
Adit terus memandang kepergian Kamelia dan membiarkan wanita yang di bantunya menuju ruangan makan nya, Kamelia bahkan menunjukan wajah dingin padanya saat tadi menjawab ucapan Mell.
Sedangkan Kamelia saat ini langsung merapihkan berkasnya dan mengikuti Pak Danil menuju mobilnya, Kamelia langsung masuk setelan Pak Danil membuka pintu mobilnya.
"Aku emang istri yang gak di anggap sama kamu, bahkan tadi aku yang di tabrak dan aku yang jatuh tapi kamu malah mengkhawatirkan wanita lain. "
gumam Kamelia dalam hatinya sambil terdiam menatap jalanan di luar jendela mobil yang di tumpanginya.
"Lia kamu hebat bisa meyakinkan kedua orang itu, padahal sebelum nya sangat susah. "
ucap Pak Danil dan Kamelia langsung tersenyum.
"Semua kan berkat Pak Danil juga yang bantu, saya senang karena menambah omset untuk instansi kita Pak. "
ucap Kamelia dan Pak Danil tersenyum mengangguk.
Tiba di kantornya, Kamelia langsung menuju meja kerjanya karena dia harus merevisi berkas yang tadi ada kesalahan dan minta di ganti oleh klien nya.
Bunga hari ini gak masuk dan membuat Kamelia semakin sedih, biasanya ada Bunga teman curhatnya tapi ini gak ada dan Kamelia terpaksa mencurahkan kesedihannya pada pekerjaan untuk di selesaikan nya.
Hingga dua jam kemudian pintu ruangan Kamelia di ketuk dan ternyata Pak Danil masuk membawakan kotak makan siang lalu di berikannya pada Kamelia.
"Saya lihat kamu gak istirahat setelah pulang meeting, ini makan siang khusus saya belikan buat kamu Lia dan ingat jaga kesehatan walaupun pekerjaan sedang banyak. "
ucap Pak Danil setelah Kamelia menerima kotak makannya.
"Terimakasih Pak Danil. "
ucap Kamelia dan atasannya hanya tersenyum mengangguk lalu keluar dari ruangan kerja Kamelia.
"Ya ampun aku sampe lupa waktu dan kelewat jam makan siangnya. "
gumam Kamelia yang langsung terduduk dan menyandar pada kursi kerjanya.
Kamelia memilih membawa makanannya menuju dapur kantor dan akan memakannya disana, setelah memgunci ruangannya Kamelia langsung menuju dapur dan Kamelia hanya tersenyum pada setiap orang yang papasan dengannya.
"Ehh......ada Ibu Lia, tumben makannya telat Bu. "
ucap seorang staff yang sedang membuat minuman.
"Iya Pak, saya kelewat jam istirahat jadinya makan disini saja biar gak ganggu meja kerja. ".
__ADS_1
ucap Kamelia yang menyimpan kotak makan nya lalu berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangan.
Kamelia langsung memakan makanannya setelah staff itu keluar dari dapur kantornya, Kamelia membuka kotaknya dan ternyata ayam bakar menu yang di belikan Pak Danil untuknya, Kamelia langsung tersenyum lalu memakan makanannya karena takut keburu dingin.
Kamelia membuka handphone nya dan ternyata ada pesan dari Bunga lalu Kamelia membukanya untuk membalas pesan dari Bunga namun Bunga langsung menghubunginya.
Dalam panggilan saat ini.....
"Lia kamu beneran lagi makan?? "
"Beneran Bunga, ini aku makan nya telat dan Pak Danil yang ingetin, semua karena kamu gak ada Bunga. "
"Baik sekali atasan kamu itu, kamu juga harusnya inget waktu dong Lia. "
"Baik lah karena aku kan asisten yang hebat untuk dia, Bunga kapan kamu masuk kantor lagi?? "
"Besok aku masuk dan nanti sore aku pulang ke kosan, tadi kesiangan pas bangun tidur jadi bablas ajah gak masuk kantor deh. "
"Kamu ini kebiasaan sekali kalau sudah kesiangan, aku ke kosan kamu yaa Bunga nanti pulang kantor. "
"Maklum aku kangen Bunda sampai lupa waktu, iya Lia kamu ke kosan saja kan kamu punya duplikat kuncinya, aku juga sebentar lagi berangkat takutnya macet dan lebih dulu kamu sampai kesana. "
Panggilan berakhir.......
