Di Madu

Di Madu
66. berdamai......


__ADS_3

Kamelia selalu saja menghela nafasnya hari ini, seperti saat ini dia sudah sampai di kediaman Mama mertuanya dan langsung masuk kedalam rumah.


Kamelia langsung menuju halaman belakang karena Mamanya ada disana setelah menanyakan keberadaannya, Kamelia tersenyum saat Mama mertuanya terlihat antusias dengan tanaman yang di tanam nya.


"Sore Mama...... "


sapa Kamelia saat sampai di belakang Mama mertuanya.


"Sore Sayang..... akhirnya kamu pulang juga, Mama kira kamu gak akan pulang loh. "


jawab Mama mertuanya yang langsung melepaskan alat alat tanaman yang menempel di tubuhnya lalu menghampiri Kamelia.


"Lia kan udah janji mau pulang, Mama lagi apa sih sore sore belusukan di taman?? "


tanya Kamelia sambil mencium tangan Mama mertuanya.


"Mama bosan Lia makanya di taman saja sejak tadi. "


jawab Mama mertuanya dan Kamelia tersenyum mendengarnya.


"Sudah sore gak baik Mama, ayo masuk nanti ada ulet gak kelihatan malah nempel di pakaian Mama, lebih baik Mama mandi ganti pakaiannya. "


ucap Kamelia yang langsung menggandeng Mama mertuanya masuk kedalam rumah dan Mama mertuanya langsung tersenyum senang.


"Makasih Sayang, yasudah Mama mau bersih bersih takut Papa keburu pulang dan kamu juga bersih bersih yaa kan baru pulang kerja. "


ucap Mama Riana dan Kamelia menganggukkan kepalanya.


Mama mertuanya langsung berjalan menuju kamar nya dan kamelia pun berjalan menuju kamarnya, Kamelia melangkahkan kaki dengan keadaan gontai karena sebenarnya dia sedang tidak mau bertemu suaminya tapi kalau dia terus menghindar malah menambah masalah panjang nantinya.


"Kamu baru pulang......?? "


tanya seseorang saat Kamelia membuka pintu dan menutupnya yang ternyata Adit sudah ada di dalam kamar.


Kamelia langsung terlonjak kaget lalu memegang dadanya dan mendelik ke arah suaminya itu, malah nanya bukan nya menyapa kan jadi kaget.


"Bisa gak sih jangan ngagetin. "


protes Kamelia dan Adit langsung beranjak lalu menghampiri Kamelia.


Kamelia langsung lari menuju kamar mandi dan tidak berhasil di dekati Adit, Adit hanya menggeram kesal karena istrinya malah menghindar dan lari.


Adit menunggu dengan setia sampai Kamelia selesai dengan kamar mandinya, saat Kamelia keluar dari kamar mandi dan menuju ruang ganti barulah Adir menyusul lalu memeluknya..


"Maafkan Mas yaa..... jangan marah lama lama Sayang, Mas gak kuat soalnya di cuekin. "

__ADS_1


bisik Adit di sela dekapannya.


"Lepas Mas Adit, sana mandi dulu. "


jawab Kamelia yang berusaha melepaskan pelukannya.


"Gak mau, maafin dulu pokonya baru Mas lepas. "


jawab Adit yang tetap menolak ucapan istrinya.


"Lepas Mas aku risih tau mau pakai baju dulu. "


ucap Kamelia dan Adit malah menambahkan kekencangan dekapannya.


"Maaf soal kamu pulang malam itu, Mas egois sampai marah sama kamu dan maaf buat yang di restoran karena Mas gak tau kalau itu kamu. "


ucap Adit kembali dan Kamelia hanya diam saja.


"Walaupun bukan aku harusnya kamu membela korban bukan membela penjahat, minggir aku mau pakai baju. "


kesal Kamelia dengan nada menyentaknya dan membuat Adit tertegun lalu melepaskan dekapannya.


Kamelia hanya bisa mengusap dadanya entah kenapa perasaan dia mendadak kacau, hatinya mendadak sakit saat memikirkan kejadian kemarin, bahkan melihat Adit malah semakin membuatnya kesall.


"Sayang....... "


Adit hanya bisa menghela nafasnya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Kamelia sudah di rumah dan akan sangat gampang nanti di ajak berbicara serius.


