Di Madu

Di Madu
67. tidak bisa menolak


__ADS_3

Di tempat Bunga saat ini......


Bunga menepati janjinya yang akan memberikan Ikbal kesempatan untuk berbicara, Bunga akan menuruti apa yang di ucapkan oleh Kamelia.


"Mau bicara apa?? "


tanya Bunga yang memecahkan keheningan.


"Aku mau minta maaf karena saat di telphone gak merespon permintaan kamu, aku terlalu syok banget karena kamu tiba tiba meminta lamaran. "


jawab Ikbal dan Bunga menghela nafasnya.


"Kamu tau kan kalau aku sangat mencintai kamu Ikbal, aku malah terlalu bucin sama kamu dan aku meminta kamu melamar karena aku sedang dalam masalah, Ayah meminta aku pulang dan akan menjodohkan aku dengan anak dari sahabat Ayah, makanya aku minta kamu lamar aku ke Ayah karena aku gak mau menikah dengan laki laki lain, tapi kalau kamu emang gak mau aku gak masalah dan akan menerima perjodohannya karena aku yakin pilihan Ayah pasti terbaik untuk aku. "


jelas Bunga dan membuat Ikbal langsung mematung mendengarnya.


"Kamu menerima perjodohannya?? "


tanya Ikbal dengan nada kagetnya.


"Belum karena saat kemarin lusa aku pulang, ternyata Ayah sedang dinas padahal aku minta di antar Kamelia biar Kamelia berbicara sama Ayah, Kamelia sangat lihai soal berbicara dan orang pasti akan menurutinya. "


jawab Bunga dengan nada lesunya dan Ikbal langsung mendesah lega.


"Syukurlah kalau belum ada kejelasan, aku sebenarnya memiliki masa lalu suram tentang perninakahan, makanya saat kamu meminta di lamar aku kaget dan diam karena kejadian masa lalu teringat kembali. "


ucap Ikbal dan Bunga mengerutkan keningnya.


"Maksudnya kejadian masa lalu itu apa?? "


tanya Bunga dan Ikbal langsung menatap ke arah Bunga.


"Dulu saat aku akan melangsungkan pernikahan dengan wanita itu, dua hari sebelumnya aku penasaran karena nomer dia jarang aktif, aku datangi Apartment nya ternyata dia sedang berbagi peluh dengan laki laki yang tak lain adalah asisten pribadi aku sendiri, ternyata keduanya berniat untuk merebut perusahaan aku karena asisten aku itu adalah anak dari rekan bisnis Papa yang dulu Papa kalahkan dalam bisnis, makanya sejak itu aku gak percaya komitmen pernikahan Bunga, tapi semenjak bertemu kamu aku menjadi berubah dan aku percaya kalau ketulusan wanita itu ada. "


jelas Ikbal dan Bunga langsung menatap ke arah Ikbal yang terlihat sendu.


"Maaf karena aku kamu jadi mengingat masa lalu, Ikbal kalau kamu gak mau melamar atau kamu gak mau melangkah menuju pelaminan dengan aku, aku gak akan memaksa dan aku akan melepaskan kamu karena kamu berhak untuk bahagia, aku juga sama berhak bahagia dan kamu tahu kan kalau aku ini adalah anak tunggal yang sangat di andalkan oleh Ayah untuk memberikan penerus keluarga. "


ucap Bunga dan membuat Ikbal langsung tersentil mendengarnya.


"Pliis jangan terima perjodohan itu Bunga, aku sangat mencintai kamu dan aku minta waktu untuk merenungkan semuanya, bukan aku gak percaya kamu tapi aku sedikit trauma Bunga. "

__ADS_1


ucap Ikbal sambil menggenggam tangan Bunga dan meminta kesempatan.


"Ayah tiba minggu depan dan aku tunggu sampai minggu depan, kalau kamu gak mau melamar. Aku akan melepaskan kamu Ikbal dan aku akan menerima perjodohan yang di rencanakan Ayah. "


ucap Bunga dan Ikbal mengiyakannya.


"Terimakasih karena memberikan waktu, aku janji akan merenungkan semuanya Bunga, aku sangat mencintai kamu dan gak mau kehilangan kamu Bunga. "


ucap Ikbal dengan nada sedikit senang karena Bunga memberikan kesempatan.


