Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai
Berita dari jauh


__ADS_3

Maap teman teman baru update barusan sibuk dan sakit flu.


Ustad Saleh dengan jiwa yang masih berkelana telah sampai ke kota dimana ayah dan ibu Subhan berada. Rupanya ayah dan ibu Subhan hidup berkecukupan di kota dan mereka telah mempunyai anak lagi selain Subhan. Anak mereka bernama Hendra.


Hendra masih bersekolah di swasta dan saat ini duduk di kelas 1 Sekolah Dasar.


"Hem, aku telah menemukan orang tua Subhan" gumam ustad Saleh dalam hati. Tampak ayah dan ibu Subhan tengah berbincang di teras rumah nya. Ustad Soleh pun menunggu malam tiba, karena waktu malam hari, kedua orang tua pastinya sedang tidur. Saat itulah ustad Soleh akan merasuki alam pikiran mereka.


Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Malam telah datang. Ayah dan ibu Subhan mulai tertidur lelap dengan mimpi mereka masing-masing.


Ustad Saleh segera masuk ke dalam alam pikiran mereka dan rupanya usaha ustad Saleh berhasil. Jiwa ustad Saleh merasuk dalam mimpi ayah Subhan.


Dalam mimpi ayah Subhan, ustad Saleh menjelma menjadi sosok pemuda tampan dan gagah. Sangat berbeda dengan wajah ustad Saleh yang sebenarnya.


"Siapa kau?" tanya ayah Subhan dalam mimpi.

__ADS_1


"Tenanglah, aku tak akan mengganggumu" Aku membawa berita baik untuk mu" jawab ustad Saleh dengan membuka tabir wajah Subhan yang lumayan familiar di mata ayah Subhan.


"Datanglah ke desa Rajuk Sopa, kau akan menemukan anakmu" ujar Ustad Saleh di mimpi ayah Subhan.


Ayah Subhan kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh ustad Saleh kepadanya. Ayah Subhan langsung bertanya anakku siapa?" Subhan?" tanya ayah Subhan penasaran. Tak ada jawaban dari ustad Saleh karena saat selesai mengatakan hal itu, ustad Saleh langsung pergi meninggalkan ayah Subhan dalam mimpi nya.


Beberapa lama kemudian, ayah Subhan terbangun dari tidur nya dan segera membangunkan istrinya.


"Bu, aku mimpi aneh" ucap ayah Subhan pada istrinya.


Dengan menghela nafas panjang ayah Subhan menceritakan hal yang ada dalam mimpinya. Setelah mendengar perkataan suaminya, ibu Subhan berkata


"Pak, kita ikuti saja mimpi kita" Lebih baik kita pergi ke desa dimana kita pertama kali terdampar di sana" ucap ibu Subhan pada ayah Subhan.


"Baiklah bu, besok pagi kita berangkat ke desa itu" Sekarang, kita tidur lagi" ucap ayah Subhan pada ibu Subhan.

__ADS_1


Mereka berdua akhirnya tidur lagi karena malam masih panjang.


Sementara itu, ustad Saleh segera pergi meninggalkan ayah Subhan dan kembali ke desa tempat tinggal nya. Dalam dunia spiritual, seseorang yang merasuk ke dalam alam pikiran sesama manusia tak bisa berlama-lama karena hal itu cukup menguras energi yang dimiliki nya.


Di perjalanan menuju jasad nya, ustad Saleh bertemu dengan sosok nenek tua yang tak dikenal nya. Nenek tua itu memegang kaki ustad Saleh dan berkata


"Kembalikan cucuku" pinta nenek tua itu sambil memegang kaki ustad Saleh yang saat itu sedang melakukan perjalanan pulang menuju ke desa nya kembali.


"Siapa kau?" tanya Ustad Saleh sambil melihat ke arah nenek tua itu.


Terlihat mata nenek tua itu berwarna merah, nenek itu sangat kurus dan tulang belulang nya sudah hampir kelihatan.


Ustad Saleh hanya diam saja melihat segala tingkah laku sang nenek dan tetap berjalan menuju ke jasad nya kembali.


Pagi hampir tiba, dan jika ustad Saleh tak cepat kembali ke jasad nya, maka akan sulit untuk kembali lagi.

__ADS_1


__ADS_2