Di Madu

Di Madu
38. malam tertunda


__ADS_3

Kedua orang tua Adit pamit saat sore menjelang, di Apartemen hanya ada Adit dan Kamelia saja dan Kamelia memilih merapihkan tanamannya di temani Adit yang memaksa membantunya.


"Besok kamu ada acara gak?? "


tanya Adit saat keduanya sibuk menata tanaman di pot.


"Gak ada kayanya. "


jawab Kamelia dengan santainya.


''Mau ikut aku gak?? "


tanya Adit kembali dan Kamelia langsung mengangkat wajahnya lalu menatap Adit.


"Mau kemana memangnya?? Kalau menyusahkan nantinya aku gak mau karena terakhir kali kamu mengajak pasti membuat aku susah. "


jawab Kamelia dan kembali merapihkan tanamannya.


"Yasudah kita di rumah saja kalau begitu. "


ucap Adit dengan nada lesu nya dan Kamelia hanya diam tanpa mau menjawab ucapan Adit.


Tanaman selesai di susun dan Kamelia memilih untuk masuk kembali kedalam rumah, yang di butuhkan Kamelia saat ini adalah kamar mandi karena tubuhnya terasa lengket sekali.


Kamelia langsung masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, sedangkan Adit memilih membuat teh hangat aroma melati karena saat ini Adit membutuhkannya.


Kamelia menyelesaikan mandinya dan langsung keluar dari kamar mandi, Kamelia memilih dress rumahan biasa agar nanti tidak usah mengganti pakaiannya kembali saat tidur, Adit masuk kedalam kamar dan langsung menuju kamar mandi.


"Di meja makan aku membuat teh hangat tawar, aku buatkan buat kamu juga. "


ucap Adit sebelum masuk kedalam kamar mandi.


Kamelia menyelasikan memakai pelembab nya dan langsung keluar kamar untuk membuatkan cemilan teman teh hangat.


"Ternyata benar dia membuat teh hangatnya banyak, buat cemilan deh buat nemenin teh nya. "


ucap Kamelia saat melihat teh yang masih di dalam teko yang Di buat Adit.


Kamelia membuat cemilan yang di kukus simple sambil menunggu Adit menyelesaikan mandinya, Kamelia sebenarnya merasa takut kalau Adit meminta hak nya nanti dan entahlah Kamelia juga gak bisa menolak atau memberikannya.


"Semoga jangan malam ini deh. "


gumam Kamelia dalam hatinya berdoa agar Adit tidak memintanya.


Cemilan di dalam kukusan pun matang, Kamelia langsung mengangkat nya lalu menyajikan di piring yang sudah disediakan, Adit menghampiri dan langsung duduk di kursi dekat Kamelia yang sedang menyajikan cemilannya.


"Waah kayanya enak ini. "

__ADS_1


ucap Adit saat melihat Kamelia menaburkan toping cream ke atas cemilannya.


"Enak dong ini kan makanan, mau cicipi gak?? "


tanya Kamelia dan Adit menganggukkan kepalanya.


Kamelia membawa piring kecil dengan sendoknya juga lalu menyiapkan cemilannya untuk Adit terlebih dahulu lalu untuk dirinya sendiri.


Keduanya sepertinya tidak akan makan malam karena makanan yang saat ini di makan nya sudah termasuk makanan pengenyang perut.


Selesai memakan makanannya, Adit memilih menuju ruang tengah dan Kamelia merapihkan bekas makannya, Adit meminta Kamelia menyusul ke ruang tengah dan Kamelia mengiyakannya.


.


.


Entah siapa yang memulai nya, saat ini Adit sedang menyusuri bibir Kamelia dengan bibirnya, Kamelia menikmatinya bahkan suara suara aneh menurut Kamelia pun keluar dari mulutnya, Adit tersenyum senang karena dia berhasil memancing gelora panas dalam tubuh Kamelia.


"Ijinkan aku menyentuh kamu Lia, aku menginginkannya sekarang juga. "


lirih Adit di sela sela menyusuri leher Kamelia dengan bibirnya dan tangannya meraba apapun yang teraba oleh tangannya.


Kamelia menatap wajah Adit yang menatap dengan tatapan memohon padanya, membuat Kamelia akhirnya menganggukkan kepalanya karena dia juga ingin merasakan lebih.


