Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Subhan hilang


__ADS_3

Asap yang keluar dari kepala jin jinggo semakin lama semakin banyak. Kepala jin jinggo terlihat terbakar dan dengan sangat terpaksa, jin jinggo keluar dari tombak yang sudah lama dia tinggali.


Sambik terbata-bata jin jinggo berkata


"Pak tua, apa yang kau inginkan dari ku?" tombak ini adalah tempat tinggal ku" Kau dengan sangat kejam tega mengusir ku" Atas dasar apa kau mengusirku?" Apa kau di suruh oleh seseorang?" atau kau sedang membantu anak keturunan dari muyadi?" (muyadi adalah kakek Subhan).


"Tidak, " Aku ingin memutuskan mata rantai hubungan keluarga Subhan dengan kamu" Jika kau tetap tinggal di tombak ini, maka Subhan akan mewarisi dampak buruk dari tombak ini" ujar ustad pada jin jinggo.


Mendengar penuturan ustad Saleh yang tak berpihak kepadanya, Jin jinggo marah dan memanggil semua teman nya.


Teman jin jinggo mulai berdatangan dan wajah mereka penuh dengan amarah. Mereka mulai menyerang ustad Saleh dengan kekuatan yang mereka miliki.


Tubuh ustad Saleh mulai bergetar dan cahaya putih mengitari tubuh ustad Saleh. Subhan yang ada di alam manusia mulai melihat pergerakan tubuh yang aneh itu.

__ADS_1


"Ada apa dengan ustad Saleh?" gumam Subhan sambil terus mengamati tubuh ustad Saleh yang bergerak tiada henti


"Pak Sarto, lihatlah ustad Saleh" Tubuh nya kok bergerak terus?" tanya Subhan penasraan


"Entahlah Subhan" Ustad Saleh meminta kita menunggunya di sini dan tidak boleh mendekatinya" ujar Sarto mencoba menghalangi Subhan yang sejak tadi tak betah ingin selalu pergi mendekati ustad Saleh.


"Aku tak betah menunggu lama disini" Ustad Saleh tampak nya butuh bantuan kita" ucap Subhan pada Sarto.


Sambil menunggu Sarto lengah, Subhan berusaha mencari celah agar dirinya bisa mendekat ke arah ustad Saleh yang saat itu terlihat duduk bersila sambil berkonsentrasi


Semakin lama, Subhan semakin mendekat ke arah ustad Saleh, dan Subhan mulai berteriak histeris melihat tubuh ustad Saleh penuh luka.


"ustad, ada apa dengan mu?" tanya Subhan sambil menggoyang-goyangkan tubuh ustad Saleh yang masih duduk bersila. Tak ada jawaban dari ustad Saleh sehingga membuat Subhan makin penasaran.

__ADS_1


Sementara itu Sarto mulai sadar jika Subhan telah pergi menuju ke tempat ustad Saleh.


Sambil memanggil Subhan, Sarto akhirnya terpaksa mengejar Subhan dan pergi menuju ke tempat ustad Saleh bersemedi.


"Subhan, kenapa kau pergi ke sini?" Bukankah ustad Saleh melarang kita pergi mendekatinya selama dia bersemedi?" ucap Sarto dengan wajah gugup.


"Pak Sarto, lihatlah tubuh ustad Saleh penuh luka" Apa yang harus kita lakukan?" Kita harus cepat menyadarkannya agar terbebas dari gangguan jin penunggu tombak milik kakek" ujar Subhan seakan mulai mengerti tentang apa yang telah menimpa ustad Saleh


"Iya, tapi aku tidak tahu bagaimana cara membangunkannya nak" Ucap Sarto sambil melihat lagi tubuh ustad Saleh yang terus bergetar.


Saat situasi semakin genting, muncul sosok pak tua yang wajahnya mirip dengan ustad Saleh berada di depan Subhan. Pak tua itu hanya bisa dilihat oleh Subhan dan dengan terbata-bata Subhan memanggil pak tua itu dan berkata


"Pak, apakah kau pak tua yang memberi jubah putih untukku saat aku berlayar meninggalkan desa teluk meriang?" tanya Subhan penasaran.

__ADS_1


Pak tua itu terdiam dan menarik tangan Subhan. Tubuh Subhan tiba-tiba menghilang dari pandangan Sarto dan ayah ibu Subhan.


"Subhan..." kau dimana nak?" tanya ayah ibu Subhan kebingungan. Kejadian yang menimpa Subhan sangat mendadak sehingga Sarto dan ayah Subhan tak sempat tahu banyak apa yang sebenarnya terjadi.


__ADS_2