"Selama aku kasih kamu kesempatan untuk berfikir, lebih baik kita jangan bertemu dulu yaa, biar aku bisa terbiasa kalau keputusan kamu akan membuat aku sedih. "


pinta Bunga dan membuat Ikbal melototkan matanya.


"Gak ada penolakan Ikbal, biar kita bisa sama sama tegar kalau keputusan kamu sangat buruk, aku janji gak akan abaikan kamu kalau kamu mengirim pesan, tapi aku gak akan menerima telphone dari kamu. "


ucap Bunga kembali saat Ikbal akan protes.


"Baiklah aku pasrah kalau itu keinginan kamu, tapi jangan dulu menerima perjodohan nya dan tunggu jawaban aku. "


ucap Ikbal dan Bunga mengiyakannya sambil tersenyum ke arah Ikbal.


ucap Bunga dengan nada seriusnya dan Ikbal akhirnya pasrah karena Bunga memang keras kepala.


.


.


Pagi menjelang......


Di kediaman Adit saat ini dan lebih tepatnya di kamar Adit juga Kamelia saat ini, Kamelia tersentak saat membuka matanya karena Adit ada di atas tubuhnya.


"Pliis Sayang...... "


pinta Adit saat Kamelia akan berontak.


Kamelia yang melihat wajah memelas sang suami pun akhirnya mengangguk memberikan Ijin pada suaminya, Adit langsung tersenyum dan melancarkan keinginannya.


Kamelia yang tadinya merasa malas membalas sentuhan Adit malah terbuai dengan setiap sentuhan yang di berikan oleh Adit, Adit terlalu mahir membuat tubuh Kamelia melayang penuh kemikmaaataaan.


"Eughhhhh........ "

__ADS_1


satu suara yang seksi keluar dari mulut Kamelia saat merasakan puncaknya akibat permainan Adit.


"Aku mulai Sayang dan nikmaatilaaah. "


ucap Adit yang sudah memposisikan tubuh intinya dan dengan satu kali hentakan akhirnya Adit sempurna memasuki inti Kamelia.


Keduanya saling bersahutan dengan suara suara yang yang begitu membuat orang yang akan mendengarnya merinding, Adit begitu menikmati setiap hentakannya dan Adit juga terus berganti posisi karena Kamelia terlihat menikmati permainannya.


Satu jam kemudian Adit melenguuuuh mencapai puncaknya dan jangan di tanya berapa kali Kamelia mencapai puncaknya karena beberapa kali mencapainya.


"Mandi bersama yaa dan Mas akan memandikan kamu. "


pinta Adit dan membuat Kamelia melototkan matanya.


"Gak mau Mas karena ujung nya pasti kamu nakal, sana kamu duluan saja. "


tolak Kamelia karena dia pernah kena jebakan Adit saat mengajak mandi bersama dan ujungnya adalah Kamelia malah di bawa melayang ke angakasa karena ulahnya.


"Oke oke Sayang, Mas mandi duluan yaa kalau begitu. "


ucap Adit sambil mencium kening Kamelia penuh sayang dan beranjak menuju kamar mandi.


"Selalu saja kalah kalau di kasih kenikmatan. "


ucap Kamelia sambil terdiam menatap langit kamarnya lalu menatap jam yang baru menunjukan pukul lima tiga puluh pagi namun saat melihat kalender membuat Kamelia mematung.


"Astaga ini sudah lewat dari tanggal, jangan jangan aku hamil lagi tapi aku gak merasa gejala hamil sekarang. "


gumam Kamelia dalam hatinya yang memikirkan tanggal datang bulannya yang sudah lewat.


Kamelia langsung duduk bersandar memikirkan nya, dia bingung antara memberitahu pada suaminya atau tidak dan Kamelia takut membuat kecewa kalau ternyata hanya terlambat datang bulan biasa.


"Tapi kalau aku hamil kan bisa aku jaga karena jangan sampai keguguran. "


gumam Kamelia dalam hatinya dan tidak menyadari kalau suaminya sudah ada di hadapannya menatap Kamelia yang melamun.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2