
"Oh begitu ya" jawab ustad Saleh mendengar penuturan dari Sarto.
Setelah mendapar informasi dari Subhan dan Sarto, ustad Soleh mulai membuka jubah putih yang baru saja diberikan oleh Subhan kepadanya.
Jubah itu terlihat berwarna putih dan bersih. Walaupun kemarin basah dengan air sungai, anehnya jubah itu masih tetap bersih tak terlihat kotor sama sekali.
Sambil menerawang jauh, ustad Soleh mencoba mengetahui khasiat dari jubah putih itu karena terlihat bahwa jubah yang dipegang nya saat ini adalah bukan sembarang jubah.
Sarto Subhan dan rukmini pun melihat ustad Soleh yang sedang berkonsentrasi, mereka berusaha diam tak banyak bicara. Yang mereka tunggu adalah jawaban dari ustad Saleh mengenai jawaban dari misteri sang kakek tua.
Tak menunggu waktu lama, ustad Soleh menghela nafas panjang. Setelah itu barulah ustad Saleh berkata
"Nak, kakek tua itu adalah makhluk penjaga sungai" ucap ustad Soleh.
__ADS_1
"Sungai yang kamu berlayar bersama teman mu itu bukan sembarang sungai" Sungai itu menghubungkan dengan negeri gaib dan negeri manusia" ucap Ustad Soleh memberi penjelasan.
"Loh, maksud ustad Soleh apa?" negeri gaib dan negeri manusia?" Apakah saat aku berlayar bersama Sutikno, aku melewati negeri gaib hingga aku bertemu dengan kakek tua itu?" tanya Subhan penasaran
"Ya, bisa dibilang iya" Sungai yang kamu lewati itu berhubungan dengan gunung merapi yang ada tak jauh dari desa ini" ucap ustad Soleh.
"Kira-kira 40 tahun yang lalu, gunung merapi mengalirkan banjir lahar ke sungai itu" Jadi nya sungai itu menyimpan banyak misteri, karena banyak korban yang menyeberangi sungai itu dan tak selamat" kata Ustad Soleh
"Kalau tidak percaya, ayo aku antar ke pinggir sungai dimana rakit mu ditemukan oleh Sarto" ucap ustad Soleh pada Subhan.
Ustad Soleh akhirnya membawa Subhan ke pinggir sungai dimana Sarto menemukan Subhan di pinggir sungai itu. Tiba di sungai itu, terlihat rakit usang tetap berada di pinggir sungai. Sengaja rakit itu di ikat di sana oleh Sarto karena Sarto masih penasaran dengan rakit yang dinaiki Subhan. Rakit itu terlihat usang dan kayu-kayu nya telah rapuh.
"Ustad, mana ya rakitku?" kemarin ada di sini" ucap Subhan pada ustad Soleh.
__ADS_1
Sarto yang ada di dekat Subhan pun berkata
"Subhan, lihatlah rakit mu kan ini?" ucap Sarto sambil menunjukkan sebuah rakit usang yang ada di pinggir sungai.
"Hah, ini rakit ku?" Kok usang seperti yang mau rusak?" Aku tak pernah memakai rakit usang seperti ini" Sutikno membuatkan rakit yang baru untukku, dan rakit ku terbuat dari kayu yang sangat kuat dan terbaik di ladangnya" ucap Subhan sambil berusaha memegang rakit itu untuk membuktikan bahwa rakit itu bukanlah rakitnya.
"Subhan, mana mungkin aku bohong" Ini adalah rakit yang kau pakai kemarin saat kau terdampar di pinggir sungai ini" Dan lihatlah dayung nya tetap ada di samping rakit itu" ucap Sarto sambil menunjukkan sebuah dayung yang dipakai Subhan untuk mendayung rakit agar bisa berlayar di sungai.
Subhan terkejut melihat dayung yang sama persis dengan dayung miliknya saat berlayar. Karena penasaran, Subhan pergi menuju ke rakit itu lebih dekat lagi untuk melihat bukti yang sekiranya dapat dia terima bahwa itu benar-benar bukan rakit nya.
Sampailah Subhan di rakit itu, dan terlihat jelas, rakit yang dia naiki sudah sangat usang dsn hampir rusak.Warna nya juga berbeda dengan warna saat pertama kali dia memakai rakit itu bersama Sutikno.
Terlihat bekas makanan nya saat di perjalanan masih berceceran di atas rakit. Dan Subhan terkejut dengan bekas makanan itu.
__ADS_1
"Hah, ada makanan aneh di atas rakit ini?" ucap Subhan sedikit ketakutan