Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Pertemuan dengan sesepuh desa


__ADS_3

Selesai bermain dengan Hasan, Subhan merebahkan tubuhnya di depan rumah Sarto. Bagi Subhan, dia sangat beruntung bisa bertemu dengan keluarga Sarto. Namun baginya kakek dan nenek nya tetap yang terbaik.


"Kalau kondisiku telah pulih, aku akan kembali ke desa teluk meriang untuk melihat keadaan kakek dan nenek ku" Sepertinya, sudah cukup lama aku meninggalkan mereka" Aku masih tak rela Sutikno pergi meninggalkan ku sendirian" Dimana kamu Sutikno" gumam Subhan dalam hati


Saat Subhan memanggil nama Sutikno, timbul rasa tak biasa terjadi pada tubuh Subhan. Subhan merasa ada yang membelai rambutnya namun Subhan tak bisa melihat siapa yang telah membelai rambut nya itu.


"Mengapa aku merasakan hal yang tak bisa aku lihat?" Apa Sutikno sedang memikirkan ku sekarang?" gumam Subhan dalam hati


Dalam hati kecil Subhan, dirinya masih merasakan keberadaan Sutikno di dekatnya. Subhan seakan tak rela jika Sutikno telah meninggalkannya di tengah sungai.


Hingga akhirnya, Subhan tertidur karena kecapekan. Suatu ketika saat Subhan tertidur, muncullah sosok bayangan hitam yang menghampiri subhan.Saat itu Subhan ingin bangun namun tubuhnya seperti tertindih dan tak bisa bangun lagi.

__ADS_1


"Kenapa tubuh ku tak bisa digerakkan?" Aku seperti terbelenggu" gumam Subhan dalam hati.


Tiba-tiba saja bayangan hitam itu menuju ke arah Subhan lebih dekat lagi. Tangan Subhan mulai disentuhnya. rasa-rasanya Subhan ingin menjerit tapi suara Subhan seakan tak bisa dikeluarkan dengan keras. Hanya mulut Subhan yang komat-kamit tanpa bisa di dengar oleh siapapun.


Untungnya, Hasan saat itu datang menghampiri Subhan yang masih terlihat tidur. Melihat keanehan pada diri Subhan yaitu tangan Subhan terlihat bergetar dan mulut Subhan terlihat komat-kamit, padahal mata Subhan terpejam, Hasan segera menepuk tangan Subhan dengan sangat keras.


Akibat sentuhan tangan Hasan, Subhan bisa mengendalikan tubuh nya dan dirinya bisa terbangun tanpa terkena tekanan lagi.


"Hah, Hasan" Dimana aku?" Tadi aku merasa sedang di pegang oleh bayangan hitam entah siapa" Aku tak bisa bergerak ketika dia menyentuh tanganku" ucap Subhan gugup


Hasan yang tak mengerti permasalahannya hanya tertawa saja. Hasan menyangka bahwa yang memegang tangan Subhan hanyalah dirinya. Tak ada orang lain.

__ADS_1


"Subhan" Apakah kau tak sadar?" Baru saja aku yang pegang tangan mu hingga kau terbangun" Kau ini aneh" Sudah dua kali mimpi buruk" Emangnya ada apa sih" tanya Hasan penasaran


Subhan sedikit demi sedikit sadar akan keberadaan Hasan.


"Oh, mungkin hanya halusinasi ku saja" bayangan hitam dalam mimpi itu ternyata Hasan yang mencoba membangunkan ku" gumam Subhan dalam hati


Tak lama kemudian, tanpa sepengetahuan Subhan, Sarto membawa orang pintar ke rumah nya. Orang itu merupakan sesepuh desa yang di tinggali Sarto dan Rukmini.


Subhan dan Hasan yang berada di rumah terkejut melihat kedatangan orang pintar itu.


"Subhan, lihatlah siapa yang datang kemari" ucap Sarto sambil memperkenalkan sosok pak tua yang hampir mirip dengan kakek tua yang pernah menemui nya di atas rakitnya

__ADS_1


Hanya saja, bedanya, pak tua ini jenggot nya tidak terlalu panjang. Sedangkan pak tua yang pernah ditemuinya saat dirinya menyeberangi sungai adalah pak tua dengan rambut putih dan berjenggot putih panjang.


__ADS_2