Di Madu

Di Madu
88. lamaran dan pernikahan dua sahabat.......


__ADS_3

Bunga hanya diam dan memikirkan bagaimana ujungnya keputusan sang Ayah, dia memang masih mencintai Ikbal bahkan sangat mencintainya, tapi semua keputusan ada di tangan Sang Ayah dan Bunga akan menuruti.


"Bunga..... kamu masih mau menerima Ikbal kan?? "


bisik Kamelia bertanya tentang hati Bunga untuk Ikbal.


"Masih laah, makanya aku desak dia buat melamar. "


jawab Bunga yang ikut berbisik dan Kamelia mengiyakannya.


"Kalian malah bisik bisik seakan membicarakan kita. "


protes Ikbal dan Bunga hanya mendelik mendengarnya sedangkan Kamelia langsung mengandeng lengan Adit yang sedang sibuk dengan handphone nya.


"Ada apa Sayang?? "


tanya Adit dengan senyumnya dan mengusap rambut Kamelia.


"Mas Adit sibuk sendiri saja, ada apa di handphone nya?? ada yang penting?? "


jawab Kamelia dan langsung menanyakan kesibukan suaminya dengan handphone nya.


"Ada kabar dari kantor polisi, Ayah tirinya Cindi meninggal karena terjatuh. "


jawab Adit dan Kamelia melototkan matanya.


"Terus bagaimana?? "


tanya Kamelia kembali dan Adit menyimpan handphone nya kedalam saku jas nya.


"Di urus sama orang orang Mas. "


jawab Adit dan Bunga menganggukkan kepalanya.


Beberapa menit berlalu akhirnya Ayah nya Bunga bergabung di ikuti Bunda nya Bunga, semua langsung duduk tegap kembali dan bersiap untuk berbicara dengan semuanya.


"Sudah lama menunggu nya?? "


tanya Ayahnya Bunga sambil menikmati teh hangat yang di berikan oleh sang istri.


"Lumayan Om kami menunggu. "


jawab Adit dan Ayahnya Bunga tersenyum mengangguk.


"Memang ada apa kalian datang kesini?? gak mungkin sengaja berkunjung juga kan. "


tanya Ayahnya Bunga dan Ikbal langsung menarik nafasnya.


"Saya datang sengaja kesini Om dan mengajak sahabat saya juga. "

__ADS_1


jawab Ikbal dan ayahnya Bunga langsung menatap ke arah Ikbal dengan dahi mengerut.


"Ada masalah apa sengaja datang?? "


tanya kembali ayahnya Bunga dan Adit langsung menggelengkan kepalanya karena sahabatnya menurutnya payah.


"Kami datang menemani Ikbal mau memberitahukan kalau, Ikbal akan melamar Bunga secara resmi dan kami memberitahukannya juga sengaja sambil menunggu keluarga Ikbal yang baru saja tiba dari perjalanan luar negerinya. "


jawab Adit dan Ayahnya Bunga langsung menatap ke arah putrinya.


"Kamu mau menikah cepat Sayang?? "


tanya Ayahnya saat menatap sang Putri dan Bunga menganggukkan kepalanya.


"Mau Ayah siapa yang gak mau menikah, dia pacar Bunga namanya Ikbal. "


jawab Bunga yang melirik Ikbal agar Ayahnya bisa menilai Ikbal.


.


.


Di rumah sakit saat ini......


Aldo baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan menatap Kalila yang sedang terlelap damai, setelah mengaduh sakit Aldo langsung memanggil suster dan Kalila langsung di tindak entap d berikan obat apa tapi suster menyuntikannya melalui infus hingga sakit di kaki Kalila hilang terus bergantian dengan kantuk dan akhirnya Kalila terlelap damai.


"Semua urusan pernikahan sudah di urus oleh Ibu dan lusa tinggal hari pernikahannya, gak sangka aku harus terjebak dengan situasi seperti ini. "


Aldo yaang lelah pun akhirnya terlelap damai di atas sofa setelah memakan makan malam nya yang dia beli dari kantin karena Kalila malah meminta makanan luar dan Aldo langsung membelikannya.


Di perjalanan Kamelia saat ini......


Kamelia, Adit dan Ikbal akhirnya kembali pulang sedangkan Bunga tetap di rumahnya, mobil Bunga sudah di bawa oleh asisten nya Ikbal di antarkan ke rumahnya.


