
Kamelia dan Adit saat ini sedang dalam perjalanan menuju rumah Ikbal, dia akan mengantar Ikbal untuk acara lamarannya dan Aldo pun akan datang namun tanpa Kalila karena kakinya Kalila masih belum bisa di gerakkan sebelum gips di buka.
"Habis dari rumah Bunga kita ke rumah Aldo untuk melihat keadaan Kalila, jangan ngambekan gitu nanti Babby nya ngikutin ngambekan kaya Bundanya. "
ucap Adit saat mengemudikan mobilnya dan melihat istrinya cemberut.
"Padahal aku janji ke Lila akan datang saat tiba di rumah Lila nya tapi semua gagal karena tingkah mesum kamu. "
ucap Kamelia dengan nada kesalnya dan membuat Adit terbahak mendengarnya.
"Kamu juga awalnya nolak tapi malah mendesaaaah. "
tuduh Adit dan Kamelia mendelik mendengarnya.
"Stop jangan banyak bicara lagi, aku malas bicara sama kamu Mas Adit, heran deh kenapa tingkat kemesuman kamu malah jadi banyak sekali. "
kesal Kamelia kembali nada bicaranya yang memang sudah pusing dengan tingkah suaminya yang super mesum.
Adit langsung mengusap puncak kepala Kamelia penuh sayang, dia tidak pernah menyangka kalau akhirnya berjodoh dengan Kamelia, Kamelia memberikan banyak warna di dalam. hidupnya dan sekarang Kamelia sedang mengandung calon buah hatinya yang kelak akan menjadi penerus Adit selanjutnya.
Tiba di kediaman Ikbal, Adit langsung menggandeng Kamelia untuk masuk kedalam rumah, ternyata kediaman Ikbal sudah ramai oleh sanak saudaranya, Ikbal memohon kepada dua sahabatnya untuk menemaninya melamar Bunga karena Ikbal adalah anak tunggal dan tidak memiliki saudara yang mendampingnya.
"Aku kira kalian gak akan datang, Aldo sudah tiba sedari tadi loh. "
ucap Ikbal yang protes pada Adit yang datang paling akhir.
"Kamu ini malah protes, ini saja aku memaksakan untuk datang dan lebih baik telat dari pada tidak sama sekali datang kan, sudah jangan protes kita harus pergi sekarang takut keburu Bunga di lamar orang. "
ucap Adit dengan nada acuhnya dan langsung kembali masuk kedalam mobil di ikuti oleh Ikbal juga Aldo yang masuk kedalam mobil Adit.
Adit mengemudikan mobilnya dan Kamelia duduk di sampingnya, sedangkan Ikbal dan Aldo duduk di kursi penumpang belakang.
"Lila bagaimana keadaannya Aldo?? "
tanya Kamelia saat Aldo sedang memainkan handphone nya.
"Keadaannya baik baik saja dan jangan khawatirkan Lila karena akiu akan siaga menjaganya. "
jawab Aldo dan Kamelia menganggukkan kepalanya.
"Nanti habis lamaran Ikbal aku sama Kamelia mau berkunjung ke rumah kamu Al, sekalian menjenguk Kamelia. "
ucap Adit dan Aldo mengiykannya karena memang istrinya saat ini membutuhkan Kamelia untuk memberikan ketenangan.
__ADS_1
.
.
Satu jam kemudian akhirnya mobil yang di kemudikan Adit tiba di kediaman Bunga, ternyata mereka datang paling terakhir karena semua yang ikut mengantar sudah berdiri di area halaman depan kediaman Bunga.
"Aku barengan Mama sama Papa yaa. "
ucap Ikbal saat turun dari mobil dan kedua sahabatnya mengiyakannya.
Kamelia langsung menggandeng lengan Adit mengikuti yang lainnya masuk kedalam rumah Bunga, ternyata di dalam sana semua keluarga Bunga sudah menyambut kedatangan keluarga Ikbal.
Kamelia langsung memeluk Bundanya Bunga saat menyapanya, Kamelia tersenyum senang dengan sambutan keluarga sahabatnya itu.
"Lia temani Bunga di kamarnya dan bawa kesini, tadi Bunga titip pesan begitu ke Tante. "
ucap Bundanya Bunga dan Kamelia mengiyakannya.
"Baik Tante..... "
ucap Kamelia dan langsung pamit pada suaminya lalu berjalan menuju kamar Bunga.
Kamelia tiba di kamar Bunga dan langsung mengetuknya, setelah terdengar sahutan barulah Kamelia masuk kedalam kamar.
