Di Madu

Di Madu
77. keras kepala.


__ADS_3

Saat ini Aldo sudah berada di kediaman Kalila, Aldo bernafas lega saat melihat motor Kalila terparkir di depan rumahnya dan Aldo langsung keluar dari mobil untuk memberanikan diri menghampiri rumah Kalila.


"Mudah mudahan gak di usir deh. "


ucap Aldo yang mulai mendekati pintu untuk mengetuknya.


Setelah mengetuk pintunya, Aldo memilih menunggu sambil menatap tanaman yang subur di sekitar kediaman Kalila, hingga terdengar suara klik dari kunci pintu barulah Aldo kembali ke arah pintu.


"Aldo yaa.... ?? "


tanya Mamanya Kalila saat menatap wajah Aldo.


"Benar Tante, saya kesini sengaja mau tanya keadaan Kalila karena tadi saat di parkiran tidak sengaja membuat Kalila terjatuh dari motornya. "


jawab Aldo dan Mamanya Kalila mengerutkan keningnya.


"Jadi itu kecelakaan dan tadi Lila bilang katanya jatuh saat Tante menanyakan saat jalan nya sedikit pincang. "


ucap Mamanya Kalila dan Aldo langsung terdiam.


"Yasudah masuk dulu biar enakan bicaranya. "


ucap Mamanya Kalila kembali karena melihat Aldo yang terdiam.


Aldo langsung masuk saat pintu sudah terbuka lebar, Aldo malah langsung duduk setelah di persilahkan dan Mamanya Kalila pamit kebelakang untuk membuatkan minuman.


Kalila saat ini baru selesai mandi dan langsung ke kamar nya, kakinya sedikit sakit karena tertimpa motornya saat tadi kecelakaan.


Saat asik dengan menyisir rambutnya, pintu kamarnya terbuka dan ternyata Mamanya yang masuk dan meminta Kalila ke ruang tamu.


"Memangnya ada siapa Mama?? kenapa Lila malah di suruh ke ruangan tamu. "


tanya kalila setelah mendengar perintah sang Mama.


"Lihat dulu saja jangan tanya, ayo cepet keluar karena gak enak membiarkan tamu menunggu. "


jawab Mamanya dan Kalila hanya mengerucutkan bibirnya karena tidak mungkin menyanggah ucapan Mamanya.


Kalila langsung mengekor mengikuti Mamanya menuju ruang tamu dan alangkah kagetnya saat melihat Aldo sedang duduk. bahkan tersenyum padanya.


"Ishh....mau apa kamu kesini?? "


tanya Kalila dengan nada sinisnya dan Aldo hanya tersenyum kecut mendengarnya.


"Hushh..... gak boleh gitu sama tamu, ayo duduk karena kamu juga sudah bohong sama Mama. "


ucap Mamanya Kalila saat melihat putrinya begitu ketus pada Aldo.


"Bohong apa maksud Mama?? jangan membuat anak Mama malu dong depan orang lain. "


protes Kalila dan Mamanya hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kamu bilang kan kakinya pincang karena jatuh, tapi Aldo bilang dia membuat kamu celaka lagi, kamu mulai bohong sama Mama. "


ucap Mamanya dan Kalila langsung mendelik mendengar ucapan Mamanya.


"Kan emang beneran jatuh dari motor, lebih tepatnya motor nya jatuh kena kaki Lila, dimana bohongnya coba?? "


protes Kalila kembali dan Mamanya hanya bisa menghela nafasnya.


"Maaf sebelumnya Tante, Kalila memang terjatuh dari motor saat Aldo membuka pintu dan menghalangi laju motornya, karena tiba tiba membuka pintu mobilnya dan Aldo gak lihat ada orang akhirnya Kalila terjatuh bersama motornya. "


jelas Aldo dan Mamanya Kalila langsung menatap putrinya.


"Terus kaki kamu sakit gak?? mumpung ada Aldo minta periksa Lila, baru saja sembuh sudah pincang lagi. "


tanya Mamanya dan Kalila langsung terdiam mendengarnya.


"Ayo Kalila biar saya bawa ke Dokter untuk di periksa, takutnya nanti jadi masalah kan baru sembuh kakinya. "


ajak Aldo dan Kalia menggelengkan kepalanya.


