
Subhan mulai mengarahkan rakitnya ke tepian hingga dirinya terlihat oleh beberapa penduduk yang ada di pinggir sungai.
"Heh, lihatlah ayah, siapa anak itu?" tanya hasan pada ayahnya yang saat itu sedang menjaring ikan di sungai.
"Oh, tidak tahu nak, sepertinya dia penduduk asing yang menyeberang hingga terdampar di desa kita" ucap Sarto ayah hasan.
Mereka berdua pun mencoba menyambut kedatangan Subhan
Subhan dengan pakaiannya yang lusuh tak menyangka dia telah sampai di desa sebelah. Desa dimana yang selalu diimpikannya. Tiba-tiba rasa lapar dirasakan oleh Subhan dan badan Subhan terasa lemas.
Subhan akhirnya melambaikan tangannya dan meminta tolong pada Sarto dan hasan anak sarto.
Melihat tingkah Subhan yang melambaikan tangannya, Sarto dan hasan segera pergi menghampiri rakit Subhan yang saat itu berada tak jauh dari tempatnya mencari ikan.
__ADS_1
Sesampai di dekat Subhan, Sarto dan Hasan mencoba menolong Subhan dan memberikan Subhan minum air putih.
"Nak, dari mana kamu?" Sepertinya kau bukan penduduk desa ini" Tanya Sarto penasaran
"Ya, pak, saya bukan penduduk desa ini" Saya berasal dari desa teluk meriang, dan letaknya di seberang desa ini" Apakah bapak pernah berkunjung ke desa saya?" tanya Subhan penasaran
"Desa teluk meriang?" tanya Sarto penasaran
"Iya pak, desa teluk meriang" Sejak kecil aku dibesarkan oleh kakek dan nenek ku di sana" ucap Subhan pada pak Sarto
"Ya pak" jawab Subhan pendek
Subhan pun meminum air pemberian dari pak Sarto.
__ADS_1
"Wah, rasa airnya enak sekali pak, segar" Aku tak pernah minum air sesegar ini" Oh ya saat saya sampai ke tepian nanti, tolong pakai kan jubah putih ini di tubuh saya ya pak?" saya sudah tak kuat lagi" ucap Subhan pada Sarto
"Oh jubah ini?" tanya Sarto sambil melihat jubah putih yang ada di sekitar rakit
"Iya pak, jubah ini diberi kakek tua saat di diperjalanan" Dia berjanji akan menemuiku setelah aku sampai di tepi sungai" Tapi mana ya?" aku tak melihatnya sejak tadi" ucap Subhan pada sarto
"Oh ya nak, tenanglah" Sekarang kau tenangkan hatimu dulu, nanti kita bicarakan di rumah bapak" ucap Sarto sambil membwwa jubah putih milik Subhan.
Tak terasa Subhan telah sampai di tepi sungai dan di desa sebelah. Suasana di desa itu sangat berbeda dengan situasi yang ada di desanya. Di desa sebelah yang baru saja disinggahi Subhan, terlihat banyak orang berkativitas dengan riang gembira. Banyak anak-anak sebayanya bermain petak umpet di pinggir sungai.
Namun Subhan tak bisa melihat terlalu lama karena dirinya merasa kepalanya pusing tak karuan. Beberapa lama kemudian Subhan pingsan. Sarto dan Hasan yang saat itu berada di samping Subhan mencoba menggendong Subhan dan membawa Subhan pulang ke rumah mereka.
Ikan yang diperoleh Sarto akhirnya dibawa oleh hasan, sementara Sarto menggendong Subhan pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Dalam perjalanan pulang Sarto bertanya-tanya dalam hatinya
"Anak siapa ini?" dari desa sebelah?" emangnya ada desa teluk meriang?" aku tak pernah mendengar nama desa itu" gumam Sarto dalam hati