
Saat keduanya sedang asik bermesraan ternyata pintu ruangan kerja di ketuk dan Kepala pelayan masuk membawa jus pesanan Kamelia, Kamelia langsung turun dari pangkuan Adit dan menerima jusnya, Adit menggeram kesal karena istrinya malah turun dari pangkuannya.
"Makasih untuk jus nya Bibi..... "
ucap Kamelia dengan nada riangnya dan kepala pelayan mengiyakannya.
"Sama sama Nona dan saya pamit kembali ke dapur. "
ucap Kepala pelayan dan Kamelia mengangguk lalu menghampiri Adit kembali.
Adit tersenyum dan menepuk pahanya sebagai kode agar Kamelia kembali duduk di atas pangkuannya, Kamelia tidak perotes dan langsung duduk di atas pangkuan Adit.
"Asem loh jus sirsak rasanya. "
ucap Adit saat istrinya begitu menikmati segelas jus yang ada di tangannya.
"Bukan asem tapi segar Mas rasanya, Mas mau mencobanya gak?? "
ucap Kamelia dan Adit menggelengkan kepalanya.
"Habiskan buat kamu saja Sayang, Mas mau nya makan kamu saja. "
ucap Adit dengan suara yang terdengar menggeram dan Kamelia mendelik mendengarnya.
"Jangan sering makan aku Mas, kasian Dedenya ketekan tahu dan bahaya. "
tolak Kamelia dan Adit tertawa mendengar penolakan istrinya ini.
Padahal Kamelia akan menikmatinya setelah Adit memulainya, bahkan Kamelia seperti enggal menolak malah meminta lebih kalau Adit memakannya.
"Kamu pernah dengar bubur singkong gak Mas?? "
tanya Kamelia dan Adit menggelengkan kepalanya.
"Adanya bubur Ayam, bubur kacang, bubur sum sum dan apaan itu bubur singkong?? "
jawab Adit dan Kamelia hanya mendelik mendengar jawaban suaminya itu.
"Ishhh.... padahal rasanya enak loh Mas, manis gurih menyatu dan meleber di mulut. "
ucap Kamelia dengan pikiran sedang memakan bubur di tangannya.
"Kode kayanya minta bubur singkong sepertinya. "
dugaan Adit dan Kamelia menganggukkan kepalanya.
"Benar sekali dan sekarang sedang menunggu singkong nya lagi di beli sama supir ke pasar. "
jawab Kemelia dan membuat Adit terbahak mendengarnya.
__ADS_1
"Awas kalau nagih yaa nanti pas aku buat, gak akan aku kasih loh. "
kesal Kamelia dan Adit langsung tertawa semakin menjadi.
"Kamu gak kangen sama Mas yaa?? "
tanya Adit tiba tiba saat Kamelia asik meminum jusnya dan Kamelia langsung menatap ke arah suaminya dengan tatapan horornya.
"Tadi pagi ketemu terus sekarang ketemu juga, jadi aku biasa saja Mas. "
jawab Kamelia dan Adit menghela nafasnya mendengar jawaban dari istrinya.
"Padahal Mas sangat rindu kamu tau, begitu keluar dari rumah juga malah sudah rindu. "
gombal Adit dan Kamelia mendelik mendengarnya padahal Adit memang begitu merindukannya tidak menggombal.
"Gombal sekali suami aku ini, sudah lanjutkan kerjanya aku mau ke dapur takut singkong nya sudah datang. "
ucap Kamelia yang langsung beranjak dari pangkuan suaminya membuat Adit langsung melototkan matanya karena Kamelia langsung melenggang keluar dari ruangannya.
"Ishhhh..... wanita itu sangat meresahkan. "
gerutu Adit yang langsung menonaktifkan leptopnya lalu membawa jas juga untuk segera keluar menyusul istrinya.
Benar dugaan Adit saat ini istrinya malah sedang heboh memilih singkong membuat Adit menggelengkan kepalanya lalu menghampiri sang istri.
"Mas ganti pakaian sana dan blik lagi kesini yaa Mas, bantu aku parud singkongnya, pakaian ganti sudah aku siapkan di kamar. "
Adit berjalan lunglai menuju kamarnya dan Kamelia malah sibuk memilih singkongnya yang akan di olah menjadi bubur sebagai menu masakannya.
