Di Madu

Di Madu
59. Risau.....


__ADS_3

Saat ini Kamelia hanya menjadi penonton, melihat Bunga dan Ibunya menangis berpelukan, Kamelia merasa senang karena Bunga akhirnya mau pulang, sadar dengan kehadiran Kamelia. Bunga langsung memperkenalkan Bunga pada Ibunya.


"Bunda..... kenalakan Kamelia, dia sahabat Bunga yang selalu ada di saat Bunga butuh. "


ucap Bunga yang memperkenalkan Kamelia pada Ibunya.


"Saya Kamelia Tante, maaf karena datang nya menuju malam kesini. "


ucap Kamelia setelah mencium tangan ibunya Bunga.


"Terimakasih Kamelia karena berada di samping Bunga, Tante gak nyangka anak semanja Bunga bisa tetap berdiri tegak tanpa mengeluh setelah semua akses di blokir. "


ucap Ibunya Bunga dan Kamelia tersenyum mendengarnya.


"Bunda ini malah membuka aib Bunga, oh iya Bunda. Mama nya Lia juga suka berkebun bahkan hasil kebunnya di jual di toko buah langsung, buah buahnya manis manis loh Bunda dan nanti kita ke rumah Lia yaa. "


ucap Bunga dengan nada riangnya dan membuat Kamelia senang karena Bunga tidak pendiam seperti sebelumnya.


"Boleh Sayang, nanti kita ke rumah Lia untuk melihat kebun buahnya. "


ucap Ibunya Bunga dan Bunga mengiyakannya.


"Ayah mana Bunn?? "


tanya Bunga karena dia tidak melihat sang Ayah.


"Ayah kamu sedang ke luar kota dinas, kenapa nanya Ayah?? ada masalah?? "


jawab Ibunya dan Bunga langsung terdiam karena teringat ucapan Kamelia.


"Ayah berarti hanya ingin aku pulang, jadinya ancam buay jodohin aku. "


gumam Bunga dalam hatinya dan Ibunya langsung mengerutkan keningnya karena melihat putrinya diam.


"Sayang...... kenapa?? "


tanya Ibunya yang membuyarkan lamunan Bunga.


"Gak apa apa Bunda, kapan Ayah pulangnya?? "


jawab Bunga dan menanyakan kembalinya sang Ayah.


"Bulan depan Ayah kembalinya, kenapa menanyakan Ayah?? apa Ayah punya janji sama kamu?? "


ucap Ibunya dan Bunga menggelengkan kepalanya.


"Bunga aku pulang yaa, sebentar lagi supir jemput dan Mama di rumah khawatir nelphone terus. "


ucap Kamelia yang membuyarkan obrolan Ibu dan anak di hadapannya.


"Nanti pulangnya yaa, makan malam bersama Tante dan Bunga. "


ucap Ibunya Bunga dan Kamelia langsung menatap Bunga yang terlihat memelas.


"Baiklah Lia setuju Tante. "


jawab Kamelia yang mengiyakannya keinginan Ibunya Bunga dab Bunga langsung bersorak senang.


"Terimakasih yaa, kalian sana bersih bersih dulu yaa dan Bunda mau menghidangkan makan malam nya. "

__ADS_1


ucap Ibunya Bunga dan Kamelia mengaiyakannya lalu Bunga mengajak Kamelia menuju kamar nya.


"Bunga kamu yang bersih bersih duluan, aku mau nelphone Mama mertua kasian takut nunggu. "


ucap Kamelia saat sampai di dalam kamar Bunga dan Bunga mengiyakannya.


Kamelia langsung menghubungi Mama mertuanya dan tak menunggu lama akhirnya Mama mertuanya mengangkat panggilannya.


Dalam panggilan saat ini...


"Hallo Mama....... "


"Lia kamu dimana sekarang?? kenapa belum pulang?? "


"Maaf Mama karena Lia gak ngabarin sama Mama, Lia nganterin Bunga pulang ke rumahnya dan sudah ijin sama Mas Adit juga. "


"Syukur laah kalau kamu baik baik saja, Mama khawatir soalnya Sayang dan kamu hati hati yaa tunggu supir jemput kamu. "


"Iya Mama makasih, Lia makan di rumah Bunga yaa Mama dan gak makan di rumah. "


"Iya Sayang gak apa apa, jangan terlalu larut pulang nya yaa dan hati hati. "


"Siap Mama..... "


Panggilan berakhir......


Kamelia langsung duduk di sofa sambil menunggu Bunga selesai dengan kamar mandinya, Kamelia merasa sangat rendah sekali karena ternyata Bunga dari keluarga berada.


