Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Di dalam cawan


__ADS_3

"Ya, aku mendengarmu" jawab Subhan


Suara Subhan terdengar lirih di telinga Zaenal karena suaranya terhalang oleh dinding cawan yang tebal.


Subhan mulai melihat ke sekitar namun tak terlihat apapun di dalam cawan itu. Suasana menjadi gelap gulita. Yang terdengar hanya suara jin zaenal yang menanyakan keberadaannya.


"Dimana ayah, ibu dan Sarto?" batin Subhan dalam hati.


Karena suasana sangat gelap, Subhan mulai memanfaatkan cincin biru yang saat itu sedang dipakai nya. Dan suasana cawan mulai terlihat sedikit terang.


Terlihat, ayah, ibu dan Sarto masih pingsan di samping nya.


"Ayah, ibu bangunlah" panggil Subhan sambil berusaha menggoyang goyangkan tubuh mereka berdua.


Sementara itu, Sarto yang berada tak jauh dari tempat Subhan mulai bangun dan melihat ke sekitar


"Kok suasana nya menjadi berbeda?" Apakah kita sekarang berada di dalam cawan?" tanya Sarto pada Subhan yang saat itu masih berusaha membangunkan ayah ibunya yang pingsan.

__ADS_1


"Ya pak, sekarang kita ada di dalam cawan milik jin Zaenal" Apa yang harus kita lakukan?" Kita benar benar terkurung disini dan tak bisa keluar lagi" ucap Subhan dengan menunjukkan raut wajah sedih.


"Sudahlah nak" Nasi sudah menjadi bubur" Mungkin takdir kita emang begini" Kita pasrahkan nasib kita pada Allah" jawab Sarto mencoba menenangkan hati Subhan.


Walaupun, dalam hati nya, dia sendiri juga sangat bingung dan sudah kangen dengan keluarganya di rumah


Hingga suatu saat, suasana dalam cawan mulai terlihar aneh. Tiba-tiba saja, kondisi di dalam cawan membuat bulu kuduk Subhan merinding. Muncul lumpur yang tidak tahu darimana mereka datang. Lumpur hitam itu semakin lama semakin tinggi hingga sampai ke lutut Subhan. Sementara itu karena lumpur itu mulai meninggi, ayah dan ibu Subhan mulai terbangun karena lumpur itu hampir mengenai wajah mereka.


Sambil terbatuk batuk ayah dan ibu Subhan bertanya pada Subhan


"cairan apa ini?" Seperti menempel di tubuh ku?" ibu Subhan mulai mengamati tubuh nya yang penuh dengan lumpur.


Subhan segera membersihkan tubuh ibunya dengan menggunakan baju yang dipakai nya.


"Entahlah bu, baru saja ada lumpur misterius keluar dari cawan ini" dan lumpur ini sepertinya makin tinggi saja" Kalau kita tak bisa berhasil keluar dari tempat ini, tubuh kita akan terkubur di dalam lumpur ini" ucap Subhan cemas.


Subhan mulai berteriak dan memanggil jin zaenal yang sejak tadi tak terdengar suaranya lagi

__ADS_1


"Zaenal, cepat keluarkan aku dari sini" teriak Subhan dan itu diucapkan Subhan berulang kali hingga ketika panggilan ke tiga barulah ada jawaban dari balik dinding cawan.


"Tuan, aku sudah berhasil keluar dari tempat nenek ku dan saat ini" Aku akan secepatnya mengeluarkan kalian semua" ucap jin Zaenal pada Subhan.


Subhan sedikit lega mendengar ucapan dari jin Zaenal.


Sementara itu, Jin zaenal yang sudah berhasil keluar dari tempat nenek nya mulai menyusuri area sungai tempat dimana Subhan ayah ibu Subhan dan Sarto menyeberangi sungai itu.


Jin Zaenal mulai membuka tutup cawan dan tubuh Subhan, Sarto dan ibu Subhan tertarik keluar dari cawan itu.


" Ahhhhhh" Tubuh mereka semua akhirnya terlempar keluar dari dalam cawan dan tercebur ke dalam sungai.


Terlihat lumpur yang menempel di tubuh mereka luntur akibat terkena air sungai angker itu.


Mereka berempat akhirnya berenang menuju ke tepian dimana jin zaenal masih berdiri terpaku di tempat itu. Dalam pikiran jin zaenal muncul perasaan takut karena telah pergi meninggalkan tempat tinggal nenek nya dan lebih memilih pergi bersama Subhan.


Sementara itu, nenek tua mata satu mulai merasakan jika cucunya pergi meninggalkannya secara diam-diam. Dengan perasaan marah nenek tua mata satu pergi mengejarnya.

__ADS_1


__ADS_2