"Lia..... akhirnya kamu datang juga. "
"Kamu kenapa Bunga?? gugup?? "
tanya Kamelia yang sudah duduk di samping Bunga.
"Sedikit gugup takut keluarga Ikbal gak menerima kehadiran aku Lia. "
jawab Bunga dan Kamelia mengangguk karena dia juga pernah merasakan apa yang Bunga rasakan.
"Ikbal, Aldo dan Adit adalah sahabat, ketiganya sama sama anak tunggal dan itu sebuah keuntungan buat kita karena gak ada persaingan saudara ipar nantinya, kamu harus yakin Bunga karena keyakinan kamu akan berdampak baik nantinya, malah dulu aku gak ada lamaran lamaran langsung akad dan di jadikan istri kedua lagi, hilangkan gugupnya dan ayo ikut keluar untuk mendengarkan lamaran Ikbal. "
jelas Kamelia dan Bunga tersenyum lalu mengiyakan ajakan Kamelia.
Keduanya bergandengan dan langsung keluar dari kamar Bunga, Kamelia langsung mengajak Bunga menuju ruangan utama rumahnya dimana semua orang berkumpul.
Setalah Bunga duduk di himpit orang tuanya, Kamelia langsung berjalan menuju suaminya dan duduk di sampingnya, Adit tersenyum mengulurkan tangan nya dan di sambut oleh Kamelia uluran tangannya.
"Bunga ragu menerima lamaran Ikbal?? "
__ADS_1
tanya Adit saat istrinya duduk di sampingnya.
"Ngaco kamu, Bunga hanya gugup karena takut keluarga besar Ikbal gak menerimanya. "
jawab Kamelia dengan nada kesalnya karena Adit berbicara ngawur.
"Kalau keluarga Ikbal gak menerimanya gampang, tinggal tembak pakai pistol kan Ayahnya Bunga petinggi polisi loh Sayang. "
ucap Adit dan Kamelia hanya mendelik mendengengarnya.
"Males ngomong sama kamu Mas, ngaco. "
ucap Kamelia dan Adit hanya tersenyum mendengar kekesalan sang istri.
Beberapa waktu berlalu dan acara lamaran pun berlangsung tanpa hambatan, Bunga menerima lamarannya dan pernikahan akan di selenggarakan awal bulan depan karena kedua orang tua Ikbal harus kembali ke negara Papa nya Ikbal, perusahaan disana tidak ada yang bisa di percayakan.
Kamelia dan Adit saat ini sedang menikmati hidangan makanan yang di sediakan keluarga Bunga, Adit meminta di suapi dan Kamelia menyetujuinya karena kalau tidak pasti Adit merajuk dan gak mau memakan apapun.
"Memangnya keluarga Ikbal kaya sekali yaa?? "
tanya Kamelia di sela menyuapi suaminya itu.
"Biasa saja Sayang malah lebih kaya keluarga suami kamu, hanya separo nya dari kekayaan meertua kamu. "
jawab Adit dan Kamelia hanya mengangguk tanpa menjawabnya.
Pantas saja wajah Ikbal blesteran ternyata Papa nya berasal dari luar negeri dan Mamanya asli dari tanah air, Bunga berarti beruntung akan menempati kediaman Ikbal sendiri karena kedua mertuanya akan menetap di luar negeri.
Selesai dengan acara lamarannya, semua keluarga Ikbal akhirnya pamit dan Kamelia pun ikut pamit karena dia akan menjenguk Kalila di kediaman Aldo.
Di dalam mobil saat ini hanya ada Kamelia dan Adit saja, karena Aldo dan Ikbal memilih memakai mobil Ikbal yang di tinggal di rumah Bunga, sepanjang perjalanan Kamelia hanya bersandar karena merasa mengantuk, Adit membiarkannya dan sesekali mengusap puncak kepalanya istrinya.
Perjalanan pulang memakan waktu dua jam untuk sampai di kediaman Aldo, Ibunya Aldo langsung menyambut kedatangan Adit dan Kamelia karena memang Adit sudah dekat dengan keluarga Aldo.
"Loh.... Tante kira kalian barengan Aldo datangnya. "
ucap Ibunya Aldo saat Kamelia dan Adit selesai mencium tangannya.
"Aldo kan ke rumah Ikbal dulu ambil mobilnya Tante. "
jawab Adit sambil mendudukan bokongnya di sofa ruang keluarga Aldo.
.
__ADS_1
.
Bersambung......