Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Peran kakek Tua untuk Subhan


__ADS_3

Ketika Sutikno merasa ketakutan, Kakek tua itu akhirnya dengan cepat menuju ke rakit untuk mendekati Sutikno lebih dekat lagi. Perahu sang kakek yang ada di samping Subhan tetap mengapung di sungai itu tanpa bergerak kemana-mana. Subhan pun menghentikan aksinya yaitu mendayung sungai dan bengong melihat apa yang telah terjadi.


"Kakek, kenapa kau sepertinya tak suka pada Sutikno?" Emang Sutikno salah apa?" pandangan mu kepadanya sangat aneh, seperti tak suka" ucap Subhan mencoba menghalangi kakek tua untuk menghampiri Sutikno yang sejak tadi terlihat ketakutan.


"Oh, diamlah kau nak, aku hanya ingin berbicara empat mata dengan nya" Aku harap kau tak ikut campur dengan urusanku dan Sutikno" Teruslah mendayung, perahuku akan menyusul ku nanti" jadi jangan kawatir dengan perahu yang aku tinggalkan" ucap kakek tua pada Subhan.


Subhan pun akhirnya diam saja dan membiarkan kakek tua menghampiri Sutikno.


Terlihat dibelakang Subhan, Sutikno dan kakek tua sedang berpandangan. mereka berdua sedang berbincang entah apa yang diperbincangkan oleh mereka. Kedua orang itu tampak tegang, terutama Sutikno.


Kepala Sutikno menunduk ketika kakek tua itu memegang pundak nya. Pembicaraan mereka rupanya tak bisa di dengar oleh Subhan. Sesekali Sutikno selalu menggelengkan kepalanya saat berbincang dengan sang kakek.


Hingga pada akhirnya, Kakek tua itu melihat bungkusan plastik hitam kecil yang diletakkan di belakang rakit oleh Subhan

__ADS_1


Sang kakek langsung pergi mengambil bungkusan itu. Tatapannya seketika berubah menjadi sedikit cemas.


Subhan yang melihat sang kakek mengambil bungkusan kecil miliknya berusaha bertanya pada sang kakek mengapa kakek tua itu mengambil bungkusan itu.


"Kek, kenapa kau mengambil bungkusan milikku?" Apakah Kau tau kek, aku mendapatkan bungkusan itu ketika aku di tengah perjalanan" ucap Subhan berusaha mendekat ke arah kakek tua itu.


Kakek tua lantas bertanya pada Subhan, mengenai bungkusan kecil itu.


"Oh, kalau yang itu, aku belum membukanya kek" rencana aku akan membukanya ketika aku dan Sutikno telah sampai ke tepi sungai" jawab Subhan jujur.


Kakek tua hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar jawaban Subhan yang sangat jujur itu. Hingga akhirnya sang kakek tua itu mulai membuka bungkusan hitam itu dengan hati-hati.


Sutikno yang berada di samping sang kakek seketika terkejut karena sang kakek berani membuka bungkusan hitam itu tepat di depannya.

__ADS_1


"Kakek, jangan lakukan itu" ucap Sutikno setengah takut. Karena takut, Sutikno menutup matanya dan duduk terpaku. Melihat Sutikno terduduk dan menutup matanya, Subhan langsung berhenti mendayung dan mendekati sahabatnya itu. Subhan langsung memeluk Sutikno yang tampak ketakutan. Terasa tangan dan kaki Sutikno dingin bagai es.


"Sutikno, kau kedinginan?" Aku akan memelukmu, jangan takut" ucap Subhan mencoba menenangkan Sutikno yang tak mau membuka matanya.


Sambil memeluk Sutikno, Subhan berkata pada kakek tua itu


"Kek, tolong jangan buka bungkusan itu di depan teman ku" Aku tak mau terjadi apa-apa padanya" Jika sampai terjadi apa-apa padanya, aku tak punya teman lagi" ucap Subhan memohon pada kakek tua.


Kakek tua menghentikan aktivitasnya karena melihat permintaan Subhan.


Sambil melihat ke arah Subhan, sang kakek bertanya pada Subhan


"Nak, jika tak ku buka bungkusan ini, kau akan menyesal dan makin merasa kehilangan" ucap sang kakek

__ADS_1


__ADS_2