Adit tersenyum senang lalu mencium kening Kamelia penuh sayang, Adit langsung menggendong Kamelia menuju sebuah kamar tapi bukan kamar tidurnya tapi kamar tepat di sebelah kamar nya.


"Ini gak akan sebentar Sayang. "


bisik Adit saat nerebahkan tubuh Kamelia di atas ranjangnya.


Kamelia melihat perubahan dari tatapan mata Adit yang seperti akan menerkamnya, Adit melepaskan satu persatu pakaian yang menempel di tubuhnya, Kamelia menelan ludahnya saat melihat Adit berhasil meloloskan pakaiannya.


Adit langsung menindiiih Kamelia lalu mencium bibirnya penuh kelembutan, tangannya langsung menyusuri tubuh bagian atas Kamelia untuk melepaskan pakaian atasan Kamelia.


Kamelia terus bergerak menggelinjang tak beraturan saat Adit menyentuh bagian dadanya, puncak dada Kamelia begitu menantang Adit untuk menikmaaatinya, bahkan ukuran nya begitu besar bagi Adit.


"Kencang dan aku suka sekali sayang. "


bisik Adit di telinga Kamelia dan tangannya sibuk melepaskan pengait Bra yang tersisa dari tubuh Kamelia.


"Buka mata kamu Sayang. "


ucap Adit saat berada tepat di hadapan Kamelia yang menutup matanya.


"Aku malu Adit. "


jawab Kamelia yang wajahnya saat ini sudah memanas melihat Adit ada di atas tubuhnya.

__ADS_1


Adit tersenyum melihat wajah Kamelia yang merona merah dan sebuah kecupan di kening kembali Adit berikan di kening Kamelia.


"Santai dan jangan takut, aku akan melakukannya pelan pelan Sayang dan percayakan semua padaku. "


ucap Adit dengan tatapan menatap wajah tegang Kamelia yang ada di bawah kungkungannya.


Tubuh Kamelia merespon saat Adit bermain main di inti tubuhnya, bahkan desaaaahan di bibir Kamelia akhirnya lolos juga setelah Kamelia selalu menahannya, Adit bersorak senang mendengarnya dan Adit mulai memperdalam permainannya hingga Kamelia mendapatkan pelepasan pertamanya.


Nafas Kamelia begitu memburu dan tubuhnya begitu seperti melayang saat ini yang di rasakannya.


"Ya Tuhaaan......kenapa rasanya begitu melayang. "


gumam Kamelia saat mendapatkan pelepasannya.


Adit langsung tersenyum lebar saat menatap wajah Kamelia, Kamelia membalas senyum Adit dan Adit begitu menyukai senyum itu karena Kamelia terlihat sangat cantik sekali.


"Kita akan mulai ke intinya Sayang dan kamu akan merasakan lebih dari barusan rasanya. "


bisik Adit sambil membuka lebar kaki Kamelia lalu mengarahkan senjatanya pada inti Kamelia.


Kamelia melototkan matanya saat merasakan ada sebuah benda yang akan masuk di inti tubuhnya, Kamelia menelan ludahnya karena itu sangat besar terasanya saat Adit dengan sengaja meminta Kamelia merabanya.


"Adit stop dulu. "


ucap Kamelia saat Adit akan mulai memasukkannya.


"Kenapa Sayang?? Sakit?? "


tanya Adit dengan mengerutkan keningnya melihat Kamelia.


"Itu kamu besar sekali Adit, muat gak yaa ke akunya?? Nanti sakit loh Adit. "


jawab Kamelia dengan nada paniknya dan akan bangkit dari tidurnya namun Adit langsung mencium bibir Kamelia lalu menidurkan kembali Kamelia.


Adit yang sudah tidak tahan dengan Gairaaaahnya pun langsung menyatukan miliknya pada inti tubuh Kamelia, Kamelia langsung melototkan matanya dan mencakar punggung Adit yang ada di atasnya.


Kamelia menjerit dalam hatinya karena intinga begitu sakit bahkan serasa di belah dua tubuhnya, sangat sakit dan perih sekali.


"Santai Sayang lihat wajah aku. "


titah Adit saat melepaskan ciumannya dan Kamelia hanya bisa meneteskan air matanya.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2