
Ustad Saleh menganggukkan kepalanya. Saat berjalan bersama Subhan, ustad Saleh merasakan energi dari anak keturunan jin jinggo yang masih menempel di tombak gaib yang dipegang Subhan. Sayangnya kala itu, tenaga ustad Saleh masih lemah, sehingga Dirinya belum bisa melihat lebih jauh lagi penghuni tombak gaib itu.
Ustad Saleh yakin, Subhan bisa mengatasi nya sendirian tanpa bantuannya, mengingat, pengalaman Subhan yang berhasil menakhlukkan jin jinggo dengan kemampuannya sendiri.
Tak terasa, Subhan, Sarto, ustad Saleh dan ayah ibu Subhan telah sampai di rumah Sutikno.
"Ustad, ini rumah milik Sutikno, aku sering bertemu ibu Sutikno disini, sedangkan ayah Sutikno aku tak pernah melihatnya" ucap Subhan pada ustad Saleh.
"Iya nak, aku mendapat bisikan gaib dari Sutikno, bahwa kita harus mampir ke rumahnya sebelum kita pergi meninggalkan desa ini" ujar ustad Saleh.
"Ya ustad, lalu apa yang kita lakukan di sini?" Kondisi rumah Sutikno sama saja dengan kondisi rumah nenek ku" Hanya saja disini tak ada apa-apa. Hanya rumah kosong tak berpenghuni" ucap Subhan sambil melihat ke seluruh ruangan rumah Sutikno.
__ADS_1
"Iya, aku tahu" Kita lihat kamar Sutikno ya?" ucap ustad Saleh pada Subhan. Mereka berdua pun segera masuk ke dalam kamar Sutikno, disitulah tempat Sutikno tidur, dan bahkan Subhan pernah singgah di sana untuk tidur bersama Sutikno.
Subhan tak menyangka jika yang selama ini berteman dengan nya adalah seorang arwah yang tak berjasad lagi. Jasad nya baru saja ditemukan di ladang, ditempat dimana dia selalu bermain disana setiap hari.
"Mangkanya Sutikno selalu saja berpakaian warna merah dan bajunya juga sama terus setiap hari" Sangat tidak mungkin jika orang memakai baju yang sama terus dengan model yang sama setiap hari" batin Subhan.
Subhan melihat di sekeliling rumah Sutikno. Disana tempat tidur Sutikno masih sama seperti dulu saat dia tidur di sana. Yang membedakan adalah kamar itu terlihat kotor sekali. Debu sudah mulai menumpuk di kasur milik Sutikno.
"Ustad, aku tak melihat apa-apa di dalam kamar ini" Emangnya Sutikno bilang apa ke ustad Saleh?" Disini tak ada barang apapun milik Sutikno yang tertinggal" ujar Subhan pada ustad Saleh.
__ADS_1
Tak terasa, Sarto merasakan haus begitu juga dengan ayah dan ibu Subhan.
"Pak Sarto, apakah kau tidak merasakan haus?" tanya ibu Subhan pada Sarto
"Iya bu, saya sejak tadi merasakan haus" Ayo kita minum dulu, kebetulan bekal air kita sudah habis" Itu lihat sumur yang ada di belakang rumah Sutikno, tampak nya masih ada air nya" Aku akan pergi ke sana sebentar untuk mengambil air" ucap pak Sarto pada i u Subhan
Sarto segera pergi ke sumur yang ada di depan rumah Sutikno. Sesampai di sumur milik Sutikno, Sarto mulai mengambil air yang ada di dalam sumur itu
Saat sarto mulai mengambil air, dan air berhasil di ambil, Sarto melihat warna air sumur Sutikno yang tak wajar.
Warna air itu terlihat merah kehitaman dan berbau anyir.
__ADS_1
"Hoek,"air nya kok begini ya?" padahal tak ada mayat disini" gumam Sarto dalam hati.
Sarto segera memanggil ustad Saleh dan Subhan untuk melihat apa yang baru saja dilihatnya