
Adit saat ini sedang di ruang kerjanya di temani Aldo dan Ikbal, selesai meeting ketiganya memilih ke ruangan Adit karena memang ada yang tidak beres pada sahabatnya itu.
"Ditt..... kalau kita cuma jadi menekin saja disini, lebih baik aku kembali ke kantor saja. "
ucap Ikbal saat melihat Adit haya diam menatap keluar jendela di ruang kerjanya.
"Cindi meninggal bunuh diri tadi malam, di temukan sudah tak bernyawa dan darah sangat banyak keluar, nyawanya gak tertolong. "
ucap Adit dan kedua sahabatnya langsung melototkan matanya.
"Seriusan Diitt?? "
tanya Aldo yang ingin memastikan dan Adit mengiyakannya.
"Aku belum memberitahu Kamelia dan jenazahnya di urus Handi karena Ibunya gak mau mengurusnya. "
ucap Adit kembali dan Ikbal langsung menghela nafasnya.
"Kamu mau ke pemakaman karena mau mengenang masa lalu?? "
ucap Ikbal dan Adit berdecak mendengarnya.
"Jangan sembarangan, kalau aku mau memgenang sudah aku urus sendiri dan gak meminta Handi. "
kesal Adit dan Ikbal terbahak mendengarnya.
"Sudahlah lupakan dan biarkan saja Handi yang urus, cukup doa saja sudah cukup dari pada datang. "
ucap Aldo dan Adit mengiyakannya.
"Kamu gak mual muntah Ditt?? biasanya ngacir kalau mencium bau orang lain. "
tanya Ikbal dan Adit menggelengkannya.
"Aku bawa penawar dari Kamelia, saputangan dengan wangi khas Kamelia. "
jawab Adit dengan nada bangganya dan Ikbal lega mendengarnya.
"Sudah gak ada yang di bahas lagi kan?? aku mau pulang kasihan Lila di rumah sendiri, Mama sama Papa sedang bulan madu nyusul orang tua kamu Ditt. "
pamit Aldo dan langsung beranjak lalu keluar dari Ruangan Adit.
"Ditt......antar aku ke rumah Bunga, pliiss..... !!!! "
pinta Ikbal dan adit menggelengkan kepalanya.
"Ogah mendingan ngelonin Kamelia dan lagian kamu hanya nunggu tiga minggu gak akan lama juga. "
tolak Adit yang Lansung beranjak menuju meja kerjanya untuk merapihkan meja kerjanya karena Adit akan pulang seperti Aldo.
Ikbal hanya mendengus sebal dan langsung beranjak keluar ruangan tanpa berpamitan, Adit hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ikbal yang menurutnya kekanakan.
Selesai dengan merapihkan meja kerjanya, Adit langsung keluar dari ruangannya dan sebelumnya menitipkan pesan pada sekertarisnya.
__ADS_1
Adit tiba di lobi utama dan langsung masuk kedalam mobil karena supir sudah menyiapkan mobil untuk membawanya pulang, Adit langsung menghubungi nomer Kamelia tapi nomernya sedang sibuk saat di hubungi.
"Sedang telphone sama siapa sih?? lama banget. "
kesal Adit saat kembali menghubungi nomer istrinya tapi tetap sama seperti sebelumnya sedang sibuk.
Adit langsung mengirimkan pesan dan berharap istrinya langsung membacanya.
💬 Matikan telphone nya karena Mas mau telphone kamu.
Pesan dari Adit sudah terkirim tapi belum di baca oleh Kamelia dan Adit yakin Kamelia sibuk dengan telphone nya lalu mengabaikannya.
Beberapa menit perjalanan akhirnya mobil yang membawa Adit tiba di kediamannya dan Adit langsung keluar dari mobil lalu segera masuk kedalam rumah.
"Lebih baik aku ke ruang kerja saja kalau gini ceritanya. "
gumam Adit yang langsung berbalik menuju ruang kerjanya yang ada di rumah.
"Buatkan saya teh tawar panas Bii dan bawa ke ruangan kerja, makasih sebelumnya Bii..... "
ucap Adit saat papasan dengan kepala pelayan dan Bibi mengiyakanya.
Adit langsung masuk kedalam ruang kerjanya dan membuka jas nya lalu menghidupkan leptop yang biasa di pakai kalau sedang di rumah, Adit begitu fokus mengerjakan pekerjaannya dan semua adalah hasil dari meeting pagi tadi.
Di dapur saat ini........
