Di Madu

Di Madu
43. Malam hangat.......


__ADS_3

Adit masih terdiam di ruang kerjanya melihat semua bukti bukti kelicikan Cindi dan dia benar benar muak dengan sikap so polos pada Cindi.


"Pantas saja dari awal Mama menolak sekali Cindi menjadi menantunya, ternyata kelakuan wanita itu lebih mirip wanita bayaran. "


gumam Adit dalam hatinya saat melihat semua bukti dari awal mengenal Cindi hingga menikah.


Adit menutup emailnya dan mengunci kembali sandinya, dia langsung terdiam bersandar di kursi kerja nya yang ada di kediamannya sambil menatap langit langit ruangannya.


Adit masih bersyukur karena asetnya belum di pindah tangan kan atas nama Cindi karena perjanjiannya adalah saat Cindi melahirkan anaknya barulah Adit menurunkan asetnya namun hingga pernikahan memasuki beberapa tahun ini Cindi belum hamil juga bahkan Cindi tidak akan bisa hamil karena rahimnya sudah di angkat.


Adit mengeluarkan handphone nya lalu mencari nomer Kamelia, Kamelia tidak menjawab panggilannya dan membuat Adit menjadi kesal.


"Kemana dia malah gak angkat panggilan aku, padahal dia ada di Apartemen kan. "


gumam Adit dengan nada kesalnya dan langsung beranjak lalu keluar dari ruang kerjanya.


Adit langsung keluar dari rumahnya lalu menuju mobilnya, tujuannya saat ini adalah Kamelia karena dia ingin Kamelia saat ini.


Adit melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan hanya sepuluh menit akhirnya Adit tiba di Apartemen, Adit langsung menuju Unit nya di lantai teratas.


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan pastinya Kamelia sudah tidur, Adit langsung menekan sandi pintunya dan memasuki Unitnya.


"Lila....kamu kenapa belum tidur?? "


tanya Adit saat menuju ruang utama yang masih menyala dan ternyata adik iparnya masih disana.


"Kak Adit, Lila lagi ngerjain tugas tinggal sedikit lagi tanggung soalnya. "


jawab Lila dan Adit hanya mengangguk.


"Setelah selesai lebih baik kamu istirahat yaa, gak baik tidur malam malam. "


ucap Adit sebelum berjalan menuju kamar nya dan Lila hanya mengangguk.


Adit membuka kamar nya lalu segera menutup dan mengunci pintunya, Kamelia sudah terlelap damai di bawah selimbut tebal dan lampu juga sudah temaram saat ini.


Adit memilih menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari sisa bau Cindi yang menempel di tubuhnya walaupun tidak menyentuhnya tetap saja terasa jiji saat ini.


Adit langsung keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya, ternyata Kamelia benar benar pulas tidurnya dan tidak terpengaruh oleh suara yang di hasilkan dari Adit.


"Kalau ada yang berniat jahat ke dia, bagaimana jadinya karena tidurnya benar benar lelap sekali. "


gumam Adit yang heran dengan Kamelia masih terlelap pulas padahal Adit sengaja menimbulkan bunyi.

__ADS_1


Adit hanya menggunakan celana pendek setelah tubuhnya kering dan langsung masuk kedalam selimbut yang menutupi tubuh istrinya.


Adit tersentak saat istrinya memakai gaun malam yang tipis dan sangat seksi malam ini, beraninya Kamelia memakai tanpa dia padahal selama Adit di rumah pasti istrinya itu memakai baju tidur lengkap.


"Kamu nakal sekali Sayang, jangan salahkan aku kalau malam ini aku memakan kamu. "


lirih Adit sambil mencium setiap jengkal leher istrinya dan tangan nya meraba bagian dada Kamelia yang begitu menantang padanya.


Kamelia melenguh dan tetap menutup matanya, sepertinya Kamelia mengira yang di rasakannya adalah mimpi, Kamelia terus bergerak gerak dan sebuah desahaaan pun lolos dari bibirnya, Adit yang sudah di selimbuti kabut gaiiiiraaah pun langsung melepaskan celana nya dan melepas gaun tidur Kamelia.