"Gak mau Mama, udah mendingan juga dan nanti Lila mau kompres biar bengkak nya kempis. "


tolak Kalila dan membuat Mamanya juga Aldo menghela nafasnya karena Kalila sangat keras kepala.


Kalila langsung pamit ke kamar untuk istirahat dan Aldo hanya diam menatap Kalila yang berjalan menuju kamarnya, Mamanya Kalila hanya bisa meminta maaf atas sikap putrinya itu.


"Ini kartu nama Aldo dan kalau ada apa apa sama kakinya Kalila langsung kabarin Aldo yaa Tante. "


"Baik Aldo dan maaf atas sikap Lila yaa, dia emang sangat keras kepala. "


ucap Mamanya Kalila dan Aldo hanya tersenyum menanggapinya lalu pamit karena dia harus kembali ke kantornya.


Setelah kepergian Aldo, Mamanya Kalila langsung masuk ke kamar sang Putri dan ternyata Lila sudah terlelap karena memang semalam tidur di rumah sakit hanya sekejap.


.


.


.


Di rumah sakit saat ini......


Menjelang sore kedua orang tua Adit akhirnya pulang dan hanya Adit yang menunggu Kamelia di rumah sakit, Kamelia terus saja merengek meminta pulang dan akhirnya besok pagi di ijinkan pulang dengan banyak persyaratannya dari Dokter.


"Gak nyaman Mas disini, bau obatnya bikin mual banget ke perut aku. "


keluh Kamelia saat Adit menghampirinya dan memberikan minyak kayu putih yang di belinya.


"Iya Sayang kita pulang kalau kamu gak nyaman, kamu lagi hamil muda dan gak baik kalau sampai gak nyaman, Dokter juga sudah mengijinkan. "


ucap Adit dengan nada lembutnya dan membuat Kamelia tersenyum senang.

__ADS_1


"Kapan pulangnya Mas?? "


tanya Kamelia dan membuat Adit langsung mengacak rambut istrinya karena terlihat menggemaskan kalau tidak sabaran begitu.


"Besok pagi Sayang, sekarang sudah malam soalnya. "


jawab Adit dan Kamelia menganggukkan kepalanya.


"Sudah jangan banyak berfikir dulu, lebih baik kamu bobo biar waktu nya gak kerasa. "


ucap Adit kembali dan Kamelia mengiyakannya lalu merebahkan tubuhnya setelah Adit membenarkan selimbutnya.


Adit dengan setia mengusap rambut Kamelia yang membuat Kamelia nyaman dan tak lama Kamelia akhirnya menutup matanya.


Adit tersenyum melihat istrinya sudah tertidur pulas, terdengar dengkuran halus yang terlihat sangat tenang di wajah istrinya, Adit langsung beranjak dan membawa iped nya untuk membuka email sari asistennya.


Dua jam kemudian Adit selesai dengan pekerjaannya dan merenggangkan tangannya yang terasa kebas setelah menyelesaikan pekerjaannya.


Adit merapihkan pekerjaannya dan langsung menuju berangkar Kamelia untuk merebahkan tubuhnya di samping sang istri yang begitu nyenyak dalam tidurnya.


.


.


Pagi menjelang......


Di kediaman Bunga saat ini.......


Bunga baru saja selesai berolah raga pagi menemani Ayahnya, semalam saat Ayahnya kembali ternyata Bunga sudah pulas karena Sang ayah datang nya larut sekali.


"Kamu gak kerja hari ini berarti?? "


tanya sang Ayah saat Bunga duduk di sampingnya.


"Libur kayanya dan Bunga mau mengundurkan diri dari kerjaan, sepertinya Kamelia juga akan mengundurkan diri dan Bunga jadi malas kalau Kamelia gak ada di kantor. "


jawab Bunga dan membuat Ayahnya tersenyum senang.


"Bagus dong dan kamu bisa melanjutkan semua usaha Ayah, Ayah sekarang fokus karena baru saja naik jabatan di kepolisian dan sangat berat takut gak bisa menghendle perusahaan juga, kasihan Bunda kalau harus menghendle nya dan kamu yang harus menggantikannya. "


jelas sang Ayah dan Bunga hanya menghela nafasnya mendengar ucapan Ayahnya.


"Bunga pengen di rumah saja setelah keluar dari kerjaan dan bukan mau menggantikan Ayah di usaha Ayah. "


protes Bunga dan Ayahnya hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau di bantah.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2