"Bibi ini sisanya bawa saja, aku hanya butuh satu saja dan terserah mau di apakan sama Bibi. "
ucap Kamelia setelah memilih satu singkong yang ukurannya paling besar.
Kepala pelayan membawa nya ke dapur dan Kamelia pun langsung menuju dapur untuk membersihkan singkong dari kulitnya.
"Nona mau membuat apa?? saya akan siapkan bahan lainnya jika masih di perlukan. "
tanya kepala pelayan saat Kamelia menghampirinya ke dapur.
"Aku butuh gula merah, santan kelapa yang instan kemasan saja terus daun pandan, terus yang terakhir tepung beras. Segitu saja aku butuhnya Bii. "
jawab Kamelia sambil memakai celemek agar bajunya tidak kotor.
Ternyata Adit tak lama datang dengan pakaian sangat santai, celana pendek dan kaos oblong biasa tapi terlihat sangat seksi bagi Kamelia.
"Malah bengong kamu ini, tadi minta bantuan buat singkong di parud dan sekarang malah bengong. "
ucap Adit sambil mengusap wajah Kamelia sambil tersenyum dan Kamelia hanya mendelik mendengarnya.
__ADS_1
"Nih bersihkan singkongnya dan parud sampai halus. ".
ucap Kamelia dengan nada kesal nya sambil memberikan singkong pada suaminya.
"Tunggu dulu Sayang, Mas gak tahu cara membersihkan singkongnya bagaimana?? kalau memarudnya Mas bisa kan pakai blender. "
ucap Adit dan Kamelia mendelik mendengarnya.
"Biar bibi yang bersihkan dan nanti Nona sama Den Adit tinggal mengolahnya. "
ucap Bibi yang menawarkan diri dan Adit langsung mengangguk lalu memberikan singkongnya.
"Bibi pengertian sekali, makasih Bii dan nanti saya olah nya barengan Istri saya. "
ucap Adit dan Kamelia semakin melototkan matanya pada sang suami.
"Sudah sayang jangan protes, dari pada kita salah membersihkan jadi mendingan kita ikuti tawaran Bibi dan kita bisa siapkan yang lainnya. "
ucap Adit kembali sambil membawa Kamelia menjauh dari singkong.
"Ishhh..... kamu ini dasar, aku juga bisa Mas kalau cuma membersihkan kulitnya. "
gerutu Kamelia sambil menyiapkan membuat vla yang di buat dari santan di campur beberapa sendok tepung beras untuk pengentalnya.
Adit bertugas mengiris gula merah menjadi halus dan Kamelia mulai membuat Vla nya, keduanya begitu serius membuat kepala pelayan tersenyum melihatnya karena dulu saat anak majikannya menikah dengan istri pertamanya tidak pernah melihat Adit di dapur bahkan seyum pun sangat tidak pernah.
"Nona Kamelia memang membawa pengaruh baik di keluarga ini, awan hitam hilang di gantikan langit cerah. "
gumam kepala pelayan yang sudah selesai membersihkan singkongnya.
"Ini singkongnya selesai di bersihkan, Bibi mau mengambil blender untuk menghaluskannya. "
ucap Kelapa pelayan sambil meletakka singkong di depan wadah irisan gula merah.
"Makasih Bibi dan lebih cepat di blender karena kalau manual akan sangat lama selesainya. "
ucap Kamelia dan kepala pelayan menganggukkan kepalanya.
"Kenapa ngidam nya aneh aneh yaa, kemarin repot dengan Vla jagung manis dan sekarang sibuk dengan singkong, semoga calon pewaris nanti menjadi anak membanggakan. "
gumam kepala pelayan dengan keyakinannya sambil berjalan menuju lemari dimana alat alat elektronik yang berhubungan dengan dapur di simpan.
"Nanti blender singkongnya tapi potong kecil kecil terus pakai air blendernya biar halus dan aku gak perlu menggunakan air lagi. "
ucap Kamelia yang memberikan singkong pada Adit karena Kamelia akan membuat Vla tepung beras untuk toping bubur singkongnya.
.
.
__ADS_1
Bersambung..........