Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Misteri sisa makanan Subhan


__ADS_3

"Loh, aku kenapa?" tanya Subhan kebingungan karena ternyata Hasan berkata benar kepadanya. Tak ada Sutikno di depannya. Padahal sejak tadi Sutikno berada di rakit itu dan baju merahnya juga kelihatan


"Iya Hasan, mungkin aku lagi bermimpi dan berhalusinasi" Sudah lama aku tak bertemu dengan Sutikno" Aku berharap Sutikno masih selamat" ucap Subhan berharap


"Yaudah, ayo kita lanjutkan perjalanan ke rumah" Bapak dan ibu ku pasti sudah lama menunggu kita" ucap Hasan pada Subhan


"Yaudah" Ayo" ucap Subhan pada Hasan.


Mereka berdua pun berjalan lagi menuju ke rumah pak Sarto ayah Hasan. Di rakit tua yang baru saja ditinggalkan oleh Subhan, terlihat pergerakan rakit yang tak seperti biasanya. Tampak sepasang mata mengintai gerak-gerik Subhan. Sepasang mata itu tetap di tempatnya dan tak beranjak dari rakit itu.


Rakit tampak sedikit bergoyang dan gemercik Air mulai terdengar samar-samar. Subhan pun menoleh ke arah rakit tua itu, Subhan merasakan seperti ada orang yang sedang menunggu nya di rakit itu, tapi Subhan tak bisa melihat siapapun di situ.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Subhan dan Hasan telah sampai di rumah pak Sarto. Ada banyak makanan yang sudah dimasak oleh Rukmini untuk Subhan dan Hasan.


"Nak, kok sudah pulang?" Apa di ladang ada sesuatu?" tanya Rukmini sambil mempersiapkan piring untuk Subhan dan Hasan.


"Oh, di ladang gak ada apa-apa sih Bu, hanya saja saya ada janji dengan ustad Saleh bahwa dia akan menemui saya di sini" ujar Subhan pada Rukmini


"Hem, iya nak, ibu sampai lupa kalau ustad Saleh akan datang ke sini lagi" Yaudah kalau begitu makanlah dulu, mungkin kalian sudah lapar" ucap Rukmini pada Hasan dan Shuban. Tak lama kemudian, Subhan dan Hasan mulai menyantap makanan yang dihidangkan oleh Rukmini untuk mereka.


"Bu, mana pak Sarto?" aku kok gak kelihatan sejak tadi?" tanya Subhan penasaran


"Oh, pak Sarto ya?" Dia sedang berada di halaman belakang rumah. Sepertinya pak Sarto sedang menanam jagung di belakang rumah" ucap Rukmini pada Subhan

__ADS_1


"Oh ya bu, jawab Subhan sambil meneruskan makannya.


Sambil makan, Subhan berkata pada Hasan


"Hasan, makanan di sini sangat enak sekali, berbeda dengan makanan di desaku" makanan di sana selalu membuatku mual" ucap Subhan sambil melahap makanan yang ada di depannya


Hasan yang mendengar pernyataan Subhan hanya tertawa saja seakan omongan Subhan hanyalah candaan saja.


"Sudahlah, teruskan makannya, selesai makan, kita lihat bapak yang saat ini ada di belakang rumah" Bapak menanam pohon jagung untuk kita" Oh ya, makanan sisa yang dulu pernah tersisa di rakit oleh ustad Saleh dikubur di belakang rumah" Sepertinya oleh ayah tanah tempat makanan itu di pakai untuk menanam jagung diatas nya." Bapak pernah bilang kepadaku, bapak menanam jagung diatas nya, supaya tanaman jagung nya subur dan bisa kita makan nantinya" ucap Hasan santai.


"Oh ya benar juga" Selesai makan, aku akan membantu bapak untuk menanam jagung nya, agar pekerjaan bapak cepat selesai" Setelah itu kita tinggal menunggu kedatangan ustad Saleh aja, karena aku masih penasaran dengan ustad itu" Jubahku juga belum aku pakai" Aku ingin memakai nya tapi aku masih takut nih" ucap Subhan sambil melirik ke arah pintu kamarnya. Jubah putih milik Subhan masih digantung dengan rapi di balim pintu kamarnya

__ADS_1


__ADS_2