
Sarto yang mendengar panggilan Subhan segera pergi menuju ke tempat dimana Subhan memanggil nya yaitu di ladang jagung yang ada di sebelah rumahnya
Sarto terkejut melihat tulang belulang manusia berada di tempat itu. Tulang tampak nya telah mengering dan sepertinya sudah lama sekali berada di sana.
"Subhan, ini bukan tulang hewan tapi ini adalah tulang manusia" ucap Sarto pada Subhan
"Loh, yang benar pak Sarto" Lalu ini tulang siapa pak"? Kenapa ada di ladang kakek ku?" kakek ku ada dimana" Kakek...." panggil Subhan berusaha mencari kakek nya ke sana kemari
"Subhan, lihatlah" Sepertinya orang ini sudah lama meninggal. Yang tersisa hanya tulang yang sudah mengering" Apakah dulu saat kamu disini tak melihat tulang ini?" tanya pak Sarto penasaran
"Tidak pak" Selama aku di sini, kakek selalu membersihkan ladang ini" Dia selalu rutin membersihkan di waktu yang sama tanpa absen sama sekali" ucap Subhan pada Sarto
Saat berbincang dengan Sarto, sesekali Subhan melihat ke arah ustad Saleh yang berdiri mematung di sebelah Sarto
"Pak ustad, tulang siapa ini?" apakah ustad bisa memberi penjelasan?" tanya Subhan sambil meneteskan air mata.
Pikiran Subhan sudah mulai buntu. Dirinya tak ingin berspekulasi kemana-mana. Yang Subhan inginkan saat itu adalah cepat bertemu dengan kakek dan nenek nya
Melihat Subhan kebingungan, ustad Saleh menjawab dengan jawaban yang penuh misteri.
"Nak Subhan, kalau kau ingin tahu, ayo masuk ke dalam gubuk rumahmu" Aku akan membuka pintunya" ucap ustad Saleh pada Subhan
__ADS_1
Ustad Saleh pun menbuka kunci pintu rumah Subhan dengan sekali ketukan dan tak menunggu waktu lama, pintu rumah Subhan pun terbuka.
Subhan, Sarto dan ayah Subhan langsung masuk ke dalam rumah itu dengan perasaan penasaran
"Loh, kenapa sepi begini?" Banyak sarang laba-laba disini" ucap Subhan sambil pergi ke ruang makan dimana dirinya selalu makan di sana bersama kakek dan nenek nya
Piring yang terakhir kali Subhan pakai makan tetap berada di meja itu tanpa berubah sama sekali.
"Loh, ini kan piring ku waktu aku terakhir makan disini sebelum berangkat menyeberangi sungai?" gumam Subhan sambil terus mengamati setiap kejanggalan yang ada.
Gelas dan piring yang dipakai Subhan juga letak nya tak berubah sama sekali. Makanan yang ada di atas meja sudah tidak ada karena Subhan memang telah menghabiskan makanan yang dimasak oleh nenek nya
Setelah melihat semuanya, Subhan pergi ke kamar pribadinya. Betapa terkejut nya Subhan melihat apa yang ada di dalam kamar nya.
"Pak Sarto, kenapa jadi begini?"Padahal aku baru saja meninggalkan rumah ini sebentar" Dimana nenek ku"
"Nenek" Subhan memanggil nenek nya namun tak ada jawaban sama sekali dari sang nenek.
Subhan langsung tertunduk dan duduk bersimpuh di dalam kamar nya. Air mata Subhan menetes. Karena tak kuasa menahan tangisnya, Subhan merebahkan tubuh nya di lantai rumah nenek nya. Tak sengaja Subhan melihat beberapa tulang di bawah kasurnya. Tulang yang pernah ditemukan nya sebelum Subhan menyeberang sungai bersama Sutikno. Dan kala itu Subhan tak pernah berani bertanya mengenai tulang itu pada nenek nya.
Karena penasaran Subhan memanggil ayah dan ibunya yang saat itu masih berada di luar kamar
__ADS_1
"bapak"
"Ibu, tolong aku" panggil Subhan pada ayah ibunya.
Ayah Subhan akhirnya langsung datang mengampiri anak nya yang saat itu berteriak minta tolong.
"Ada apa nak" Apa yang terjadi dengan mu?" kenapa kau duduk di lantai?" bangunlah" ucap ayah Subhan sambil menarik tangan Subhan.
Subhan langsung berdiri dan memeluk ayahnya erat-erat.
"Bapak, aku takut""" Mata Subhan melihat ke arah samping pintu dan terlihat sosok yang sangat menyeramkan melihat nya.
"Pak, ada orang dibalik pintu" ucap Subhan pada ayahnya
"Mana nak?" tanya ayah Subhan
"Itu pak" ucap Subhan
Subhan seakan melihat sosok nenek tua berwajah pucat dan mata nya pecah jadi dua. Tangan dan kaki nya hanya tinggal tulang belulang.
"Pak Sarto, mana ustad Saleh?" tanya ayah Subhan pada Sarto
__ADS_1
"Oh tadi di ruang tamu" Tunggu sebentar" ucap Sarto sambil berlari memanggil ustad Saleh