
Nenek tua itu tersenyum tipis sinis dan berkata
"Ini kan rumahku?" Kalian bukannya istirahat di kamar belakang?" kenapa ada di depan rumahku lagi?" apakah kalian semua sedang jalan jalan melihat suasana halaman rumahku?" tanya nenek berbalik bertanya pada Subhan dan Sarto
Sarto menjawab sambil sedikit ada rasa was was
"Tadi kami semua sedang berjalan ke arah belakang rumah ini, dan pergi menuju rumah tetangga" Tapi, kenapa kami sampai di rumah ini lagi?" tanya Subhan setengah tak percaya.
"Nak, mungkin kamu sedang berhalusinasi" Tak ada rumah tetangga di belakang rumahku" Aku hidup sendirian di sini" yaudah kalian boleh masuk dan istirahatlah dengan tenang di dalam kamar" ucap sang nenek tua.
Mereka berempat akhirnya langsung masuk kembali ke dalam rumah sang nenek, dan berada di dalam kamar itu lagi seperti sedia kala.
Dengan langkah lunglai, Sarto meratapi nasibnya yang sial
__ADS_1
"Kenapa kita seakan terjebak di tempat ini ya?" Aku jadi curiga dengan nenek tua itu" Apakah dia bukan manusia?" Atau dia punya niat jahat pada kita?" tanya Sarto penasaran
Subhan yang juga bingung dengan keadaan yang terjadi berusaha mencari tahu dengan mengintip jendela kamar itu lagi. Terlihat sebuah rumah yang mirip dengan tadi ada di balik jendela.
Pak Sarto, lihatlah, rumah itu" ungkap Subhan pada Sarto
"Iya nak, rumah itu adalah rumah ini" Jika kita ke sana lagi seperti tadi, kita akan tetap masuk ke rumah ini" Apa yang sebenarnya terjadi?" Apa kita istirahat dulu disini?" Besok kita pamit pada nenek tua itu" sepertinya nenek tua mata satu bukan orang sembarangan" ujar Sarto pelan
Mereka berempat akhirnya beristirahat di dalam kamar sang nenek tua. Tak terasa merekapun terlelap karena kelelahan. Di dalam tidurnya, Subhan bermimpi didatangi oleh ustad Saleh.
Di dalam mimpi, ustad Saleh berpesan agar cepat pergi dari tempat sang nenek karena di tempat itu sangat berbahaya bagi mereka.
Beginilah mimpi Subhan
__ADS_1
Dalam mimpi, Subhan berada di tempat yang berkabut, dan seperti ada di puncak gunung. Disana, Sarto dan ayah ibu Subhan sedang terbelenggu dan diikat dengan tali yang sangat besar.
Ayah, ibu, kenapa dengan kalian?" tanya Subhan sambil berusaha membuka ikatan tali itu dari tubuh ayah dan ibunya.
Tak ada jawaban dari ayah dan ibunya. Mereka hanya terdiam dengan kepala tertunduk. Sementara itu, Sarto terlihat duduk sendirian di belakang ayah dan ibu Subhan. Kedua tangan Sarto juga di ikat hingga Sarto tak bisa bergerak sama sekali.
Disaat Subhan merasa bingung, datanglah ustad Saleh bersama Sutikno memberi peringatan pada Subhan.
"Subhan, pergilah dari tempat ini" ucap ustad Saleh pada Subhan
"Loh trus, gimana dengan ayah dan ibuku?" mereka masih diikat dengan tali yang besar" Aku ingin membebaskannya dan barulah aku pergi ustad" Lagian, ustad kemana aja sih?" kok baru muncul sekarang?" Kami semua merindukan ustad" ucap Subhan pada ustad Saleh.
Ustad Saleh langsung menarik tangan Subhan dan mennyarankan untuk ikuti arahannya. Subhan mulai memberontak dan tak ingin pergi sebelum dirinya berhasil membawa Sarto dan kedua orang tuanya pergi bersamanya.
__ADS_1