Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Apakah itu Sutikno?"


__ADS_3

Subhan yang sudah mulai bisa terlepas dari dedemit yang mengikutinya, terlihat tampak ceria. Hari ini, Subhan makan dengan porsi lebih banyak dari biasanya.


Oleh Sarto, Subhan telah dianggap sebagai anak sendiri dan Subhan bertugas membantu Sarto di ladangnya bersama Hasan.


Suatu ketika, Subhan pergi ke ladang bersama Hasan. Ladang yang dimiliki Sarto tak terlalu luas, namun, Karena Sarto mengelolanya dengan baik, ladang itu berguna untuk kehidupan sehari-hari Sarto, istri dan anak nya Hasan.


"Subhan, apakah kau pernah ke ladang seperti ini ketika kau berada di desamu?" tanya Hasan penasaran


"Hasan, saat aku berada di desaku, setiap hari aku selali berada di ladang bersama teman bermain ku, Sutikno" ujar Subhan sambil mrmbayangkan kebersamaan nya dengan Sutikno.


"Oh, Sutikno teman yang sering kau ceritakan pada ayahku ya?" tanya Hasan pada Subhan


"Iya, gimana kondisi nya sekarang ya?" Aku ingin sekali bertemu dengan Sutikno" ucap Subhan sambil melihat ke arah sungai dimana dirinya berpisah dengan Sutikno di perbatasan lorong gelap yang menghubungkan desa tempat Hasan tinggal dan Desa nya itu.


"Subhan, kalau kau penasaran, ayo kita cari Sutikno" ucap Hasan pada Subhan

__ADS_1


"Aku penasaran dengan desa tempat mu tinggal" ujar Hasan dengan wajah yang penasaran dengan segala ucapan Subhan.


"Iya sih, ustad Saleh akan mengajak ku ke sana nanti" Lebih baik kita tunggu ustad Saleh yang katanya akan menemani kita menemui nenek ku" Aku takut jika pergi sendiri ke sana, karena ustad Saleh mewanti-wanti aku untuk berangkat bersamanya" Aku sudah kapok, dulu aku tidak mematuhi nasehat nenek dan pergi begitu saja" Nah sekarang, apa yang terjadi?" Aku kehilangan Sutikno"


"Aku tak akan mengulangi nya, dan aku tak mau kehilangan kamu" ucap Subhan pada Hasan.


Hasan pun menganggukkan kepalanya, dan sangat senang mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Subhan.


"Oh, kau sudah mengangapku saudara sendiri Subhan" Baguslah kalau begitu" ucap Hasan pada Subhan


"Subhan, ayo kita pulang" bukankah sore ini kau ada janji dengan ustad Saleh?" tanya Hasan pada Subhan


"Oh iya, aku lupa" Kalau begitu, ayo kita pulang" kata Subhan sambil mempersiapkan peralatan cangkul nya.


Subhan dan Hasan pun berjalan pulang ke rumah Sarto. Agar dekat dengan rumah, Subhan melewati pinggir sungai dimana dia dulu pernah terdampar di sana.

__ADS_1


Sesekali, Subhan melihat belas rakit nya yang semakin usang. Tanpa disadari oleh Subhan, Ada sosok bayangan baju merah di atas rakit itu.


"Hah, siapa dia?" tanya Subhan sambil terus menghampiri bayangan itu


"Heh, Subhan, kau mau kemana?" tanya Hasan penasaran. Hasan melihat Subhan menuju ke arah dimana rakit usangnya berada.


"Hasan, sepertinya aku melihat Sutikno" ucap Subhan sambil terus menuju ke arah rakit


"Mana?" Aku tak melihatnya" ucap Hasan sambil berusaha melihat rakit yang tampak kosong tak ada manusia pun yang menaiki nya


"Iya, beneran" Aku melihat nya" ucap Subhan sambil terus meninggalkan Hasan dan pergi menuju ke atas rakit.


Subhan segera menaiki rakit nya kembali dan berputar-putar di atas rakit itu. Tangannya tampak menggapai sesuatu yang tak terlihat. Wajah Subhan seperti orang linglung dan Hasan mulai menyadari nya. Dengan cepat, hasan menarik tangan Subhan dan berkata


"Subhan, tak ada orang di sini" Jika kau teruskan pergi ke belakang rakit, kau akan tercebur ke sungai" Ayo kita pulang" ajak Hasan sambil menarik paksa tangan Subhan.

__ADS_1


__ADS_2