
Tubuh Subhan melayang-layang dan berputar melewati beberapa cahaya yang terasa aneh bagi Subhan. Tak pernah Subhan mengalami hal yang menakutkan seperti ini.
"Pak tua, lepaskan aku" Kau akan membawaku kemana?" tanya Subhan penasaran.
"Hoek" Subhan memuntahkan seluruh makanannya karena saat tubuh Subhan berputar, dirinya merasakan mual yang sangat hebat. Kepalanya pusing namun, karena tekad nya sangat kuat ingin bertemu dengan ustad Saleh, rasa pusing itu ditahannya.
Setelah Subhan memuntahkan seluruh isi perut nya, Subhan melihat pemandangan yang asing di matanya.
"Dimana aku?" Subhan mulai bertanya-tanya karena kakek tua yang membawa nya ke tempat itu telah hilang entah kemana.
"Pak tua, kau dimana?" Aku ada di mana?" Ayah, ibu, pak Sarto, kemana kalian?" tanya Subhan berusaha berdiri dan menyeimbangkan tubuh nya.
Suasana di tempat itu terlihat sore hari. Sangat berbeda dengan suasana sebelumnya.
Sayup-sayup Subhan mendengar rintihan suara yang sangat aneh. Subhan segera menuju ke arah suara rintihan itu. Terlihat ustad Saleh berdiri di sana. Di depan ustad Saleh banyak orang tak dikenal sedang menyerangnya.
"Loh, ustad Saleh ada di sini?" tanya Subhan sambil menghampiri jiwa ustad Saleh yang masih berada di alam jin.
__ADS_1
"Subhan, mengapa kau sampai di sini?" Siapa yang membawamu?" tanya ustad Saleh penasaran
"Entahlah ustad" Aku dibawa pak tua yang mirip dengan mu" Tapi kemana pak tua itu?" Aku tak tahu juga" Tiba-tiba saja dia menghilang" ungkap Subhan pada ustad Saleh.
Setelah berkata demikian, Subhan melihat ke arah jin penunggu tombak gaib yang sedang menyerang ustad Saleh.
"Ustad, siapa dia?" Wajah mereka sangat menyeramkan dan seakan hendak menerkam kita" ucap Subhan pada ustad Saleh.
"Nak, dia adalah jin penunggu tombak milik kakek mu" Aku hendak mengusirnya agar keluar dari tombak gaib milik kakek mu" Namun sepertinya, jin itu tak mau beranjak pergi dari sana" ujar ustad Saleh pada Subhan.
Subhan pun berusaha mendekat ke arah ustad Saleh dan mencoba menolong ustad Saleh yang tampak lemas. Saat Subhan ingin menyentuh tubuh ustad Saleh, Subhan selalu saja gagal.
Subhan terus ingin menyentuh tubuh Ustad Saleh hingga berkali-kali namun selalu gagal dan gagal lagi.
Hingga akhirnya ustad Saleh membisikkan sesuatu ke telinga Subhan.
"Subhan, tubuhku yang kau lihat ini adalah jiwaku" Tubuh ku masih tetap bersemedi dan saat ini Sarto dan ayah ibumu sedang menjaga tubuh ku" Sedangkan kamu, kau dibawa pak tua itu lengkap dengan tubuhmu" ujar ustad Saleh pada Subhan.
__ADS_1
"Hem, lalu apa yang harus aku lakukan ustad?" Makhluk aneh itu semakin mendekat ke arah kita" Aku takut sekali" ujar Subhan pada ustad Saleh.
"Kau tak perlu kawatir nak" Lawan saja" Tubuh mu masih tubuh nyata" Kau akan menang melawan mereka" ucap ustad Saleh meyakinkan Subhan.
Subhan pun segera berdiri dari posisi nya semula dan berusaha menghalangi jin jinggo agar tak melukai ustad Saleh. Terlihat sebuah tombak gaib milik sang kakek. Subhan mengenal tombak itu karena dia sering memainkan nya saat dia berada di rumah sang nenek.
"Hem, tombak itu ada di sini" gumam Subhan dalam hati. Subhan segera mengambil tombak itu dan rupanya berhasil.
Dengan keberaniannya yang tinggal sedikit, Subhan memukul jin jinggo dengan tombak milik sang kakek.
Tombak itu mulai diarahkan ke tubuh jin jinggo hingga tubuh jin jinggo mengeluarkan asap
"Akzzzz, sakit" Pekik jin jinggo berteriak.
Makhluk lain yang membantu jin jinggo mulai berlari kewalahan. Mereka tak ingin bernasib sama dengan jin jinggo yang mati sia-sia di tangan Subhan.
Setelah berhasil mengalahkan jin jinggo, Subhan melihat ke arah ustad Saleh dan melihat tubuh ustad Saleh mulai melemah.
__ADS_1
"Ustad, kau kenapa?" Aku harus membawamu kemana?" Aku tak tahu jalan pulang dari sini" ucap Subhan cemas