Di Madu

Di Madu
100. dua pembahasan berbeda


__ADS_3

Kamelia meminta Bunga membawakan cemilan ke ruang utama dan Bunga pun mengiyakannya lalu membawa makanan juga minumannya.


Kalila tersenyum melihat Kakak nya terlihat serius dengan masakannya, Kakaknya itu memang begitu mahir dalam urusan makanan dan Kalila begitu menyukai hasil masakannya.


"Kok melamun Dee?? Ada yang kamu mau?? "


tanya Kamelia saat melihat Adiknya terdiam melamun.


"Lila sedang mengagumi Kakak, jago masaknya dan rasanya juga sangat enak. "


Jawab Kalila dan membuat Kamelia tersenyum menggelengkan kepalanya.


Bunga tiba tiba masuk kedapur dan mepet ke arah Kamelia membuat Kamelia tersentak kaget, saat akan protes malah di minta jangan bersuara.


"Lia jangan protes dulu, aku denger loh obrolan suami kamu di ruang tengah dengan dua sahabatnya, Cindi ternyata sudah meninggal karena bunuh diri. "


jelas Bunga dan membuat Kamelia melototkan matanya.


"Jangan ngarang kamu Bunga. "


ucap Kamelia yang memang tidak percaya dengan ucapan sahabatnya itu.


"Tanyakan sana kala gak percaya, tapi itu bagus buat kamu Lia karena dia wanita jahat. "


ucap Bunga dan Kamelia langsung terdiam mendengarnya.


Kalila melanjutkan masakan Kakaknya karena Kamelia terlihat hanya diam, Bunga pun langsung membantu Kalila masak dan membiarkan Kamelia istirahat.


.


.


Dua jam kemudian......


Selesai dengan masaknya dan tinggal menunggu makan siang karena saat ini masih terlalu awal untuk makan siang, Kamelia duduk lesehan dengan Bunga dan juga Kalila, ketiganya sedang menonton derama sedangkan ketiga pasangan wanita itu hanya bisa mengalah dan duduk di sofa.


"Lebih baik makan sekarang, ini sudah menunjukan waktu makan siang juga. "


ajak Ikbal dan Aldo mengiyakannya juga Adit.


Kalila kembali di gendong dan di dudukkan di kursi roda tapi Kalila menolak saat Aldo akan mendorong kursi rodanya, Aldo pun menyetujuinya dan mengikuti Kalila yang sudah jalan terlebih dahulu.


Ikbal langsung takjub dengan Makanan di hadapannya dan langsung duduk setelah Bunga memintanya, Kamelia langsung menyiapkan makanan di atas piring untuk Adit.


"Jadi ingat jaman kerja dulu pasti makan siang bersama sama selalu setiap hari. "


ucap Bunga dan Kamelia hanya tersenyum mendengarnya.


"Sudah Sayang kita makan dan jangan membahas masa lalu nantinya melebar kemana mana. "

__ADS_1


ucap Ikbal yang melerai ucapan Bunga dan membuat Bunga mendelik.


Ke enam nya langsung makan tanpa ada yang berbicara, hingga makanan habis pun tidak ada obrolan, laki laki langsung meninggalkan meja makan sedangkan wanita langsung merapihkan bekasnya.


"Nanti kamu hati hati yaa tinggal di Apartment ini, jangan memaksakan melakukan aktifitas kalau gak ke jangkau, kamu harus fokus kesembuhan kamu Lila. "


ucap Kamelia sambil mencuci bekas makannya.


"Iya Kak dan Lila akan mematuhi ucapan Kakak, Lila belum membicarakan nya sama Kak Aldo mengenai semua ditail kita tinggal disini, nanti akan Lila bicarakan. "


ucap Kalila dan Kamelia mengacungkan jempolnya.


"Lila kayanya Kak Bunga pulang duluan yaa, sebelum jam empat sore harus sudah di rumah soalnya. "


ucap Bunga dan Kalila menganggukkan kepalanya.


"Makasih karena Kak Bunga sudah mengantar Lila pindahan dan membantu yang lainnya. "


ucap Kalila dan Bunga mengacungkan jempolnya.


Bunga langsung berjalan terlebih dahulu untuk mengajak Ikbal pulang, Kalila dan kamelia mengikutinya dari belakang lalu menghampiri Adit juga Aldo.


