
Kamelia memilih untuk memendamnya dan akan memeriksakannya sendiri nanti, Setelah melihat wajah tulus penuh kasih sayang yang di ekspresikan Adit, membuat Kamelia takut kalau dia mengecewakannya.
Hanya lima belas menit Kamelia selesai dengan mandinya dan langsung memakai pakaian kantornya, Kamelia memilih make up wajah natural hari ini.
"Ayo kita sarapan, nanti Mas yang akan antarkan kamu ke kantor. "
ajak Adit saat meihat Kamelia selesai dengan bersiapnya.
"Mas boleh sarapan di luar gak?? tiba tiba aku mau makan bubur dekat kantor. "
ucap Kamelia dan Adit mengiyakannya.
"Kita makan roti selai saja yaa, kasihan Mama pasti sudah menyiapkan sarapan. "
ucap Adit dan Kamelia menyetujuinya lalu menerima uluran tangan Adit untuk menggandengnya berjalan.
Mama Riana tersenyum melihat anak dan menantunya akur pagi ini, setelah menyapa keduanya. Mama Riana langsung ikut sarapan.
"Tumben Lia sarapan roti selai, ketularan Adit yaa?? "
ucap Mama Riana yang heran melihat Kamelia memakan roti dan tidak seperti biasanya.
"Lagi mau saja Maa, nanti di kantor paling beli cemilan kalau lapar lagi. "
ucap Kamelia dan Mama Mertuanya mengangguk sambil tersenyum.
Selasai sarapannya, Adit dan Kamelia langsung pamit lalu segera menuju mobil yang langsung di kemudikan oleh Adit tanpa supir.
"Nanti pulangnya biar Mas jemput yaa, tapi nanti istirahat kamu gak akan Mas jemput. "
ucap Adit yang memecahkan keheningan dan Kamelia mengiyakannya.
Tiba di kantornya Kamelia langsung pamit lalu keluar dari mobilnya, sebelumnya Kamelia mencium tangan Adit terlebih dahulu, Kamelia yang sudah sangat tidak sabar dengan bubur nya pun langsung memesannya dan akan memakan di tempat kareba jadwal masuk kerja masih lama.
.
.
.
Beberapa jam berlalu......
Kamelia yang penasaran dengan keadaan tubuhnya pun langsung menghampiri meja kerja Bunga untuk meminta solusinya, Bunga sampai heran melihat Kamelia menghampiri padahal ada Pak Danil dan juga pekerjaan sedang padatnya karena menuju jam makan siang.
"Lia kamu tumbenan mau datang ke meja kerja aku, ada apa emangnya?? "
heran Bunga saat Kamelia duduk di hadapannya meminjam kursi staff yang tidak masuk bekerja hari ini.
"Kamu itu julid nya minta ampun Bunga, aku juga manusia sama kaya kalian sampai heran gitu lihat aku datang. "
protes Kamelia saat mendengar Bunga berucap heran padanya.
"Oke oke..... maaf yaa, ada apa Lia?? karena gak mungkin kamu datang cuma mau bantu kerjain berkas aku. "
__ADS_1
ucap Bunga dan Kamelia mendelik mendengarnya.
"Pekerjaan itu tanggung jawab kamu bukan aku jadi kerjakan sendiri, Bunga antar aku yaa nanti ke klinik. "
ucap Kamelia dan berbicara dengan suara kecil saat menyampaikan maksudnya.
Bunga langsung mengerutkan keningnya saat Kamelia meminta di antarkan ke klinik, karena dia melihat Kamelia sangat sehat.
"Sana ke meja kamu dulu, setelah kerjaan aku selesa. Aku akan ke meja kamu biar aman bicaranya. "
ucap Bunga dan Kamelia mengiyakannya lalu pamit menuju ruangannya.
Kamelia kembali duduk di kursi kerjanya, tapi dia tidak fokus dengan pekerjaannya dan memilih diam sambil menunggu kedatangan Bunga karena hanya di ruangannya akan aman.
Handphone Kamelia berdering dan ternyata Mamanya yang menghubungi.
Dalam panggilan saat ini......
