
Subhan yang melihat hal itu bertanya lagi pada Sutikno mengenai nasib beberapa orang yang telah gagal melanjutkan perjalanannya.
"Sutikno, Bagaimana dengan nasib mereka?" Apa yang terjadi jika sampai kita tak membawa daun itu?" tanya Subhan sambil melihat kebelakang. Terlihat beberapa orang dengan wajah putus asa berada di belakang Subhan dan Sutikno. Mereka tak berhasil melewati penjaga sungai karena beberapa dari mereka tak membawa syarat yang diminta oleh penjaga sungai.
"Subhan, aku akan menjelaskan kepadamu nanti, jika kita sudah berpisah" ucap Sutikno berbicara ngelantur
"Apa?" Berpisah?" Memangnya kamu akan meninggalkan ku?" Jangan Sutikno, aku tak mau jika kau meninggalkan ku" ucap Subhan pada Sutikno.
"Bukankah kau yang meminta ku untuk menyeberangi sungai ini bersamamu?" Aku sebagai sahabatmu tentu menuruti nya walau resiko nya sangat besar" ujar Sutikno pada Subhan.
"Sutikno, kalau resikonya besar, mengapa kau tak mencegahnya?" Mengapa kau malah membantuku membuat rakit?" Harusnya kau membiarkan aku sendirian saja" ucap Subhan menangis.
__ADS_1
Sutikno yang melihat kegelisahan Subhan hanya diam santai seakan kesedihan subhan tak terlalu berpengaruh baginya.
"Sudahlah Subhan, jalani saja" Kita harus secepatnya sampai ke desa sebelah dengan selamat" ujar Sutikno memberi ketenangan pada Subhan.
Subhan akhirnya kembali lagi ke tempat nya semula. Sambil mendayung rakitnya Subhan memikirkan kembali bersama kakek nenek nya yang senang tanpa beban. Walau kegiatan Subhan di desa teluk meriang hanya makan, tidur dan bermain ke ladang, namun Subhan merasakan ketenangan dibanding berada di atas sungai tak berujung sampai sekarang. Penyesalan dalam hatinya tetap saja percuma karena Subhan dan Sutikno sudah berada di tengah sungai yang tak tahu ujungnya.
Sambil mendayung rakit nya, Subhan melihat sosok kakek berjanggut putih yang pernah ditemuinya sebelum melewati penjaga sungai
Mendengar panggilan dari Subhan, kakek tua berjanggut putih itu menoleh ke arah Subhan dan Sutikno. Subhan tampak bahagia karena kakek tua itu merespon panggilannya.
Subhan mulai melambaikan tangannya ke arah sang kakek dan karena melihat lambaian tangan Subhan, kakek tua itu mendayung perahunya dan pergi ke arah Subhan.
__ADS_1
Sutikno yang berada di samping Subhan hanya diam saja melihat tingkah Subhan. Dirinya tak menyangka jika tanpa ijin dari nya, Subhan sudah memanggil kakek tua itu tanoa bertanya pada dirinya terlebih dahulu.
Setelah kakek tua itu berhasil mendekat ke arah Subhan, barulah Subhan bertanya pada sang kakek.
"Kek, mau kemana kek?" apakah kau akan menyeberang sungai ini dan satu tujuan dengan ku?" ataukah ada keperluan lain?" tanya Subhan kepada sang kakek.
Kakek tua itu menjawab "Nak, aku juga akan menyeberangi sungai sama sepertimu" ucap kakek tua itu pada Subhan.
Mendengar ucapan sang kakek,Subhan sedikit lega karena dirinya punya teman lagi selain Sutikno.
"Oh ya berati kita satu tujuan kek" ucap Subhan pada kakek tua itu.
__ADS_1
Kakek tua itu mengangguk dan tersenyum tipis. Dibalik senyuman itu, kakek tua itu mulai memandang ke arah belakang subhan dimana Sutikno berada di sana. Mata kakek tua itu seketika menatap Sutikno dengan tatapan yang sangat tajam, sehingga membuat Sutikno ngeri.