Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Terbuka pelan-pelan


__ADS_3

Maap pembacaku, aku sibuk buanget kemarin rapat di tempat kerja, jadi janjiku up baru sekarang, jangan marah ya muach


Subhan mulai merasa aneh dengan ucapan sang kakek yang seakan ingin membuka suatu misteri yang dirinya juga penasaran.


"Kek, apa yang kau maksud?" Aku kehilangan siapa?" Aku tak sanggup jika harus kehilangan orang yang aku sayang" ucap Subhan pada sang kakek.


"Termasuk Sutikno?" tanya sang kakek pada Subhan. Pertanyaan sang kakek membuat Subhan makin terkejut.


"Kek, kenapa kakek bilang begitu?" emangnya apa yang akan terjadi pada Sutikno?" tanya Subhan sambil melihat Sutikno yang masih terduduk di belakang sang kakek. Tampak nya Sutikno tak mendengar pembicaraan antara sang kakek dan Subhan karena Sutikno hanya diam diam saja seakan tak peduli dengan apa yang dibicarakan antara sang kakek dan Subhan.


Kakek tua itupun sejenak menghentikan aksinya. Dia melihat Subhan dengan tatapan sayu. Setelah menatap Subhan dengan cukup lama, sang kakek tua meletakkan bungkusan itu di bawah telapak kakinya

__ADS_1


"Subhan, aku ingin memperlihatkan mu tentang sesuatu" ucap sang kakek sambil membuka telapak tangannya dan mengarahkannya pada Subhan.


"Subhan, lihatlah di dalam telapak tanganku ini, kau akan mendapatkan gambaran yang itu semua akan membuka alam pikiran mu selama ini" ucap sang kakek pada Subhan.


Subhan segera melihat isi dari gambaran yang ada di telapak tangan sang kakek tua. Terlihat gambaran desa teluk meriang, desa yang selama ini dia tempati bersama Sutikno maupun kakek dan neneknya.


Terlihat dalam gambaran itu, desa itu tampak kosong tak berpenghuni, sehingga membuat Subhan tak mengerti mengapa hal itu bisa terjadi. Sesekali, Subhan melihat ke arah Sutikno, dan terlihat Sutikno terduduk lesu dengan tatapan kosong nya.


Sementara itu, sambil terus mengamati gambaran yang ada di telapak tangan sang kakek, Subhan mulai memanggil Sutikno yang sejak tadi duduk diam di belakang sang kakek.


"Sutikno, berdirilah, ayo lihatlah, apa yang terjadi di desa kita?" mengapa desa kita menjadi kosong tak berpenghuni?" tanya Subhan sambil menarik tangan Sutikno. Namun sutikno tak bergeming dengan ajakannya seakan tak memperdulikan apa yang ada di gambaran tangan sang kakek tua

__ADS_1


Hingga sang kakek tua mulai menutup tangannya kembali. Melihat sang kakek tua menutup tangannya, Subhan mencoba meraih tangan kakek tua namun kakek tua itu menghindari Subhan.


"Kenapa kek?" aku belum selesai melihat apa yang terjadi di desaku" ucaolp Subhan memohon sang kakek untuk memperlihatkan tangannya kembali.


"Sudahlah Subhan, penjelasan ku sudah sangat jelas" Kau harus bisa berpikir sendiri mulai sekarang.


Kakek tua itu lalu mengambil bungkusan hitam yang ada di bawah telapak kakinya dan mengaitkan bungkusan itu di jubahnya


"Subhan, sementara waktu, aku akan membawa bungkusan ini, nanti kita akan bertemu di tepi sungai" ucap kakek tua


Kakek tua itupun berniat pergi meninggalkan rakit, namun sebelum meninggalkan rakit Subhan, Kakek tua itupun tampak mengambil sesuatu yang ada di dalam bajunya. Keluar semacam jubah putih yang terlipat rapi.

__ADS_1


"Tapi, kek


__ADS_2