
Hati Subhan merasa terganggu ketika matanya melihat sosok bayangan hitam dengan sangat jelas.
"Duh, Sutikno, ayo cepat turun, sepertinya ada sosok yang tak ku kenal menghampiri ku" ucap Subhan sambil berusaha memanggil Sutikno yang saat itu masih mengambil kelapa untuk Subhan.
Sutikno tampaknya tak mendengar panggilan Subhan kepadanya dan pada akhirnya Subhan hanya duduk diam mematung dan berharap bayangan hitam itu pergi dari nya.
Sementara itu, beberapa saat kemudian, Sutikno telah selesai mengambil kelapa untuk Subhan.
"Nih, kelapa untukmu, mungkin kamu haus" ucap Sutikno pada Subhan
"Ehm, iya, aku benar-benar haus" jawab Subhan sambil meminum air kelapa yang sudah diberikan oleh Sutikno kepadanya.
Saat meminum air kelapa pemberian Sutikno, Subhan mulai melihat ke arah bayangan hitam tadi dan ternyata bayangan hitam itu sudah tak terlihat lagi.
"Wah, apa aku salah lihat ya?" gumam Subhan dalam hati
Sutikno yang melihat Subhan melamun mulai bertanya dengan menepuk pundak Subhan.
__ADS_1
"Hei, Subhan, kau sedang melamun apa?"Habiskan air kelapanya" Paling tidak air itu akan menambah tenagamu agar sampai ke tepian dengan selamat" ucap Sutikno kepada Subhan.
"Oh ya Sutikno" Aku akan menghabiskan air kelapa ini" jawab Subhan santai
Di sela-sela minum air kepala, Subhan bertanya pada Sutikno tentang gelagat Sutikno yang hanya diam dan mengamati tingkah Subhan
"Sutikno, kau tak mau minum?" tanya Subhan sambil melirik ke arah Sutikno.
Sutikno hanya menggelengkan kepalanya tanda tak suka meminum air kelapa.
"Subhan, aku sudah selesai makan dengan makananku" jawab Sutikno santai
"Sudahlah Subhan, makanan ku udah habis aku makan, nanti kalau aku lagi makan kau akan aku akan mengajakmu" Kamu masih pingsan waktu itu sehingga aku makan sendirian sambil menunggu kamu sadar" ucap Sutikno pada Subhan.
"Oh ya ya, kalau begitu makasih banyak ya" ucap Subhan pada Sutikno
Sutikno hanya tersenyum menanggapi ucapan terimakasih dari Subhan.
__ADS_1
Sementara itu, Sambil minum air kelapa Subhan mulai berpikir dengan jernih tentang hal yang telah terjadi padanya saat dirinya terombang-ambing di atas sungai.
"Sejak kapan Sutikno menjadi perenang yang tangguh?" Sekuat itulah Sutikno mengangkat tubuhku yang besar ini?" gumam Subhan dalam hati.
Subhan mulai berpikir peran Sutikno yang amat besar untuk dirinya. Sosok Sutikno yang usia nya sebaya dengan nya, sangat tidak mungkin bisa menolong nya dari ganas nya air sungai yang hampir menggulung tubuhnya
"Yah, biarlah, yang penting aku kenyang hari ini" gumam Subhan dalam hati
Selesai minum air kelapa, Subhan dan Sutikno segera pergi ke rakit mereka dengan tujuan pergi berlayar kembali meneruskan perjalanan mereka.
"Ayo Subhan, aku bantu naik rakit" Waktu kita gak banyak" ucap Sutikno pada Subhan.
"Yaudah, ayo " ucap Subhan pada Sutikno.
Subhan dan Sutikno akhirnya berlayar lagi menggunakan rakit mereka. Sosok bayangan hitam itu rupanya ada di belakang Subhan dan Subhan merasa risih.
Sutikno, apa kau tak melihat bayangan hitam yang mengikuti kita?" tanya Subhan penasaran
__ADS_1
"Oh, aku tidak melihatnya" Emangnya kamu melihatnya?" tanya Sutikno penasaran
"Ya, aku melihat bayangan hitam ada di belakang ku tadi saat aku menunggumu mengambil kelapa" Saat kau datang, bayangan itu pergi" Nah, setelah aku pergi ke rakit bersamamu, bayangan hitam itu seakan mengikuti aku" ujar Subhan