
"Nak, ayo kita berlari kesana" ucap Ustad Saleh sambil menarik tangan Subhan menuju ke sebuah cahaya putih yang semakin lama semakin terlihat meredup.
"Oh ya ustad" jawab Subhan pendek. Mereka berdua segera berlari pergi keluar dari alam itu. Manusia tak bisa berlama-lama di alam jin karena ada suatu hukum alam yang mengatur tentang hal itu. Jika terlalu lama, energi yang dimiliki manusia akan semakin berkurang dan melemah sehingga tak bisa kembali selamanya ke alam manusia.
"Pak ustad, tombak milik kakek ku sekarang ada di tanganku" Apakah tombak ini aku tinggalkan di sini apa aku bawa pulang?" tanya Subhan sambil menggenggam tombak milik sang kakek
"Bawa saja Subhan" Tombak itu sudah aman sekarang" Tak ada jin rakus yang menghuni tombak itu. Sekarang, tombak itu menjadi tombak biasa yang tak berkasiat apa-apa" jawab ustad Saleh pada Subhan
"Oh ya baiklah ustad" Tombak ini akan aku bawa saja kalau begitu" jawab Subhan pada ustad Saleh.
Subhan dan ustad Saleh langsung berlari ke perbatasan negeri jin. Disana ada sungai yang mengalir cukup deras dan Subhan ingat betul bahwa sungai itu mirip sekali dengan sungai angker yang pernah dilewatinya bersama Sutikno.
"Ustad, apakah sungai ini adalah sungai angker itu?" tanya Subhanbpada ustad Saleh
__ADS_1
"Yah, benar Subhan" Sungai ini adalah sungai dimana kamu pernah menyeberang bersama Sutikno" jawab ustad Saleh
Sungai angker ini ada dua saluran, satu saluran milik alam manusia dan saluran cabangnya milik alam jin. Oleh karena itu, ketika kau menyeberangi sungai ini, pasti melewati alam jin karena letak percabangan itu sangat dekat" ujar ustad Saleh memberikan penjelasan
"Di sungai ini, dihuni oleh beberapa makhluk dedemit dan gondoruwo" Disini juga ditempati arwah penasaran atau jin qorin manusia yang menyerupai mereka" jawab ustad Saleh pada Subhan.
"Iya ustad" Semakin lama aku semakin mengerti tentang sungai ini" Oh ya, apa aku bisa menemui Sutikno di tempat ini ya?" Selama Sutikno menghilang, aku tak bisa melihatnya lagi" Aku hanya bisa mencium bau Sutikno saja" ucap Subhan sambil melihat di sekeliling.
"Ya, sekarang, kita harus secepatnya pergi dari sini" Lihatlah cahaya itu semakin lama semakin meredup" ucap ustad Saleh sambil menunjuk ke arah sebuah cahaya putih yang mulai pudar.
Sarto yang ada di tempat itu seketika terkejut melihat ustad Saleh sudah membuka matanya. Sementara itu Subhan berada tak jauh dari dimana ustad Saleh duduk bersemedi.
"Ustad, bagaimana hasil nya ustad?" Apakah tombak gaib berhasil didapatkan?" tanya Sarto penasaran
__ADS_1
Ayah dan ibu Subhan juga menanyakan hal yang sama dengan Sarto.
"Iya ustad, bagaimana dengan tombak peninggalan orang tua kami?" tanya ayah Subhan.
Ustad Saleh yang saat itu baru saja beradaptasi dengan tubuh nya hanya diam saja sampai Subhan datang menghampirinya.
"Ayah, ibu?" panggil Subhan sambil berlari kecil menghampiri ayah dan ibunya.
"Nak, kamu kemana saja?" Pak Sarto mencarimu sejak tadi" Kau tiba-tiba saja menghilang" ucap ayah Subhan sambil memeluk anak lelaki nya itu.
Terlihat Subhan membawa sebuah tombak yang sedikit panjang berwarna putih.
"Nah, itu tombak kakek mu Subhan, darimana kau mendapatkannya?" tanya Ayah Subhan sambil mengamati tombak itu.
__ADS_1
Tak di sangka di dalam tombak, terlihat sebuah mata sayu menatap dengan tajam sambil mendengarkan perbincangan antara ayah Subhan dan Subhan. Makhluk tak kasat mata itu terlihat masih menempel di lapisan tombak itu. Tampak nya, itu adalah anak keturunan dari jin jinggo yang tak sempat dilihat oleh ustad Saleh.
"Ustad, ayo kita kerumah Sutikno"Oh ya, apakah tombak ini boleh aku bawa?" aku bisa menggunakannya untuk bermain"Ujar Subhan