Kamelia sedang bertelphone nan dengan Mama mertuanya dan Kamelia tidak bisa mengakhirinya karena Mamanya di Surabaya sedang kesepian karena Papa Alam sedang meeting, hingga satu jam baru menyudahinya karena Papa Alam sudah kembali ke hotel.
ucap Kamelia sambil berjalan keluar dari kamarnya dan menuju dapur.
Kamelia mengerutkan keningnya saat melihat Bibi sedang membuat teh dan Kamelia langsung menghampiri lalu tersenyum kepada kepala pelaya.
"Bibi punya stok buah sirsak gak?? "
tanya Kamelia saat menghampiri kepala pelayan.
"Ada Nona tapi sudah di masukkan toples dan gak dalam keadaan utuh, sudah bersih tanpa biji juga. Memangnya Nona mau membuat apa menanyakan buah sirsak?? "
jawab kepala pelayan dan Kamelia tersenyum mendengarnya.
"Pengen jus sirsak Bibi, aku akan buat sendiri dan lanjutkan kalau Bibi sedang membuat minum kan. "
ucap Kamelia yang langsung membuka kulkas mencari buah sirsak.
"Bibi sedang buatkan teh panas pesanan Den Adit. "
ucap Bibi dan Kamelia langsung menatap kepala pelayan.
"Mas Adit sudah pulang memangnya?? "
tanya Kamelia dan kepala pelayan mengiyakannya.
"Sudah Nona sekitar sepuluh menit lalu, memangnya Nona tidak tahu?? "
__ADS_1
jawab Kepala pelayan dan Kamelia menggelengkan kepalanya.
"Gak tahu Bibi dan kalau tahu pasti kami sedang bersama, dimana sekarang Suami sayanya Bii?? "
tanya Kamelia dan langsung kembali menutup pintu kulkasnya.
"Di ruang kerja Nona, ini teh nya Den Adit sudah siap mau Nona yang mengantarkannya?? "
jawab Kepala pelayan dan Kamelia mengiyakannya.
"Biar aku yang antarkan Bii, tolong buatkan jus sirsaknya dan antarkan ke ruangan kerja Suami saya Bii..... "
ucap Kamelia setelah menerima nampan berisi teh panasnya lalu membawanya menuju ruang kerja suaminya.
Kamelia mengetuk pinti ruangan terlebih dahulu dan langsung masuk walaupun belum ada sahutan dari suaminya, saat pintu terbuka ternyata suaminya sedang menatapnya dan langsung mengalihkan kembali ke arah monitor membuat Kamelia bertanya tanya ada apa dengan suaminya ini.
"Ini teh panas pesanan kamu Mas, kapan Mas sampai kenapa aku gak tahu?? "
ucap Kamelia sambil menyimpah gelas di tempat biasa suaminya menyimpan minumannya.
"Kamu sibul telphone nan jadi gak tahu kalau Suami kamu pulang. "
ucap Adit dengan nada ketusnya dan membuat Kamelia melongo karena dia tidak mengerti kenapa suaminya ketus padanya.
"Kamu kenapa Mas?? kenapa jawabannya sangat ketus sekali seperti aku ketahuan selingkuh saja. "
gerutu Kamelia dan membuat Adit menghela nafasnya lalu mengulurkan tangannya agar Kamelia menghampirinya.
Kamelia menerima uluran tangan suaminya lalu mengikuti saat Adit membawanya ke adekatnya lalu memangku Kamelia di atas pangkuannya.
"Kamu bawa handphone kan sekarang?? "
tanya Adit dan Kamelia menganggukkan kepalanya.
"Buka handphone dan lihat panggilan serta pesan nya. "
ucap Adit kembali saat Kamelia memperlihatkan handphone nya.
Kamelia mengangguk lalu membuka panggilan di handphone nya dan Adit langsung melihat ke layar handphone nya sambil tersenyum.
"Kamu telphone ternyata Mas?? maaf tadi aku menerima panggilan telphone dari Mama, kasihan kesepian di hotel karena Papa sedang meeting jadinya ngajakin aku telphone nan, kata Mama dia kesepian dan menyesal ikut Papa. "
jelas Kamelia dan Adit tersenyum lalu mencium pipi sang istri karena gemas dengan raut wajah istrinya.
"Lain kali jangan di angkat kalau Mama nelphone, aku jadi gak bisa nelphone kamu loh Sayang, padahal aku mau menanyakan mau di belikan apa mumpung aku seddang di jalan kan. "
ucap Adit dan Kamelia menganggukkan kepalanya.
.
.
Bersambung.......
__ADS_1