Kamelia langsung menonaktifkan GPS di handphone nya dan membiarkan Adit yang terus menghubungi nya, Kamelia sedang malas berbicara dengan suaminya itu dan akan membiarkan nya saja.
Selesai dengan makannya, Kamelia langsung kembali ke meja kerjanya karena semua pekerjaannya sudah selesai tinggal di print out lalu memberikannya pada Pak Danil.
Pintu ruangan Kamelia di ketuk dan ternyata seorang petugas teller datang untuk meminta membuka blokiran karena Pak Danil sedang keluar dari kantor.
"Ibu Lia.......buka blokiran lagi, Pak Danil baru saja keluar dari kantor. "
ucap petugas teller dan Kamelia tersenyum mengiyakannya.
"Kamu ini kebiasaan sekali memblokir data. "
gurau Kamelia dan petugas teller itu hanya tersenyum cengengesan.
Kamelia langsung beranjak lalu mengikuti petugas teller menuju meja teller depan dan langsung membuka blokirannya, hanya Kamelia dan Pak Danil yang memiliki kode akses membuka blokirannya.
Selesai membuka blokirannya, Kamelia kembali ke meja kerjanya karena dia akan pulang awal jam 4 karena takut Adit menghampiri nya.
__ADS_1
Satu jam kemudian Kamelia selesai dengan semua urusan ruangan kerjanya, Kamelia langsung pulang dengan staff lainnya dan segera memesan ojeg online agar lebih cepat sampai di kosan Bunga.
"Tumben Ibu Lia sudah pulang, biasanya suka malam pulangnya Bu. "
ucap security yang berjaga di area depan kantor.
"Saya ada keperluan Pak, makanya pulang lebih awal juga dan ini nunggu jemputan. "
ucap Kamelia dan Security itu menganggukkan kepalanya.
Beberapa menit menunggu akhirnya pesanan ojek online nya Kamelia pun datang dan Kamelia langsung pamit pada Security lalu menaiki motornya.
Kamelia bernafas lega karena supir yang biasa menjemput juga tidak ada di depan kantornya, Kamelia akan memikirkan alasannya nanti ke Mama mertuanya karena saat ini dia ingin menghindar dari Adit.
Tiba di kosan Bunga setelah beberapa menit berkendara dan Kamelia langsung turun dari motor lalu membayar tagihannya, Kamelia langsung masuk ke area kosan nya Bunga dan menuju kamar Bunga yang ada di ujung kosan lantai dasar.
"Pasti kaya sekali yang punya kosan ini, elit dan sangat lengkap pasilitasnya. "
gumam Kamelia sambil berjalan menuju pintu kamar Bunga dan memperhatikan sekeliling area kosan yang sangat megah.
Setelah berhasil membuka pintunya Kamelia langsung masuk dan alangkah kagetnya saat melihat bagia dalam kosan Bunga yang begitu berantakan.
"Apa apaan ini Bunga, seperti bukan gadis saja kelakuannya dan sangat berantakan. "
ucap Kamelia yang heran dengan kamar kost milik Bunga.
Kamelia langsung mulai membereskan kosan Bunga, membuka gorden dan juga jendela lalu menyalakan AC nya dan Kamelia berlanjut membersihkannya.
Kamelia tersenyum saat melihat foto narsis Bunga dengan Ikbal yag di pajang di meja dekat kasurnya, Kamelia berharap bisa bebas memamerkan Adit tapi semua hanya angan belaka karena Adit menolak memberitahukan pada orang orang kalau Kamelia adalah istrinya yang SAH.
"Bodo amat lah dengan semua masalah, yang penting adalah sekarang rapihkan juga bersihkan kamar ini. "
gumam Kamelia yang langsung kembali membersihkan kosan Bunga.
Satu jam kemudian kosan Bunga sudah rapih bahkan seprey nya sudah di ganti dengan yang baru dan lantai nya di pel oleh Kamelia, Kamelia langsung duduk di teras mendinginkan tubuhnya yang terasa panas karena membersihkan kosan Bunga selama satu jam.
.
.
Bersambung.......
__ADS_1