"Lia kamu ga sibuk kan?? "
"Gak Maa, ada apa memangnya?? "
"Mama mau bilang terimakasih untuk uang yang kemarin di titip ke Lila. "
"Mama ini, Lia kira ada apa dan lagian itu uang bonus kerja Lia makanya Lia kasih Mama seperti biasanya. "
"Lia kamu memang putri kebanggaan Mama, Papa katanya rindu kamu loh dan bisa kamu menginap di rumah?? "
"Terimakasih untuk pujian nya, nanti sabtu pagi Lia pulang dan menginap yaa. "
"Iya Mama nanti Lia ijin sama Mas Adit trus sama Mama Riana juga. "
"Yasudah Mama tutup telphone nya, kamu hati hati kerjanya dan jaga kesehatan. "
"Siap Mama sayang..... "
Panggilan berakhir........
Tepat setelah panggilan berakhir Bunga menghampiri meja kerja Kamelia setelah memberikan berkas pada Pak Danil seperti biasa, Bunga langsung menatap penuh tanya pada sahabatnya ini.
"Jangan natap aku kaya gitu Bunga, aku bukan saksi yang sedang di mintai keterangan. "
protes Kamelia saat melihat tatapan tak biasa dari sahabatnya itu.
"Kamu ada apa tadi ke meja kerja aku?? gak mungkin kamu kangen aku juga kan. "
tanya Bunga dan Kamelia menghela nafasnya.
"Nanti pas makan siang antar aku ke klinik yaa Bunga. "
jawab Kamelia dan Bunga mengerutkan keningnya karena melihat sahabatnya baik baik saja saat ini ada di hadapannya.
"Mau apa ke klinik?? kamu sakit emang Lia?? "
__ADS_1
tanya Bunga yang penasaran dengan ucapan Kamelia.
"Aku mau periksa Bunga dan pokonya antarkan saja. "
jawab Kameli dan semakin membuat Bunga keanehan juga penasaran.
"Kamu sakit apa Lia?? kelihatan sehat banget kok. "
tanya Bunga yang masih heran dengan ucapan Kamelia.
"Aku sedang telat datang bula dan takut hamil Bunga. "
jawab Kamelia dan Membuat Bunga melototkan matanya.
"Kamu hamil Lia?? kenapa bukannya cepat periksa dan ini malah kerja lagi. "
kesal Bunga dan Kamelia menghela nafasnya karena kesal.
"Jangan berisik dan jangan comel kemana mana yaa, aku belum periksa dan belum ada yang tahu, aku takut ini hanya telat biasa dan bukan hamil, makanya aku minta antar kamu dulu dan kalau positif baru aku kabarin keluarga. "
jelas Kamelia dan Bunga langsung melototkan matanya.
"Kamu ini harusnya minta antar sama si Adit dulu, dia bakalan ngerti loh Lia dan urusan hamil gak nya yaa harus di terima, kalau hamil bersyukur dan kalau gak hamil bikin lagi yang semangat juga jangan kendor. "
ucap Bunga dengan nada yang begitu semangat dan membuat Kamelia semakin kesal.
"Yasudah kalau gak mau antar, aku bisa sendirian ke klinik nya Bunga. "
kesal Kamelia dan Bunga langsung terbahak mendengarnya.
"Aku yakin kamu beneran hamil deh, sensi banget deh kamu ini Lia dan siapa yang gak mau antarkan kamu, ayo aku antar kamu dan jangan takut. "
ucap Bunga dengan senyum jahilnya dan Kamelia hanya mendelik mendengar nya.
Bunga langsung pamit ke ruangannya kembali dan akan kembali saat jam makan siang, Kamelia langsung diam memikirkan klinik mana yang akan dia datangi.
"Lebih baik klinik yang membuka praktek dokter kandungan atau langsung ke bidan saja yaa. "
gumam Kamelia dalam hatinya sambil mencari cari klinik dan Bidan yang buka praktek siang ini.
Di tempat Adit saat ini......
Adit saat ini sedang mengerjakan pekerjaannya yang tiba tiba banyak sekali, ini semua bukan banyak kerjaan tapi memang kemarin Aditnya gak fokus bekerja hingga pekerjaan menumpuk.
"Astaga kenapa kerjaan aku banyak sekali sih, Kamelia kamu berhasil memporak porandakan hatiku dan aku sudah jatuh terlalu dalam saat ini dengan cinta kamu. "
gumam Adit dalam hatinya dengan tangan yang sedang memijat keningnya karena terasa pusing siang ini.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.........