"Walaupun kehidupan aku sekarang sudah nyaman karena keluarga Mas Adit, tetap saja merasa sangat bawah saat tahu asal usul keluarga Bunga. "


gumam Kamelia yang menghela nafasnya melihat sekeliling kamar Bunga yang begitu luas juga barang barang yang terlihat sangat mahal mahal.


ucap Bunga yang membuyarkan lamunan Kamelia.


"Ingat bajunya jangan yang terbuka, nanti aku pulang di jemput supir. "


ucap Kamelia dan Bunga mengiyakannya.


.


.


Di perusahaan Aldo saat ini......


Adit dan Aldo akhirnya menyelesaikan kekacauan yang di buat Ikbal, sedangkan Ikbal sendiri malah tertidur pulas di ruang pribadi milik Aldo.


"Kamu sudah berbicara sama Ikbal?? dia malah lebih parah sekali dari pada saat kejadian waktu itu. "


ucap Adit saat Aldo terlihat memainkan handphone nya.


"Percuma Ditt, Ikbal itu bebal dan susah di ajak bicara jadi biarkan saja. "


ucap Aldo dengan nada santainya dan Adit mengiyakannya.


"Yasudah kalau begitu, aku pulang duluan Al. "


ucap Adit dan Aldo menganggukkan kepalanya.


Adit memilih cepat pulang karena dia rindu sekali dengan Istrinya, karena sore tadi dia tidak menjemput Kamelia dan Adit begitu semangat pulang.

__ADS_1


Beberapa menit berkendara akhirnya Adit tiba di kediaman orang tuanya, namun saat Adit menapakkan kakinya di rumah dia merasa ada yang aneh di rumah nya tapi Adit tidak tahu apa yang membuat aneh.


"Maaa..... rumah ko sepi yaa?? "


tanya Adit saat menghampiri Mamanya yang sedang duduk bersama Ayahnya.


"Makanya cepat kasih Mama cucu biar rumah ramai. "


jawab Mamanya dan Adit langsung menghela nafasnya.


"Adit serius Mama. "


ucap Adit dan Mamanya langsung mendelik mendengarnya.


"Emang kamu lagi nyari siapa?? rumah ini kan sepi walaupun kamu bersama istri kamu. "


ucap Mamanya dan membuat Adit menghela nafasnya.


Adit memilih beranjak dan berjalan menuju kamarnya, dia akan mencari Kamelia ke kamarnya saja karena bertanya pada Mamanya malah gak membuahkan hasil.


Papanya Adit hanya tersenyum mendengar perdebatan anak juga istrinya, karena memang istrinya sangat suka mengganggu Adit.


"Mama kurangi mendebat Adit, kasihan dia kalau di debat Mama pasti kalah, Adit mencari Kamelia karena biasanya dia pasti berisik kalau nemenin kamu Maa. "


ucap sang suami dan Mamanya Adit hanya mengangkat tangannya tanda tidak mau berkomentar.


Di kamar saat ini.....


Adit memghela. nafasnya karena tidak menemukan keberadaan Kamelia, saat menghubungi Kamelia ternyata nomernya tidak aktif.


"Kamu kemana Sayang, tadi ijin anterin Bunga tapi sampe malam gini belum pulang. "


gumam Adit dalam hatinya setelah menghubungi nomer istrinya yang tidak tersambung.


Adit melepas jas kerjanya juga dasinya, Adit memilih kembali ke ruangan tengah untuk menanyakan ke beradaan istrinya dan Adit akan menanyakan pada Papanya.


"Papa tahu dimana Kamelia sekarang?? "


tanya Adit saat menghampiri kembali ke ruangan tengah dimana kedua orang tuanya bersantai.


"Lia tadi bilang makan malam di rumah Bunga dan kamu katanya sudah mengijinkan Lia untuk mengantarkan Bunga ke rumahnya. "


jawab Mamanya karena sang suami langsung melirik ke arahnya saat Adit bertanya.


"Sudah jangan khawatir, Lia sudah di jemput supir Mama sejam lalu, palingan sebentar lagi sampe. "


ucap Papanya yang mereda kekhawatiran putranya.


"Kamelia gadis baik baik Adit, dia gak nyeleweng seperti istri kamu sebelum nya, sana bersihkan tubuh kamu lalu makan malam pasti kamu belum makan. "


ucap Mamanya saat melihat Adit terdiam.


"Adit mau nunggu Lia saja Maa, yasudah Adit ke kamar mau bersih bersih. "


ucap Adit sambil beranjak dan kembali berjalan menuju kamarnya.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2