.


.


Makan malam kali ini terjadi kesunyian, setelah melayani makanan Adit. Kamelia langsung fokus dengan makanannya dan tidak memperhatikan kedua mertuanya sedang memperhatikan Kamelia.


"Ada yang gak beres kayanya ini. "


gumam Mamanya Adit saat menyaksikan anak dan menantunya terlihat berbeda.


Selesai makan malam nya, Papanya Adit meminta berkumpul di ruang keluarga dan semua mengiyakannya.


"Langsung ke intinya, kalian ada masalah?? Papa ngerasa lagi ikutan derama dan maaf bukan Papa ikut campur tapi kalau ada masalah selesaikan, kalian menikah baru seumur jagung soalnya dan masa kalah sama perjuangan kalian agar bisa bersama seperti sekarang. "


jelas Papanya Adit saat Adit duduk di samping Kamelia.


"Kami ada kesalahfahaman sedikit Papa. "

__ADS_1


jawab Adit dan memang benar apa adanya kalau kami sedang dalam masalah.


"Lia jawab jujur sama Mama, apa semua karena ulah Adit?? jangan tutupi karena Mama akan membela kamu Sayang. "


tanya Mamanya Adit karena sedari tadi Kamelia hanya diam.


"Maafin Lia yaa Maa karena ga bisa harmonis sama Mas Adit, baru ada masalah sedikit udah buat gak nyaman dan memang semua masalahnya di mulai dari Mas Adit. "


jawab Kamelia dan membuat Adit tersentak bahkan kedua orang tua Adit Langsung menatap tajam ke arah sang putra.


"Kamu itu di kasih istri paket komplit masih ajah di buat masalah, kamu mau istri model gimana?? model mantan kamu?? "


kesal Mama Riana pada putranya yang pasti langsung tepat sasaran sesuai prediksi Adit.


"Maaf Maa karena semua salah Adit yang mulai, Adit janji akan memperbaikinya. "


jawab Adit dan Mamanya mengiyakannya.


"Sudah Maa jangan menekan Adit sama Lia, kalian ke kamar saja dan selesaikan masalah kalian baik baik, kalau gak terselesaikan. Papa akan bantu panggil pengacara yang artinya kalian tahu kan dimana berakhirnya?? "


ucap Papanya Adit yang menengahi kekesalan istrinya.


Adit langsung mengajak Kamelia masuk ke kamar untuk mebicarakan masalahnya, Kamelia menurut dan langsung duduk di sisi ranjang sedangkan Adit langsung bersimpuh di hadapannya.


"Sayang maafin Mas yaa, Mas salah sama kamu karena terlalu takut saat kamu pulang terlambat dan malah nyuekin kamu sampai kamu tidur, semua karena rasa cemburu dan fikiran Mas yang berpetualang. "


jelas Adit sambil menggenggam kedua tangan Kamelia.


"Mas tahu kan aku juga punya pikiran jangan samakan semua wanita seperti mantan kamu itu, aku di jemput sama supir kepercayaan Mama dan ijin sama Mama yang artinya aku ada dalam pengawasan Mama, gak enak kan di cuekin?? di ketusin juga?? pliss aku hanya butuh kepercayaan kamu dan saat di restoran kemarin itu, harga diri aku sebagai korban sangat terluka apalagi sebagai istri. "


jawab Kamelia dan Adit langsung terdiam karena sumber masalah ada padanya.


"Maaf Sayang dan kedepannya aku akan melihat semuanya juga gak akan main tuduh. "


ucap Adit dan Kamelia mengangguk.


"Berdiri Mas karena gak pantas suami bersimpuh di hadapan istrinya. "


ucap Kamelia dan Adit mengiyakannya lalu beranjak untuk duduk di samping Kamelia.


Adit langsung memeluk Kamelia tapi sekarang Kamelia gak membalas dekapannya, Adit tetap memeluknya karena dia begitu merindukan istrinya ini.


Kamelia memang sudah memaafkan suaminya tapi dia masih sedikit kesal dan kekesalan itu sulit di hilangkan saat ini, entah apa yang terjadi padanya sekarang berasa bukan Kamelia.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2