
Sutikno yang sejak tadi menemani Subhan berlayar ikut terkejut mengetahui cuaca yang tiba-tiba menjadi buruk.
"Subhan, tampaknya ada sesuatu yang terjadi di atas sungai ini" ucap Sutikno sambil berpegangan tangan di atas rakit begitu juga dengan Subhan.
"Ada apa emangnya?" tanya Subhan penasaran.
"Kita harus siap-siap mengalami hal diluar dugaan kita" Kau peganglah tubuhku, aku jamin kau aman" ucap Sutikno pada Subhan
Subhan akhirnya memegang tubuh Sutikno, dan Sutikno lah yang mulai berganti mendayung rakit yang bergerak ke sana kemari mengikuti arus sungai yang tidak bersahabat.
Tiba waktunya, Cuaca semakin gelap, hingga akhirnya rakit yang dinaiki Subhan dan Sutikno ikut bergoyang dengan sangat kencang.
Air sungai mulai menunjukkan keganasannya. Subhan semakin kebingungan saja melihat fenomena yang telah terjadi. Namun Sutikno berusaha menghilangkan rasa takutnya dengan mengandalkan Sutikno yang saat ini tampak sangat melindunginya.
__ADS_1
Hingga akhirnya, air sungai itu menyiram tubuh Sutikno dan Subhan hingga membuat Subhan dan Sutikno kehilangan keseimbangan nya. Rakit yang ditumpangi mereka akhirnya terbalik dan mereka berdua tercebur ke sungai.
Untung nya, Subhan dan Sutikno terus berpegangan di rakit dan beberapa saat kemudian, Subhan pingsan entah berapa lama dia pingsan.
Beberapa saat kemudian, Subhan terbangun dan ternyata dirinya sudah berada di suatu tempat yang aneh. Semacam tempat persinggahan di tengah sungai. Jubah yang diberikan sang kakek tetap ada pada Subhan namun jubah putih itu tampak basah terkena air sungai yang tadi mengenainya.
Subhan pun tetap melipat jubah itu dan mengaitkan di pinggangnya. Entah kapan Subhan akan memakai jubah itu karena sang kakek berpesan, jubah itu boleh dipakai ketika dirinya telah berada di tempat tujuan yaitu desa seberang sungai.
Mata Subhan mulai melihat ke sekeliling, terlihat Sutikno dengan baju merahnya masih setia menemaninya di samping nya.
"Subhan, sementara waktu kau aman disini" Disini adalah tempat persinggahan para penduduk yang hendak menyeberangi sungai" Setiap penduduk yang akan menyeberangi sungai, jika kehabisan bekal makanan, mereka akan singgah disini" ucap Sutikno memberi penjelasan yang sangat detail pada Subhan.
Subhan menganggukkan kepalanya tanda mengerti penjelasan dari Sutikno. Subhan pun berusaha berdiri dan melihat-lihat ke sekitar tempat persinggahan itu. Terlihat beberapa pohon kelapa hidup dengan subur di tempat itu.
__ADS_1
"Ayo, kita mulai berangkat lagi, Lihatlah, rakit kita ada di tepi sungai" Lebih baik kita secepatnya meninggalkan tempat ini, karena kita telah menghabiskan waktu di tempat ini sudah cukup lama" ucap Sutikno sambil menarik tangan Subhan
"Tunggu sebentar Sutikno, aku lapar" Apakah kau tidak merasakan lapar?" tanya Subhan pada Sutikno.
"Ehm, ya aku tak terlalu lapar" Baiklah kalau begitu, aku akan mencarikan makanan untukmu" ucap Sutikno pada Subhan.
Terlihat Sutikno beranjak dari tempat itu dan pergi menuju ke pohon kelapa yang tak jauh dari tempatnya duduk bersama Subhan.
"Sutikno, kau akan mengambil kan aku kelapa?" tanya Subhan pada Sutikno.
"Ya, subhan, tunggulah sebentar" ucap Sutikno pada Subhan.
Akhirnya, Sutikno segera memanjat pohon kelapa itu. Subhan sangat terkejut melihat kemampuan memanjat Sutikno yang sangat cepat. Selama bersama Sutikno di desa teluk meriang, Subhan tak pernah tahu keahlian Sutikno dalam memanjat pohon.
__ADS_1
Sambil duduk menunggu Sutikno berhasil mengambil kelapa, tampak bayangan hitam yang mengintai Subhan dari belakang. Entah siapa itu namun bayangan hitam itu semakin dekat saja.