langsung pergi meninggalkan Subhan. Dalam hati ustad Saleh dia memikirkan kisahnya 10 tahun yang lalu ketika dia bertemu dengan sepasang suami istri yang selamat dari amukan letusan gunung merapi.


"Apakah kedua orang itu adalah ayah dan ibu Subhan?" gumam ustad Saleh terus berpikir sambil berjalan pulang ke arah rumahnya


__ADS_2