"Ingat Ball kamu barus menepati janji kamu, orang tua Bunga sudah setuju kamu melamar anaknya akhir minggu ini, lusa Aldo menikah dulu baru akhir minggu aku akan mengantarkan kamu lamaran. "


ucap Adit dan Ikbal mengiyakannya karena dia sedang bertukar pesan dengan Bunga.


Saat ini yang mengemudikan mobil milik Adit adalah asistennya Ikbal dan Ikbal duduk di samping kursi kemudi, sedangkan Adit dan Kamelia duduk di kursi belakang.


"Aku gak nyangka kalau akan terikat dengan kamu dan dua sahabat kamu Mas, ini seperti mimpi. "


ucap Kamelia dan Adit hanya tersenyum menjawabnya lalu mengusap kepala Kamelia penuh sayang.


"Jangan memikirkan yang aneh aneh dulu, sekarang fokus dengan kehamilan kamu dan ingat Sayang, semua sudah takdir tuhan dan kita tidak bisa menghindarinya. "


ucap Adit dan Kamelia menganggukkan kepalanya.


Ayahnya Bunga sudah menerima niatn Ikbal yang akan melamar putrinya, karena sebelumnya Ayahnya Bunga sudah menyelidiki Ikbal dan awal nya memang Ayahnya Bunga tidak setuju karena Ikbal sering berganti pasangan tapi setelah mengenal putrinya Ikbal melabuhkan hatinya pada sang putri dan akhirnya Ayahnya Bunga pun merestui keduanya.

__ADS_1


Adit dan Kamelia bernafas lega karena Ayahnya Bunga sudah menerima Ikbal, bahkan Kamelia tidak ikut bicara hanya Ikbal dan Adit yang berbicara sesekali Bunga pun hanya ikut menjawab saja tanpa menjelaskan secara rinci.


"Adit..... mobil nya aku bawa dan besok aku kembalikan. "


ucap Ikbal saat Adit membantu Kamelia keluar dari mobil karena telah sampai di kediaman mewah orang tua Adit.


"Terserah kamu saja dan aku gak akan ajak mampir ini sudah malam. "


ucap Adit dan Ikbal berdecih mendengarnya.


Ikbal langsung meminta asistennya menjalankan mobilnya menuju kediamannya dimana orang tuanya sudah menunggu dan entah sudah istirahat karena saat ini sudah mulai larut malam juga.


"Kalian dari mana saja??, Mama khawatir loh. "


ucap Mamanya Adit saat Adit menggandeng Kamelia menuju kamarnya.


"Habis antar Ikbal ke rumah Bunga untuk bertemu orang tuanya Bunga. "


ucap Adit dan Mamanya menganggukkan kepalanya.


"Yasudah kalian istirahat dan kalau belum makan nanti Mama minta Bibi siapkan. "


ucap Mamanya Adit dan Adit menggelengkan kepalanya.


"Adit dan Lia sudah makan tadi di rumah Bunga, Mama istirahat saja karena Adit mau ke kamar juga sekarang. "


ucap Adit dan Mamanya mengangguk lalu menuju kamarnya.


Adit kembali menggandeng Kamelia menuju kamar nya dan Kamelia memilih langsung ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya sedangkan Adit memilih duduk di kursi lalu menyandarkan kepalanya.


"Pernikahan dan lamaran, mudah mudahan semua lancar dan gak ada hambatan. "


gumam Adit sambil menatap langit langit kamarnya.


Hanya sepuluh menit Kamelia di dalam kamar mandi dan keluar dari kamar sudah dalam keadaan segar, tubuhnya pun sudah memakai pakaian tidurnya.


"Mas mandi sana biar segar dan tubuhnya gak lengket lagi, sudah aku siapkan air hangatnya "


ucap Kamelia saat keluar dari kamar mandi lalu menghampiri suaminya di sofa.


"Iya Sayang makasih, kamu jangan tidur dulu tunggu Mas menyelesaikan mandi dulu. "


ucap Adit dan Kamelia tersenyum mengiyakannya.


Adit langsung menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya, sedangkan Kamelia memilih mengeringkan rambutnya dan memakai cream malam di kulit wajahnya.


Kamelia begitu tenang melalui semua ritual malam nya karena dia tidak merasakan mengidam di awal kehamilannya, Kamelia beruntung karena calon Babby nya begitu pengertian padanya.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2