
Mamanya Kamelia langsung keluar dari ruangan untuk menebus obat yang khusus di konsumsi Kalila pasca operasi, tadinya Bunga dan Kamelia yang akan menebusnya tapi Mama menolak dengan alasan akan membeli makanan.
"Sakit gak kakinya?? "
tanya Bunga dan Kalila mendelik mendengarnya.
"Ngaco kamu, sakitlah namanya juga kaki patah. "
jawab Kamelia sambil menepuk lengan Bunga yang tertawa mendengarnya.
"Kamu beri hukuman apa ke si penabrak?? "
tanya Bunga yang penasaran dengan ide jahilnya Kalila.
"Aku suruh menikahi aku Kak. "
jawab Kalila dan Bunga melototkan matanya.
"Hebat kamu Lila, jerat dia karena sudah membuat kamu celaka dan masa dia terbebas begitu saja, kontrak seumur hidup baru tuh pantas di dapat. "
ucap Bunga dengan nada semangat mendukung Kalila.
"Kalian berdua ini memang pasangan cocok, pernikahan di anggap main main. "
protes Kamelia yang sedang duduk di sofa untuk mengabari Adit.
"Sttt.... sudah jangan dengar ucapan kakak kamu, Kakak akan dukung kamu Lila. "
ucap Bunga yang mencegah Kalila saat akan berbicara.
Handphone Kamelia berdering dan ternyata Adit yang menghubungi setelah membaca pesan dari Kamelia.
Dalam panggilan saat ini.....
"Kamu beneran di rumah sakit sekarang?? "
"Iyaa Mas dan aku sama Bunga tadi berangkat dari kantor. "
"Yasudah tunggu disitu nanti Mas akan jemput kamu. "
"Baiklah aku tunggu disini sambil nemenin Lila juga. "
"Tunggu sayang, Bunga masih ada disana?? "
"Masih Mas, kenapa memangnya?? "
"Suruh tunggu jangan biarkan pulang, Ikbal katanya mau kesana bertemu Bunga. "
"Baiklah Mas..... "
Panggilan berakhir......
Kamelia hanya diam setelah menyimpan kembali handphone nya kedalam tasnya, Kamelia hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah konyol adiknya dan sahabatnya.
"Bunga sama Lila sama sama sejalan, konyol dan sangat urakan. "
gumam Kamelia yang langsung beranjak menuju kamar mandi karena dia ingin buang air kecil.
"Kamu jangan tolak kalau Aldo meminta menikahi kamu, Aldo itu sama seperti Kakak ipar kamu dan Ikbal, sama sama anak tunggal dan sama sama kaya raya, kamu manfaatkan semuanya karena dia sudah membuat kamu rugi sebagai wanita. "
ucap Bunga yang mempengaruhi Kalila setelah Kamelia menutup pintu kamar mandinya karena memang benar sekali kalau Aldo memang anak tunggal dan keturunan kaya raya sama seperti Ikbal juga Adit.
__ADS_1
"Ikbal itu pacar Kak Bunga yaa?? "
tanya Kalila dan Bunga tersenyum mendengarnya.
"Iya pacar tapi saat ini Kakak sedang malas dengan Ikbal, dia menyamakan wanita semua seperrti mantannya. "
jawab Bunga dan Kalila hanya mengangguk.
"Cowok emang seperti itu kalau trauma, semangat Kak Bunga pokonya. "
ucap Kalila dan Bunga tertawa cekikikan mendengarnya.
Tawa Bunga terhenti saat pintu terbuka dan ternyata Ikbal masuk lalu menghampiri Bunga yang begitu di rundukannya, Bunga menghindar namun telat karena Ikbal langsung membawa Bunga kedalam dekapannya.
"Dasar bucin..... "
sindir Aldo yang langsung menghampiri Kalila sambil memberikan makanan.
"Kak Lia mana Lila?? "
tanya Adit saat masuk paling terakhir tapi tidak menemukan istrinya.
"Kak Lia lagi di kamar mandi Kak. "
jawab Kalila yang menunjuk pintu kamar mandinya.
Adit langsung bergegas menuju kamar mandi dan mengetuknya tapi tidak ada sahutan namun pintu langsung terbuka.
"Kamu lagi apa di kamar mandi Sayang?? "
tanya Adit saat Kamelia di gandeng menuju sofa.