Adit langsung menyatukan milik nya dalam satu kali hentakan dan membuat Kamelia akhirnya membuka matanya, Kamelia melototkan matanya dan saat akan bersuara Adit langsung mencium bibir Kamelia.


Adit langsung menggerakkan intinya dengan cepat bahkan Kamelia berusaha melepaskan ciuman yang Adit lakukan, Adit melepasnya dan langsung tersenyum menatap wajah istrinya yang mulai terlihat berkabut gaiiiraaah.


"Nikmati sayang dan ini nyata bukan mimpi. "


ucap Adit dengan tangan yang langsung meremas kedua dada Kamelia.


Kamelia yang sudsh tersadar dari keterkejutannya pun langsung, merespon setiap sentuhan suaminya bahkan Kamelia langsung mengeluarkan suara yang membuat Adit semakin menggila.


Malam ini Adit kembali membawa Kamelia terbang ke nirwana dan tidak bisa di ungkapkan dengan Kata kata karena rasanya luar biasa bagi keduanya.


Adit malam ini begitu bernafsu bahkan Kamelia sudah kewalah meladeninya, hingga dua jam kemudian Adit baru mengakhiri permainannya dengan Kamelia yang langsung terdiam karena dia mencapai puncak nya berkali kali.


ucap Adit dengan tangan yang membelai perut Kamelia.


"Ko bisa?? "


heran Kamelia karena Adit malah datang ke Apartemen nya.


"Ko bisa apaa?? Kamu istriku jadi bebas dong. "


jawab Adit dengan nada santai nya dan Kamelia hanya menggelengkan kepalanya.


"Awas saja nanti istri kamu malah ngamuk dan mencari aku loh. "


ucap Kamelia dan Adit hanya tersenyum.


"Tenang sayang karena semua aman. "


ucap Adit dengan nada entengnya dan Kamelia hanya mendelik mendengarnya.


"Aman bagaimana coba?? Tetap saja kamu bertindak gak adil kalau begitu. "

__ADS_1


ucap Kamelia yang langsung beranjak untuk mengambil air minum nya.


"Sudah jangan bahas wanita lain, kamu terbaik sayang malam ini. "


ucap Adit dengan wajah yang mendusel ke perut Kamelia.


Kamelia tetap meminum minumnya dan tangan satunya mengusap rambut Adit yang namplok di perutnya, Kamelia tahu kalau Adit menginginkan anak dan Kamelia berharap segera mungkin memberikan semua yang di impikan suami juga kedua orang tuanya dan kedua mertuanya.


"Kamu baik baik saja kan Suamiku?? "


tanya Kamelia yang merasa aneh dengan suaminya.


"Kenapa malah nanya keadaan aku?? Aku sangat baik sekali semenjak kenal kamu. "


jawab Adit dan membuat Kamelia tersenyum menggelengkan kepalanya.


"Gak biasanya kamu manja gini, syukur lah kalau kamu baik baik saja. "


ucap Kamelia dan Adit hanya mengangguk.


"Bagaimana bisa kamu datang kesini?? Padahal sedang dengan istri kamu juga loh. "


tanya kembali Kamelia karena belum mendengar jawaban dari suaminya.


"Semenjak aku tahu kebusukan Cindi, aku jadi jijik kalau harus berdekatan dengan dia dan aku memberikan obat tidur dosis tinggi agar Cindi gak nyentuh aku, agar aku bisa datang kesini ketemu kamu. "


jawab Adit dengan nada santai nya dan membuat Kamelia melototkan matanya.


"Jahat sekali kamu ini, Cindi juga istri kamu dan dia seorang wanita. "


ucap Kamelia dan Adit mengembalikan tangan Kamelia ke rambutnya meminta Kamelia kembali mengusapnya.


"Aku sudah mengajukan surat cerai ke pengadilan, senin mungkin ada panggilan dari pengadilan dan senin nya mau melaporkan ayah tirinya Cindi ke kepolisian dengan kejahatan yang begitu banyak dan merugikan semua orang. "


ucap Adit dengan nada seriusnya dan Kamelia hanya diam tanpa mau menjawabnya.


Entahlah saat ini Kamelia harus bahagia atau sedih, karena dia menjadi satu satu nya wanita untuk Adit, semoga bisa mengemban semua dengan benar, selalu saja doa itu terucap dari mulut Kamelia.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2