
Mendengar ucapan Sutikno yang melarangnya untuk menyiksa makhluk aneh itu, akhirnya Subhan menghentikan aksinya dan melepaskan genggaman tangannya.
"Baiklah Sutikno, aku akan melepaskan makhkuk aneh ini" Tapi jika aku telah sampai di tepi sungai, aku akan membuangnya ke sungai agar tak mengikuti langkahku lagi" ujar Subhan geram.
Sutikno hanya menganggukkan kepalanya dan kembali mendayung rakit mereka. Sementara itu makhluk aneh itu mulai duduk sambil memainkan dayung yang di pegang oleh Sutikno.
Subhan akhirnya sedikit lega melihat makhluk itu tak mengganggunya lagi.
Sutikno tampaknya tertawa ria dengan makhluk aneh itu. Mereka berdua terlihat sangat akrab dan tampaknya mereka melakukan pembicaraan menggunakan bahasa yang tak dimengerti oleh Subhan. Melihat hal itu, Subhan mulai tak memperdulikan lagi dengan segala sikap Sutikno, karena dirinya merasakan lelah yang amat sangat. Hingga akhirnya Subhan sedikit demi sedikit mulai mengantuk
"Sutikno, aku tidur dulu ya?" aku tak kuat lagi" ucap Subhan sambil merebahkan tubuh di atas rakit.
"Oh ya tidurlah" ucap Sutikno sambil meneruskan mendayung rakit diatas sungai.
__ADS_1
Dalam tidurnya, Subhan bermimpi, aneh. Terlihat di mata Subhan, kala itu Subhan berada di sebuah tempat yang sangat menyeramkan.
Di tempat itu, banyak anak kecil maupun orang dewasa sedang menumbuk padi. Wajah mereka terlihat aneh dan kelaparan.
Hingga pada suatu ketika, Subhan melihat kakek dan nenek nya juga menumbuk padi. Di sebelah kanan kakek dan nenek nya, ada Sutikno dengan pakaian merahnya juga melakukan hal serupa
"Kakek, nenek, mengapa kau menumbuk padi?" Aku tak pernah melihat kalian melakukan aktivitas seperti ini di desa" ucap Subhan sambil melihat ke sekitarnya
Mkhluk aneh itu terlihat kurus kering dan tampak kelaparan. Mata nya lebar dan lidahnya menjuntai ke bawah. Hidung nya pesek dan lubang hidung nya sangat lebar.
Sedangkan Sutikno, terlihat murung dan melawan makhluk yang menggerogoti tubuhnya dengan kapak yang saat itu sedang dipegangnya.
"kakek, nenek ayo kita pergi" ajak Subhan sambil berusaha menggapai kakek dan nenek nya namun tak bisa. Seperti ada penghalang yang tak bisa ditembus oleh Subhan.
__ADS_1
Subhan pun meronta hingga akhirnya dia terbangun dan melihat ke sekeliling nya. Tampak dia tetap berada di perbatasan lorong dan rupanya dia bisa keluar dari lorong itu
Saat Subhan keluar dari lorong, Subhan sudah tak melihat Sutikno lagi. Sutikno seakan tak ada di rakit itu lagi, begitu juga dengan makhluk aneh itu.Yang ada hanya jubah putih yang terlipat rapi di dekatnya.
"Sutikno, kau dimana?" jangan bercanda dengan ku" panggil Subhan sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
Tampaknya Sutikno tak terlihat sama sekali di samping nya hingga membuat Subhan sedikit ketakutan.
Kain merah milik Sutikno yang ada di rakit pun lenyap begitu saja tak berbekas. Subhan pun mulai menangis meratapi nasibnya yang sial. Mengapa dia berlayar ke negeri sebelah jika harus kehilangan Sutikno secara tiba-tiba.
Sambil menangis, Subhan melihat dataran luar, di sana terlihat penduduk yang mencari ikan di sungai. Ada anak anak kecil seusianya tampak bahagia mencari ikan bersama orang tua mereka.
"Loh, apakah aku telah sampai di negeri sebelah?" Kata Sutikno, aku tak boleh lagi menoleh kebelakang. "Oh ya, dimana kakek tua itu?" Aku membutuhkan penjelasannya mengenai misteri ini" gumam Subhan dalam hati.
__ADS_1