
Tampak nya Subhan asyik berbincang dengan seseorang yang tak terlihat. Sarto kebingungan melihat tingkah Subhan yang semakin menjadi. Hingga akhirnya Subhan berjalan menuju ke arah sungai tanpa membuka matanya. Subhan berjalan dengan mata tetap tertutup seakan dirinya bisa melihat jalan di depannya.
Hingga akhirnya tubuh Subhan masuk ke dalam sungai dan hampir saja tenggelam. Untung saja Sarto langsung mengejar Subhan dan menarik tanggannya.
"Subhan, jangan pergi ke sana, nanti kamu tenggelam" ucap Sarto sambil berusaha menarik tangan Subhan.
Anehnya, tubuh Subhan sangat berat tak seperti anak usia 10 tahun. Berat badannya terasa seperti 100 kilo bagi Sarto.
Karena sudah tak kuat lagi menarik tangan Subhan, Sarto mencoba melepas jubah putih yang saat itu masih melekat di tubuh Subhan. Setelah berhasil membuka jubah putih yang dipakai Subhan, Sarto mulai bisa menarik tangan Subhan bahkan menggendong nya.
"Hem, hampir saja kau nak" ucap Sarto sambil terduduk di pinggir sungai
__ADS_1
Subhan yang sejak tadi memejamkan matanya mulai bisa membuka matanya pelan-pelan. Dirinya mulai melihat ke sekeliling dan terlihat suasana sekitarnya terlihat gelap dan badannya juga terasa basah.
"Loh, dimana aku?" tanya Subhan penasaran. Terlihat Sarto terduduk di dekatnya dengan tubuh yang basah kuyup sama seperti dirinya. Bedanya Sarto membawa jubah putih yang srharusnya saat itu masih dia pakai. Subhan tak sadar ketika Sarto melepas jubah putih itu dari tubuhnya.
"Pak Sarto, kenapa kita ada di sekitar sungai?" Apa yang terjadi?" Padahal aku merasa bertemu dengan sosok kakek tua yang mengajak ku ke suatu tempat" Tapi mana ya?" kok tiba-tiba aku berada di sini?" tanya Subhan pada Sarto
Sarto yang saat itu masih kelelahan mencoba menjawab pertanyaan Subhan.
"Nak, kamu seperti nya sedang bermimpi" Tadi kamu terlihat berjalan sendiri dengan kondisi mata tertutup" Sekarang ayo pulang nak" Jubah putih ini biar bapak yang bawa" Nanti bapak akan jelaskan semuanya di rumah bapak" ucap Sarto pada Subhan.
Subhan dan Sarto akhirnya kembali ke rumah Sarto. Namun mereka melewati pintu belakang rumah karena kamar Subhan letak nya di belakang dekat kebun yang baru saja di tanami jagung oleh Sarto.
__ADS_1
Saat melewati kebun jagung itu, Subhan mencium bau anyir yang semakin lama semakin terasa di hidung nya.
"Pak Sarto, bapak tak mencium bau busuk di sekitar kebun jagung?" tanya Subhan pada Sarto
"Oh, tidak nak" Bapak tak mencium bau apapun di sini" Emang nak Subhan mencium bau busuk?" tanya Sarto penasaran
"Iya pak, saya mencium bau busuk itu" Sebentar ya pak, saya ingin pergi ke pusat bau itu" ucap Subhan sambil terus pergi ke sumber bau busuk yang baru saja dia cium.
Terlihat sosok bayangan hitam berlari di sisi kiri Subhan dan Hampir saja Subhan bisa menangkap nya.
"Ada apa Subhan?" Apa kau sedang melihat sesuatu?" tanya Sarto
__ADS_1
"Ya pak, bayangan hitam itu, sebuah bayangan yang pernah aku lihat bersam Sutikno kini datang lagi" Dia seperti ingin menyentuh ku" ucap Subhan
"Nak, lebih baik kita cari besok pagi sumber bau busuk itu" Sekarang ayo kita kembali ke rumah" Bapak akan menceritakan semua hal yang menimpamu malam ini" ucap Sarto pada Subhan