"Habis pipis kebelet, kenapa jadi ramai begini?? "
"Kami habis meeting jadi langsung kesini pas kamu bilang ada di rumah sakit. "
jawab Adit yang membantu Kamelia untuk duduk.
"Bunga lebih baik kamu duduk jangan berdiri begitu. "
ucap Kamelia saat Bunga dan Ikbal malah berdiri dengan tangan saling menggenggam lebih tepatnya Ikbal yang menggenggamnya.
Bunga langsung duduk di samping Kamelia dan Ikbal ikut duduk di samping Bunga, Kamelia hanya menggelengkan kepala dengan tingkah Bunga yang mau tapi malu.
"Bunga......kamu gak kasihan sama Ikbal, tiap malam menggalau dan merusak unit apartment saya. "
ucap Aldo dan Bunga langsung mendelik mendengarnya.
"Ikbal sudah besar kenapa di kasihani. "
ucap Bunga dengan nada ketusnya dan Ikbal langsung menggenggam tangan Bunga.
"Ayo kita bertemu Papa kamu dan aku mau melamar, orang tua aku masih di perjalanan pulang saat ini dan sambil menunggu aku mau bertemu orang tua kamu. "
ucap Ikbal dengan nada sedih nya dan Bunga langsung terdiam dengan mata yang tertuju pada Ikbal.
"Iya kan saja Bunga, kami berdua yang kelimpungan karena Ikbal galau. "
ucap Adit dan Ikbal ikut menganggukkan kepalanya.
"Ishh..... kalian keroyokan. "
__ADS_1
protes Bunga dan Adit juga Aldo hanya mengangkat bahunya tanpa mau menjawab protesan Bunga.
"Mas..... "
ucap Kamelia dengan nada lembutnya dan Adit langsung tersenyum.
"Kenapa sayang?? "
tanya Adit saat Kamelia terdiam menatapnya.
"Takut keburu Bunga pergi sama Ikbal, ambil barang aku di mobil Bunga. "
jawab Kamelia dan Adit mengiyakannya.
"Lia.... antarkan aku sama Ikbal ke rumah Ayah. "
pinta Bunga dan Kamelia mengiyakannya sedangkan Adit langsung tersenyum mengejek ke arah Bunga.
"Yasudah kita pergi sekarang mumpung Lila ada yang nunggu juga kan. "
jawab Kamelia dan Bunga menyetujuinya.
Kamelia langsung beranjak menghampiri Lila dan tersenyum menggenggam tangan adiknya itu, Lila pun ikut membalas senyum Kakaknya.
"Ada Aldo yang nemenin kamu sampai Mama datang lagi, jaga kesehatan yaa. "
ucap Kamelia dan Kalila mengacungkan jempolnya.
Ke empat orang itu akhirnya pamit dan menyisakkan Aldo yang menemani Kalila saat ini, Lila memilih bersandar karena punggungnya terasa panas.
"Mau sesuatu?? "
tanya Aldo dan Kalila menggelengkan kepalanya.
"Lusa kita akan menikah di ruangan ini, sekarang Ibu aku sedang mengurus semua berkas di bantu Mama kamu juga, jangan protes karena kamu yang minta. "
Ucap Aldo kembali dan Kalila langsung melototkan matanya membuat Aldo mengerutkn keningnya.
"Kamu yang minta pernikahan sebelum keluar dari rumah sakit, jadi jangan protes. "
ucap Aldo kembali dan Kalla langsung menghela nafasnya karena Aldo benar benar mengabulkan ucapannya.
"Iya aku gak protes hanya kaget saja karena kamu benar benar mengabulkan permintaan aku, tadinya aku gak percaya kalau kamu bisa mengabulkannya. "
jelas Kalila dan Aldo hanya menggelengkan kepalanya.
"Makanya jangan nantang nantang terus, sekarang pulihkan kondisi kamu karena lusa harus siap dengan semuanya. "
Ucap Aldo dan Kalila hanya mendelik mendengarnya.
"Satu lagi, gak ada kontrak kontrak pernikahan dan pernikahan kita akan kita jalani sampai akhir hayat kita, suka atau tidak kamu harus terima. "
Ucap Aldo kebali dan Kalila langsung terdiam karena Aldo bisa membaca pikirannya menurutnya.
Aldo langsung menuju kamar mandi membawa pakaian ganti untuknya, Kalila langsung menghela nafasnya karena Mamanya tidak kembali ke rumah sakit ternyata sedang mengurus berkas berkas pernikahannya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..............