Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
cuaca tak mendukung


__ADS_3

Jubah itu terlihat besar jika dibuka. Seandainya dipakai Subhan, pastinya kebesaran. Namun sang kakek Tua memberikannya pada Subhan untuk dipakai ketika Subhan telah sampai di tepi sungai.


"Subhan, aku memberikan jubah ini kepadamu, jaga baik-baik" Jika nanti kau berhasil sampai di tepi sungai, kau pakai jubah ini, maka kau akan bisa melihat hal yang sebenarnya" ucap sang kakek pada Subhan.


"Oh, ya kek" Trus kakek apakah akan meninggalkan rakit ini?" tanya Subhan pada kakek tua


"Ya, aku akan meninggalkan kamu untuk sementara waktu" Sesampai di tepi sungai, kau akan bertemu dengan aku lagi" Cukup kibaskan jubah ini, maka aku akan datang" ucap sang kakek tua pada Subhan.


Subhan langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapan sang kakek. Tapi, di hati Subhan ada kejanggalan yaitu mengapa Sutikno tidak diberi jubah yang sama dengan dirinya. Sang kakek memperlakukan Sutikno berbeda dengan perlakukan sang kakek kepada dirinya.


Namun, ketika Subhan hendak menanyakan hal itu, kakek tua tiba-tiba langsung menghilang dan berpindah ke perahu miliknya yang ada di samping rakit yang dinaiki Subhan dan Sutikno.

__ADS_1


Ketika sang kakek sudah pergi meninggalkannya, Subhan mulai melihat gelagat Sutikno yang sejak tadi diam saja. Karena penasaran, Subhan mendekati Sutikno


"Sutikno, ada apa dengan mu?" Kamu terlihat aneh" Wajahmu sekarang kok tambah pucat?" tanya Subhan penasaran


Mendengar pertanyaan Subhan, Sutikno langsung memandang ke arah Subhan dan berkata


"Sudahlah Subhan, aku tak bisa menjawab pertanyaan mu sekarang" Ucapan sang kakek ada benarnya" Hanya saja, aku belum bisa terima jika bungkusan hitam itu dibuka didepanku" ucap Sutikno pada Subhan.


Subhan mengangguk dan tak mempermasalahkan lagi, karena bungkusan hitam itu telah berada di tangan sang kakek. Subhan hanya mempunyai Jubah putih pemberian sang kakek.


"Sutikno, selama perjalanan ini, kamu sungguh berubah drastis" Mulai dari segala gelagatmu dan mimik wajahmu"Aku sangat takut sekali" Hanya kamu teman ku yang masih setia kepadaku"Aku harap kamu terus menemaniku sampai ketepian" ucap Subhan pada Sutikno.

__ADS_1


Sutikno pun mengangguk saja, tanpa berkata sepatah katapun lagi pada Subhan. Rakit milik Subhan mulai terapung di atas sungai yang luas. Subhan merasa sedikit menyesal karena tak menanyakan pada sang kakek ke arah mana dia akan berlayar. Kondisi sungai pun tak bisa ditebak olehnya sama sekali.


Dalam perjalanan, Subhan selalu mengingat nasib nenek dan kakek nya yang masih ada di desa teluk meriang.


"Apa yang terjadi pada nenek ku sekarang?" apa aku berbalik arah ke desaku lagi tanpa harus melanjutkan perjalanan?"Jika di sana aku pasti tenang?" gumama Subhan dalam hati.


Tampak nya, ucapan Subhan itu dapat dirasakan oleh Sutikno dan tiba- tiba Sutikno berkata


"Subhan, jangan sekali- kali kau memikirkan kembali ke desa" Kita sudah terlanjur berlayar" Hal ysng mustahil jika kau ingin kembali karena perjalanan kita hampir saja selesai" ucap Sutikno memberi nasehat pada Subhan.


"Yaudah Sutikno, kita lanjutkan perjalanan" ucap Subhan sambil mendayung lebih kencang lagi.

__ADS_1


Saat mendayung rakit, tiba-tiba, cuaca berubah menjadi sedikit gelap dan angin mulai berhembus dengan sedikit kencang.


"Sutikno, apa yang terjadi?" mengapa tiba-tiba angin menjadi tak bersahabat seperti ini?" tanya Subhan sedikit ketakutan


__ADS_2