"Aku sampe lupa kalau sebelum jam empat harus sudah memgembalikan kamu Sayang, yasudah ayo aku antarkan pulang sekarang. "


ucap Ikbal saat Bunga memberitahukan waktunya.


"Kak Lia menginap yaa disini. "


pinta Kalila saat Kamelia duduk kembali disampingnya.


"Gak tau Lila, gimana Mas Adit kalau Kakak. "


jawab Kamelia dan Lila mengiyakannya lalu menatap ke arah suami juga Kakak Iparnya yang sedang berbincang di balkon.


"Kamu nyaman kan menjadi istrinya Aldo?? "


tanya Kamelia tiba tiba dan membuat Kalila langsung terdiam.


"Beberapa hari bersama dengan status Istri, Lila merasa biasa saja Kak dan kalau tahap nyaman kayanya masih jauh. "


jawab Kalila dan Kamelia menganggukkan kepalanya karena dia pernah di posisi yang sama.


"Dulu Kakak lebih parah, di jadikan istri kedua dan di kunjungi seminggu tiga kali, kamu ada derama tidur terpisah di sofa tidak?? "


tanya Kamelia dan Kalila menggelengkan kepalanya.


"Gak ada Kak, malah Kak Aldo yang selalu membantu aku mandi dan menyiapkan pakaian agar aku nyaman, bahkan semua pakaian aku dress atau rok. "


jawab Kalila dan Kamelia tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


"Beruntungnya kamu Lila, saran Kakak ke kamu sekarang adalah bukalah hati untuk suami kamu dan Kakak yakin suami kamu akan membalasnya, ketulusan cinta akan di balas kebahagiaan. "


jelas Kamelia dan Kalila menganggukkan kepalanya.


"Iya Kak dan Kak Aldo juga bicara seperti yang Kakak ucapkan ke Lila, mudah mudahan Lila bisa. "


ucap Kalila dan Kamelia tersenyum sambil mengusap rambut sang adik penuh sayang.


"Berusahalah Lila dan Kakak yakin kamu bisa. "


ucap Kamelia dan Kalila tersenyum mengangguk.


Saat kedua saudari itu asik berbincang, ternyata Adit dan Aldo sedang berbicara serius, mengenai pekerjaan juga mengenai rumah tangga Aldo.


"Satu yang membuat Lia ragu saat kamu menikahi adiknya, Lia takut kamu memanfaatkan adiknya karena pernah menolak kamu Al, Lia memang sensitif semenjak hamil dan selalu memakai perasaan. "


ucap Adit dan membuat Aldo melototkan matanya.


"Astaga...... serius Amel berfikiran seperti itu?? "


tanya Aldo dan Adit mendelik mendengar panggilan yang di ucapkan Aldo.


"Dengan sebutan itu aku bisa tebak, kamu masih belum melupakan perasaan pasa istriku. "


kesal Adit dan membuat Aldo terbahak mendengarnya.


"Adit kamu ini berfikirannya sangat jauh sekali, aku sudah melupakan rasa itu dan jangan bahas masalah itu lagi karena aku gak mau Kalila sampai mendengarnya dan berfikir sama seperti istrimu, aku benar benar menerima pernikahan ini bahkan aku sudah meminta Kalila untuk sama sama saling menerima dan membuka hati. "


jelas Aldo dan Adit langsung terdiam mendengarnya karena Adit tahu bagaimana sifat Aldo yang sebenarnya.


"Aku percaya kamu Al dan kamu mampu menjaga Kalila, Jangan sampai kamu membuat kesalahan Al. "


ucap Adit dan Aldo menganggukkan kepalanya.


Keduanya mengakhiri perbincangannya dan langsung masuk kedalam, ternyata hanya ada Kamelia sedang duduk bersandar tanpa Kalila.


Aldo memilih menuju kamarnya untuk mencari Kalila, sedangkan Adit menghampiri Kamelia sambil mencium puncak kepala Kamelia saat sampai di samping sang istri.


"Kamu ini bikin kaget dan malu nanti ada yang lihat. "


protes Kamelia dan Adit tersenyum mendengarnya.


Adit langsung duduk di samping Kamelia dan mengambil alih cemilan yang sedang di makan Kamelia, Kamelia membiarkannya dan tetap fokus dengan menonton film yang di tontonnya.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2